[HOAKS atau FAKTA]: 7 "Stigma' tentang COVID-19
Ada beberapa hal tentang COVID-19 yang tidak benar. (Foto: Unsplash/Martin Sanchez)
SAAT ini seluruh dunia sedang berperang melawan COVID-19 dan hal tersebut membuat beberapa oknum yang menyebarkan informasi yang masih diragukan kebenarannya.
Bisa jadi karena sudah terlanjur tersebar informasi itu malah dipercaya sebagai informasi valid. Nah, kita telah merangkum 7 hal dilansir dari Antara.
Baca Juga:Waspadalah, Kebiasaan Makan yang Salah Lemahkan Imunitas Tubuh
1. Minum air hangat
Ternyata metode yang dianjurkan untuk minum air hangat setiap 20 menit agar mengusir virus corona jenis baru (Sars-Cov-2), merupakan informasi hoaks seperti yang dicantumkan dalam situs resmi WHO.
Melansir laman Antara, WHO menjelaskan bahwa COVID-19 ditularkan pada semua area dan merupakan daerah dengan kondisi panas dan lembab, seperti dilansir Coronavirus disease (COVID-19) advice for the public: Myth busters.
2. Merokok
Melansir laman Antara, Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eljkman Prof Amin Soebandrio mengatakan, merokok bisa meningkatkan risiko tertular virus corona baru.
"Menurut hasil studi yang masif dilakukan di Cina setelah kasus COVID-19, ditemukan ACE2 dan CD209 diekspresikan lebih banyak di paru-paru perokok," ungkap Amin Soebandrio.
3. Logam
Hasil penelitian badan kesehatan di Amerika, menyebutkan virus corona baru, bertahan di permukaan logam selama tiga hari. Pembersihan permukaan logam dilakukan secara teratur dengan disinfektan.
4. Makanan bergizi lengkap
Menurut Direktur Pusat Nutrisi dan Manajemen Berat Badan di Boston Medical Center, Caroline Apovian mengatakan tidak ada makanan khusus atau obat herbal yang bisa menguatkan sistem imun melawan penyakit.
Menurutnya, konsumsi gizi seimbang bisa dari berbagai sumber makanan seperti buah, sayur, protein dan menerapkan pola hidup sehat adalah cara menguatkan kekebalan tubuh dan terhindar dari penyakit termasuk virus.
Baca Juga:
5. Hewan menularkan virus
Hingga saat ini, peneliti belum bisa memastikan pandemi itu ditularkan kelelawar pada manusia, seperti yang dikutip dari CNBC Indonesia. Juga dilansir dari Antara, dokter hewan Novi Wulandari mengatakan belum ada riset yang membuktikan jika COVID-19 bisa menginfeksi hewan peliharaan, seperti anjing dan kucing.
6. Makan atau minuman dingin
Dilansir dari Antara dalam artikel Mengonsumsi Lemon dan Kunyit Tak Mampu Cegah Corona, WHO mengatakan tidak ada bukti ilmiah, kalau makanan-makanan beku yang dibuat secara higenis dan es krim menyebarkan virus corona baru.
7. Virus di tenggorokan
WHO menjelaskan perkiraan inkubasi untuk COVID-19 berkisar antara 1-14 hari. Masa inkubasi merupakan waktu saat terinfeksi virus dan terlihat gejala penyakit. Selain itu, pergerakan virus yang katanya bertahan 3-4 hari di tenggorokan belum ditemukan penelitian secara spesifik untuk mengelaborasi narasi tersebut. WHO bahkan belum mengeluarkan data itu, jadi kesimpulannya narasi yang beredar tak bisa dibenarkan. (bfm)
Baca Juga:
Bagikan
Berita Terkait
[HOAKS atau FAKTA] : Aturan Baru, ASN Wajib Pakai Baju Biru Muda Khas Prabowo saat Kampanye Pilpres 2024
[HOAKS atau FAKTA]: Sekolah Libur Ramadan 16-23 Februari, Lebaran 16-29 Maret
[HOAKS atau FAKTA]: Menkeu Purbaya Naikkan Jumlah Uang Pensiunan sebesar 12 Persen
[HOAKS atau FAKTA]: PSI Usung Gibran-Kaesang Duet Capres-Cawapres Pilpres 2029
[HOAKS atau FAKTA] : Sering Main Ponsel di Ruangan Gelap Bisa Bikin Kebutaan pada Mata
[HOAKS atau FAKTA]: Pilpres 2029, PDIP 'Colong Start' Usung Hasto Jadi Capres
[HOAKS atau FAKTA]: Siswa Dilarang Mengeluh Soal Rasa dan Kualitas Makan Begizi Gratis
[HOAKS atau FAKTA]: BGN Ancam Siswa Tak Komplain dan Viralkan Rasa Makan Bergizi Gratis
[HOAKS atau FAKTA]: Prabowo Jual Laut dan Hutan di Sumatra ke Inggris Seharga Rp 90 Triliun
[HOAKS atau FAKTA]: Jokowi Berwasiat Agar Gibran dan Kaesang Jadi Pasangan Capres-Cawapres di Pemilu 2029