[HOAKS atau FAKTA] : Vaksin COVID-19 Mengandung Bluetooth dan Pemancar ke Ponsel
(Foto: dok Turn Back Hoaks)
MerahPutih.com - Beredar video di Snack Video yang memberi informasi bahwa vaksin-vaksin COVID-19 yang telah diuji seperti Pfizer, AstraZeneca, Johnson & Johnson, hingga Moderna terbukti mengandung teknologi nano.
Dalam unggahan akun Fakta Konspirasi itu disebutkan bahwa di dalam vaksin terdapat router yang dapat memancarkan bluetooth terdeteksi dengan ponsel dibantu aplikasi khusus.
NARASI
“Semua vaksin yang diuji Pfizer, AstraZeneca, Johnson dan Moderna secara eksklusif mengandung teknologi nano. Kami telah menemukan reouter nano yang juga memancarkan alamat Mac yang dapat didaftarkan dengan teknologi nirkabel Bluetooth. Hanya dengan menggunakan ponsel Anda sendiri dan bantuan aplikasi, kami telah menemukan antena nano dan antena plasmonic untuk memperkuat sinyal ini, kami juga telah mengidentifikasi nano rectanus, yang bertindak sebagai jembatan penyearah, codex, arus bolak-balik, dan gerbang logika tertentu untuk enkripsi komunikasi nano ini yang dipancarkan dari individu yang diinokulasi ke server jarak jauh. Bahan utama untuk pengembangan kompleks mikrostruktur untuk pengembangan kompleks mikrostruktur ini adalah GRAPHENE OXIDE. Keberadaannya sangat menentukan untuk perakitan sendiri kompleks struktural ini. Mekanisme utama pengelupasan Graphene Oxide di dalam tubuh menjadi Graphene Quantum dot.”
FAKTA
Setelah ditelusuri Turn Back Hoaks, klaim terkait vaksin COVID-19 yang berhubungan dengan bluetooth adalah hoaks.
Bahkan hoaks ini sudah lama beredar sejak vaksin COVID-19 mulai disuntikkan kepada masyarakat pada 2021.
Seperti yang dilansir dari FullFact.org dan AP News, tidak ada bukti vaksin COVID-19 memiliki teknologi nano yang dapat terhubung dengan bluetooth atau jaringan nirkabel lainnya.
Meskipun benar bahwa salah satu jenis vaksin seperti vaksin mRNA mengandung nanopartikel, namun istilah tersebut mengacu pada ukuran lipid, atau lemak, yang digunakan sebagai lapisan dalam imunisasi.
Sebelumnya, Pemeriksa Fakta Mafindo sejak 2021 juga sudah beberapa kali membantah klaim serupa, sehingga dapat dipastikan bahwa informasi yang beredar pada postingan Snack Video tersebut adalah informasi yang menyesatkan.
KESIMPULAN
Tidak ditemukan bukti valid yang membenarkan bahwa vaksin COVID-19 memiliki hubungan dengan bluetooth.
Klaim ini merupakan hoaks lama yang berulang kali beredar paling tidak sejak vaksin COVID-19 mulai disuntikkan kepada masyarakat pada 2021. (knu)
Bagikan
Joseph Kanugrahan
Berita Terkait
[HOAKS atau FAKTA] : Rakyat Harus Bertahan Hidup! Listrik dan Layanan ATM di Indonesia bakal Mati Selama 7 Hari
[HOAKS atau FAKTA] : Bahlil Ngambek dan Ancam Mundur dari Jabatan Menteri ESDM jika Purbaya Turunkan Harga BBM
[HOAKS atau FAKTA] : Prabowo Nyatakan Indonesia siap Berperang Melawan Israel
[HOAKS atau FAKTA] : Menkeu Purbaya Menolak Dijadikan Wapres, Pilih Fokus Turunkan Harga Bensin dan Sembako
[HOAKS atau FAKTA]: Garuda Indonesia Rekrut 'Pramugari Gadungan' yang Pakai Seragam Maskapai Batik Air
[HOAKS atau FAKTA] : Prabowo Persiapkan Menkeu Purbaya Jadi Presiden di Periode Selanjutnya
[HOAKS atau FAKTA] : TNI Kini Bisa Audit Penggunaan Dana Desa karena Sering Digunakan Kades untuk Memperkaya Diri
[HOAKS atau FAKTA]: Menggunakan Handphone di Ruangan Gelap bisa Sebabkan Kebutaan pada Mata
[HOAKS atau FAKTA]: Prabowo Pecat Sejumlah Menteri ketika Retret di Hambalang
[HOAKS atau FAKTA]: Pengaruh Menkeu Purbaya, Presiden Prabowo Sepakat Harga BBM Turun jadi Rp 7 Ribu Per Liter