[HOAKS atau FAKTA]: Vaksin dari Tiongkok Memakan Korban di Zimbabwe

Zulfikar SyZulfikar Sy - Sabtu, 21 November 2020
[HOAKS atau FAKTA]: Vaksin dari Tiongkok Memakan Korban di Zimbabwe

Tangkapan layar Facebook soal wanita Zimbabwe jadi korban penyuntikan vaksin COVID-19 asal Tiongkok. (Foto: MP/turnbackhoax.id)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Akun Facebook Alding Nisty As’roma (fb.com/alding.nisty.3) mengunggah sebuah foto dengan narasi sebagai berikut:

“Akibat Suntik Vaksin dari Tiongkok, Masyarakat Zimbabwe Terkena Penyakit Kulit Ber Air. NEGARA ZIMBABWE, adalah Negara yang di Kuasai sama Negara Tiongkok (Cina Komunis), Mata Uang Negara Zimbabwe, Memakai Mata Uang yang Syah adalah Mata Uang Cina = Yuan..!!! Kemungkinan Besar Negara Indonesia Bisa Terjadi Seperti Zimbabwe…!!!”

FAKTA:

Berdasarkan hasil penelusuran Mafindo, klaim bahwa foto seseorang dengan bekas luka di punggung adalah masyarakat Zimbabwe yang terkana penyakit kulit berair akibat suntik vaksin Tiongkok adalah klaim yang salah.

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA]: Makam Teroris Imam Samudera Dipindah Terkena Proyek Jalan

Faktanya, bukan di Zimbabwe dan bukan akibat suntik vaksin dari Tiongkok.

Bekas luka di punggung seseorang itu adalah bekas luka cambukan wanita Suku Hamar untuk membuktikan cinta yang terkait dengan upacara tradisional di Ethiopia.

Foto yang sama diunggah di artikel berjudul “The women who beg to be whipped… to show their LOVE: Brutal Ethiopian tribal ceremony sees females lashed to demonstrate dedication to their men” atau yang jika diterjemahkan: “Para wanita yang memohon untuk dicambuk … untuk menunjukkan CINTA mereka: Upacara suku Ethiopia yang brutal melihat wanita dicambuk untuk menunjukkan dedikasi kepada pria mereka.”

Foto ini diberi keterangan sebagai berikut:

“A woman’s body carries the injuries from the whipping, carried out by a Maza from the tribe, and he scars are said to demonstrate her capacity for love. The brutal tradition happens at Rite of Passage ceremonies for tribal men” atau yang jika diterjemahkan: “Tubuh seorang wanita membawa luka dari pencambukan, yang dilakukan oleh seorang Maza dari suku tersebut, dan bekas luka itu dikatakan menunjukkan kapasitasnya untuk cinta. Tradisi brutal terjadi pada upacara Rite of Passage untuk pria suku.”

Tangkapan layar Facebook soal wanita Zimbabwe jadi korban penyuntikan vaksin COVID-19 asal Tiongkok. (Foto: MP/turnbackhoax.id)
Tangkapan layar Facebook soal wanita Zimbabwe jadi korban penyuntikan vaksin COVID-19 asal Tiongkok. (Foto: MP/turnbackhoax.id)

Ethiopia memiliki kekayaan budaya yang dipegang teguh oleh suku setempat. Salah satunya Suku Hamar.

Suku yang mendiami lembah Sungai Omo ini memiliki berbagai macam tradisi yang masih dipertahankan. Salah satunya adalah tradisi wanita Suku Hamar untuk membuktikan cinta.

Para wanita Suku Hamar menunjukan cintanya kepada pria melalui cara yang unik dan ektrem, yaitu dengan sebuah cambukan.

Upacara cambukan ini berlangsung saat seorang anak laki-laki menjalani ritual yang menandakan dirinya akan menjadi pria dewasa. Sang pria akan diminta untuk melompati tiga ekor sapi atau banteng besar sebanyak empat kali.

Baca Juga:

[Hoaks atau Fakta]: Mantan Kuasa Hukum Prabowo Siap Dampingi Gugatan Donald Trump

Sebelum pria tersebut melompat, wanita dari pihak keluarga akan dicambuk menggunakan ranting pohon yang dibuat menyerupai cambuk. Cambukan ini punya arti tanda cinta wanita tersebut kepada pria (baik keluarga maupun bukan).

Jika sudah melewati ritual ini, maka pria itu baru boleh menikah.

KESIMPULAN:

Bukan di Zimbabwe dan bukan akibat suntik vaksin dari Tiongkok. Bekas luka di punggung seseorang itu adalah bekas luka cambukan wanita Suku Hamar untuk membuktikan cinta yang terkait dengan upacara tradisional di Ethiopia. (Knu)

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA]: PM Tiongkok Peringatkan Pemerintah Indonesia

##HOAKS/FAKTA
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: BMKG Sebut Suhu di Indonesia akan Tembus 50 Derajat Celcius di Desember 2026
Viral, info BMKG di media sosial menyebut suhu udara di Indonesia bakal tembus 50 derajat celcius pada Desember 2026. Cek kebenaran Informasinya.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 30 Oktober 2026
[HOAKS atau FAKTA]: BMKG Sebut Suhu di Indonesia akan Tembus 50 Derajat Celcius di Desember 2026
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Gibran Minta Kaesang Jadi Kepala BGN untuk Awasi Program MBG
Beredar unggahan yang menyebut Wapres Gibran meminta adiknya, Kaesang, untuk menjadi ketua BGN. Cek kebenaran informasinya.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 09 Oktober 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Gibran Minta Kaesang Jadi Kepala BGN untuk Awasi Program MBG
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Unpad dan Undip Jadi Kampus yang Ikut Program Pendidikan Gratis Prabowo
Kampus Unpad dan Undip disebut setuju dan siap jadi PTN pertama Program Pendidikan Gratis Prabowo. Cek Kebenaran Informasinya.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 07 Oktober 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Unpad dan Undip Jadi Kampus yang Ikut Program Pendidikan Gratis Prabowo
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] : Prabowo Bekukan DPR karena Tunda Pengesahan RUU Perampasan Aset
Isi video terdapat cuplikan wawancara Mahfud MD yang membahas isi serta kelemahan RUU Perampasan Aset.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
[HOAKS atau FAKTA] : Prabowo Bekukan DPR karena Tunda Pengesahan RUU Perampasan Aset
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] : 18 Gubernur Berontak, Ancam Keluar NKRI
Setelah disimak, tidak benar ada 18 gubernur yang memberontak ingin keluar dari NKRI.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
[HOAKS atau FAKTA] : 18 Gubernur Berontak, Ancam Keluar NKRI
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Kemendikbud Larang Guru Punya Barang Mewah karena Tak Pantas
Beredar informasi yang menyebut Kemendikbud akan melarang guru memiliki barang mewah. Cek Kebenaran informasinya!
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 29 September 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Kemendikbud Larang Guru Punya Barang Mewah karena Tak Pantas
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Gibran Minta MBG Dihentikan
Beredar informasi di media sosial yang menyebut Wapres Gibran Rakabuming Raka meminta program Makan Bergizi Gratis (MBG) dihentikan.
Frengky Aruan - Senin, 28 September 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Gibran Minta MBG Dihentikan
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Pasca Tak Jadi Menkeu, Purbaya Kini Jabat Dirjen Bea Cukai
Beredar isu di media sosial, eks Menkeu Purbaya dilantik menjadi Dirjen Bea Cukai. Cek kebenaran informasinya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 24 September 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Pasca Tak Jadi Menkeu, Purbaya Kini Jabat Dirjen Bea Cukai
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Aturan Baru, Tarif Parkir di Jakarta Rp 60 Ribu Per Jam
Beredar unggahan yang menyebut tarif parkir mobil di Jakarta kini menjadi Rp 60 ribu per jam. Cek kebenaran informasinya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 24 September 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Aturan Baru, Tarif Parkir di Jakarta Rp 60 Ribu Per Jam
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Pembangunan IKN Dihentikan, Anggaran Dialihkan Buat MBG
Hasil pencarian hanya memberitakan jika pembangunan IKN hanya sekali dilaporkan berhenti sementara, yakni pada 10 Agustus 2024 lalu.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 17 September 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Pembangunan IKN Dihentikan, Anggaran Dialihkan Buat MBG
Bagikan