MerahPutih.com - Tengah viral soal adanya tudingan utang Indonesia Indonesia menembus belasan ribu triliun rupiah di media sosial. Tudingan itu diungkapkan dalam sebuah video di YouTube Aktual yang membagikan sebuah klaim jika utang Indonesia telah mencapai angka Rp 12 ribu triliun.
Dalam narasinya juga disebutkan bahwa utang sebanyak itu akan membuat beban Presiden terpilih Prabowo Subianto kedepan bakal semakin berat. Di sampul video itu terdapat wajah Prabowo dan Menteri Keuangan Sri Mulyani.
Sumber: Youtube
Narasi
GEGER PAGI INI..!!! HUTANG RI TEMBUS 12000 T, BEBAN PRABOWO SEMAKIN BERAT
Fakta
Dari hasil penelusuran Turn Back Hoaks (Mafindo), informasi yang beredar tersebut adalah hoaks. Saat disimak isi video tersebut hanya membacakan ulang sebuah artikel terbitan Detik yang berjudul “Hasil Riset: Prabowo Diragukan Bisa Bereskan Utang dari Era Jokowi”.
Dalam artikel tersebut membahas mengenai mayoritas pengguna media sosial yang meragukan Prabowo Subianto mampu melunasi utang dari era Presiden Joko Widodo.
Sebagai informasi, Pemerintah Indonesia mempunyai utang jatuh tempo pada 2025 sebesar Rp 800 triliun.
Baca juga:
[HOAKS atau FAKTA]: Alfamart dan Indomaret Berikan Bantuan Makanan untuk Tentara Israel
Direktur Pengembangan Big Data INDEF, Eko Listiyanto, mengatakan sebanyak 72,5% netizen pesimistis Prabowo dapat menyelesaikan utang warisan Jokowi. Eko menjelaskan risetnya ini melibatkan sebanyak 18.977 pengguna akun media sosial di X.
Sementara itu, dikutip dari Kontan.co.id berdasarkan dokumen Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), utang pemerintah hingga 30 April 2024 baru tercatat Rp 8.338,43 triliun, dengan demikian klaim yang mengatakan jika utang Indonesia sudah tembus Rp 12 ribu triliun adalah tidak benar.
Kesimpulan
Faktanya isi video tersebut hanya mengenai mayoritas pengguna media sosial yang meragukan Prabowo Subianto mampu melunasi utang dari era Presiden Joko Widodo.
Sementara itu, berdasarkan dokumen Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), utang pemerintah hingga 30 April 2024 belum menyentuh angka Rp 12 ribu triliun. (Knu)