[HOAKS atau FAKTA]: Setelah Vaksin COVID-19, Selama 5 Bulan Tak Boleh Minum Alkohol
Tangkapan layar soal hoaks setelah vaksin COVID-19 selama 5 bulan tak boleh minum alkohol. (Foto: MP/Turnbackhoax.id)
MerahPutih.com - Di media sosial sempat beredar adanya informasi yang menyebut setelah vaksin COVID-19 tak boleh mengonsumsi alkohol.
SUMBER: Pesan berantai WhatsApp.
NARASI:
“Info setelah vaksin Covid-19 2021 buat yg ikutan Vaksin..
Gak boleh makan TAPE SINGKONG
Oh iya, selama 5 bulan tak boleh minum yg mengandung alkohol. Termasuk tape. Ini sangat penting. Krena fungsi vaksin akan hilang total jikalau kita komsumsi alkohol..
Kabarin ke orang tua tersayang, kerabat tercinta.. Thanks”.
Baca Juga:
[HOAKS atau FAKTA]: Akting Penduduk Ukraina Berlarian Jadi Target Rusia
FAKTA:
Dari penelusuran Mafindo, berdasarkan “7 Jenis Mis dan Disinformasi”, masuk ke kategori “Konten yang Menyesatkan: Penggunaan informasi yang sesat untuk membingkai sebuah isu atau individu” [1].
Sumber menyebarkan narasi atau klaim yang tidak berdasarkan fakta sehingga menyebabkan kesimpulan yang keliru.
Beberapa artikel dan sumber referensi yang berkaitan:
Dari Verywell Health: “Pesan yang dibawa pulang adalah jika Anda benar-benar peminum yang moderat, Anda baik-baik saja,” kata Messaoudi.
“Jika Anda menikmati segelas anggur dengan makan malam dan meminumnya pada malam sebelum Anda mendapatkan vaksinasi COVID-19, jangan khawatir.”
Ingat pepatah, “Segala sesuatu dalam jumlah sedang,” bijaklah tentang asupan alkohol Anda, dan jujurlah tentang seberapa banyak Anda benar-benar mengonsumsinya.
“Dan temukan outlet selain minum untuk mengatasi pandemi,” kata Messaoudi. Saran terbaiknya? “Pergi ke luar dan berjalanlah.”
Dari PubMed.gov: “Singkatnya, konsumsi alkohol dalam jumlah sedang meningkatkan respons vaksin, sedangkan keracunan alkohol kronis menekan respons ini.”
Dari Prevention: “Tidak ada bukti bahwa alkohol mengurangi pembentukan antibodi,” kata Richard Watkins, seorang dokter penyakit menular dan profesor penyakit dalam di Northeast Ohio Medical University.
Namun, dia merekomendasikan untuk memperhatikan asupan alkohol Anda pada hari-hari setelah divaksinasi karena alasan yang berbeda. Beberapa orang mungkin mengalami efek samping seperti flu seperti demam, menggigil, kelelahan, dan sakit kepala dan “mabuk atau pusing akan membuat keadaan menjadi kurang menyenangkan,” katanya.”
Dari KOMPAS.com: “Terkait beredarnya informasi itu, Kompas.com menghubungi ahli patologi klinis Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta Tonang Dwi Ardyanto.
Tonang mengatakan, tidak ada hubungannya antara mengonsumsi tape singkong dengan kinerja vaksin COVID-19. “Tidak ada hubungannya,” kata Tonang saat dikonfirmasi, Jumat (26/3/2021). Seseorang yang telah divaksin bisa tetap mengkonsumsi tape singkong karena tidak mempengaruhi kinerja vaksin.”
Baca Juga:
Damaikan Jempol Waspada Hoaks Perang Rusia-Ukraina
KESIMPULAN:
Klaim adanya larangan mengkonsumsi alkohol setelah vaksin COVID-19 adalah salah.
Belum ada bukti secara ilmiah mengonsumsi minuman beralkohol berdampak terhadap vaksinasi COVID-19, tetapi konsumsi minuman beralkohol dengan jumlah berlebihan memang pada dasarnya tidak baik untuk kesehatan. (Knu)
Baca Juga:
[HOAKS atau FAKTA]: Bedong Bayi Bisa Membuat Tulang Belakang Jadi Kuat
Bagikan
Joseph Kanugrahan
Berita Terkait
[HOAKS atau FAKTA]: Sekolah Libur Ramadan 16-23 Februari, Lebaran 16-29 Maret
[HOAKS atau FAKTA]: Menkeu Purbaya Naikkan Jumlah Uang Pensiunan sebesar 12 Persen
[HOAKS atau FAKTA]: PSI Usung Gibran-Kaesang Duet Capres-Cawapres Pilpres 2029
[HOAKS atau FAKTA] : Sering Main Ponsel di Ruangan Gelap Bisa Bikin Kebutaan pada Mata
[HOAKS atau FAKTA]: Pilpres 2029, PDIP 'Colong Start' Usung Hasto Jadi Capres
[HOAKS atau FAKTA]: Siswa Dilarang Mengeluh Soal Rasa dan Kualitas Makan Begizi Gratis
[HOAKS atau FAKTA]: BGN Ancam Siswa Tak Komplain dan Viralkan Rasa Makan Bergizi Gratis
[HOAKS atau FAKTA]: Prabowo Jual Laut dan Hutan di Sumatra ke Inggris Seharga Rp 90 Triliun
[HOAKS atau FAKTA]: Jokowi Berwasiat Agar Gibran dan Kaesang Jadi Pasangan Capres-Cawapres di Pemilu 2029
[HOAKS atau FAKTA]: Pengakuan Kezia Syifa Jadi Tentara AS karena Dapat Gaji Besar dan Merasa Dipersulit di Indonesa