[HOAKS atau FAKTA]: Undangan Doa Bersama dari Gubernur Khofifah untuk Ulama dan Santri
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (MP/Budi Lentera)
MerahPutih.Com - Pengguna media sosial khususnya instagram dan twitter dihebohkan dengan surat undangan doa bersama yang mengatasnamakan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.
Dalam surat yang tersebar di media sosial, Khofifah mengundang para ulama dan santri Jawa Timur untuk doa bersama menghadapi pandemi Covid-19.
Masih menurut surat tersebut, kegiatan doa bersama seluruh pondok pesantren se-Jawa Timur akan dilaksanakan pada Senin, (27/4) di Kantor Gubernur Jawa Timur, Surabaya.
Berikut ini lengkap surat undangan yang mengatasnamakan Gubernur Jawa Timur tersebut:
Kepada
Yth: Bapak/Ibu
Pengasuh Pesantren Se- Jawa Timur
Di_tempat
Assalamualaikum Wr Wb
Dengan Hormat,Salam sejahtera kami sampaikan semoga kita senantiasa dalam lindungan Allah Swt.
Bahwa Virus Covid-19 di Jawa Timur semakin hari mengalami peningatan,segala upaya pencegahan dan penanganan telah kami lakukan semaksimal mungkin oleh karenanyakami mengajak semuanya untuk berdoa agar Musibah Covid-19 ini cepat berlalu.
Oleh karena itu kami mengharapkan kehadiran Bapak/ibu pengasuh PESANTREN SE-Jawa Timur dalam rangka kegiatan DO’A BERSAMA yang akan kami selenggarakan pada:
Hari : Senin
Tanggal : 27 April 2020
Jam : 15.30 Wid s/d selesai
Tempat : Gedung Grahadi Surabaya
Demikian undangan ini atas perhatian dan kehadirannya dosampaikan terimakasih
Wassalamualikum Wr Wb
Surabaya, 23 April 2020
GUBERNUR JAWA TIMUR
KHOFIFAH INDAR PARAWANSA
FAKTA:
Pemerintah Provinsi Jawa Timur saat ini sedang giat menangani pandemi corona. Bahkan tiga wilayah di Jawa Timur sudah menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Ketiga wilayah tersebut yakni, Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo dan Gresik.
Dengan berlakunya PSBB, tidak mungkin kegiatan keagamaan yang melibatkan massa dalam jumlah besar diselengarakan di Kota Surabaya.
Selain itu, Khofifah Indar Parawansa melalui Biro Humas Pemprov Jatim pada Senin, (27/4) menyampaikan bantahan bahwa tidak pernah ada undangan doa bersama yang dikeluarkan oleh Gubernur Jawa Timur.
Gubernur Khofifah sendiri dalam keterangannya yang diunggha melalui akun instagramnya @khofifah.ip dengan tegas membantah bahwa surat tersebut tidak berasal dari pihaknya. Pasalnya, sampai saat ini, Pemprov Jatim tidak pernah mengluarkan surat ajakan tersebut.
“Saya pastikan surat ini adalah hoax yang disebarkan oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab. Secara pribadi maupun atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Timur, saya tidak pernah menyelenggarakan doa bersama seperti yang tertera dalam surat tersebut,” tulis Khofifah di akun instagramnya.
Khofifah juga mengimbau masyarakat untuk tetap berdoa dan beribadah dari rumah sementara waktu guna memutus mata rantai penyebaran virus Corona.
“Dengan demikian, dimohon kepada siapapun yang menerima surat palsu tersebut untuk tidak menanggapinya. Mari untuk sementara waktu kita berdoa dan beribadah di rumah masing-masing guna memutus mata rantai penularan Covid-19,” tulis Khofifah.
KESIMPULAN:
Berdasarkan penjelasan yang Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, maka surat di atas masuk ke dalam kategori konten palsu atau hoaks. Selain itu, Provinsi Jawa Timur juga telah menerapkan PSBB di sejumlah wilayah, sehingga tidak mungkin ada kegiatan kegiatan keagaman yang melibatkan jamaah dalam jumlah besar.(*)
Bagikan
Berita Terkait
[HOAKS atau FAKTA] : Bahlil Ngambek dan Ancam Mundur dari Jabatan Menteri ESDM jika Purbaya Turunkan Harga BBM
Maidi Resmi Tersangka OTT KPK, Khofifah Tunjuk F Bagus Jadi Plt Walkot Madiun
[HOAKS atau FAKTA] : Prabowo Nyatakan Indonesia siap Berperang Melawan Israel
[HOAKS atau FAKTA] : Menkeu Purbaya Menolak Dijadikan Wapres, Pilih Fokus Turunkan Harga Bensin dan Sembako
[HOAKS atau FAKTA]: Garuda Indonesia Rekrut 'Pramugari Gadungan' yang Pakai Seragam Maskapai Batik Air
[HOAKS atau FAKTA] : Prabowo Persiapkan Menkeu Purbaya Jadi Presiden di Periode Selanjutnya
[HOAKS atau FAKTA] : TNI Kini Bisa Audit Penggunaan Dana Desa karena Sering Digunakan Kades untuk Memperkaya Diri
[HOAKS atau FAKTA]: Menggunakan Handphone di Ruangan Gelap bisa Sebabkan Kebutaan pada Mata
[HOAKS atau FAKTA]: Prabowo Pecat Sejumlah Menteri ketika Retret di Hambalang
[HOAKS atau FAKTA]: Pengaruh Menkeu Purbaya, Presiden Prabowo Sepakat Harga BBM Turun jadi Rp 7 Ribu Per Liter