MerahPutih.com - Ketegangan di Timur Tengah mengalami eskalasi dengan meningkatnya pertempuran antara kelompok Houthi dan pasukan pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi, terutama di dekat Selat Bab Al-Mandab yang strategis.
Arab Saudi telah melakukan serangkaian serangan yang menargetkan Houthi sebagai bentuk dukungan terhadap pasukan pemerintah Yaman dalam pertempuran melawan Houthi yang didukung Iran.
Houthi melancarkan serangan ke bandara-bandara di Arab Saudi. Serangan ketiga kelompok Houthi dalam sepekan terhadap bandara internasional Riyadh menewaskan sedikitnya 12 orang dan melukai 309 lainnya, menurut otoritas penerbangan sipil Arab Saudi.
Menteri Koordinator bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia mengatakan, konflik antara kelompok Houthi dengan Arab Saudi memperburuk logistik energi dunia, di tengah ketegangan antara Iran dengan Amerika Serikat.
Baca juga:
Dewan Dalam Negeri Arab Kecam Serangan Berulang Kelompok Houthi ke Warga Sipil
Ketegangan antara Iran, Amerika, Israel, dan sekarang masuk Houthi juga masuk ke Arab Saudi, ini akan semakin memperparah arus logistik dan ketahanan energi dunia,
ujarnya.
Bahlil yang juga merupakan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyampaikan tidak ada satu orang pun yang dapat meramalkan kapan ketegangan geopolitik tersebut akan selesai.
Adapun langkah-langkah yang telah ia tempuh untuk menjamin ketersediaan pasokan energi bagi Indonesia, khususnya pasokan bahan bakar minyak (BBM) adalah melakukan lobi dengan berbagai negara.
“Makanya, Menteri ESDM nggak bisa tidur terlalu panjang, karena lobi minyak di mana-mana. Lobi minyak di Afrika, untung saja kan orang Afrika itu kulitnya sama dengan saya,” tutur Bahlil berkelakar.
Bahlil menyampaikan bahwa prinsip Indonesia saat ini adalah mencari minyak dari mana pun sumbernya selama efisien dan tidak melanggar aturan. Yang menjadi saat ini, tutur Bahlil, adalah ketahanan energi bagi Indonesia.
Selama itu efisien untuk kebaikan negara, dan tidak melanggar aturan, maka itu akan menjadi prioritas negara,
ucap Bahlil.