[HOAKS atau FAKTA]: Makan Sambil Berdiri Sebabkan Makanan Langsung Masuk ke Usus

Zulfikar SyZulfikar Sy - Selasa, 16 November 2021
[HOAKS atau FAKTA]: Makan Sambil Berdiri Sebabkan Makanan Langsung Masuk ke Usus

Tangkapan layar soal hoaks makan sambil berdiri sebabkan makanan langsung masuk ke usus. (Foto: MP/Turnbackhoax.id)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Beredar sebuah informasi dalam bentuk flyer yang menjelaskan terkait 4 alasan untuk tidak makan sambil berdiri.

Salah satunya, makan sambil berdirii diklaim akan menyebabkan makanan yang dimakan akan langsung memasuki usus dan mengakibatkan meningkatnya tekanan. Informasi tersebut beredar di akun Instagram @kimiafarmadepok.

SUMBER: Instagram

https://bit.ly/3wKHSPK

Link Arsip

(https://turnbackhoax.id/wp-content/uploads/2021/11/SALAH-Makan-Sambil-Berdiri-Menyebabkan-Makanan-Akan-Langsung-Masuk-Ke-Usus.pdf)

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA] Palopo Bakal Dilanda Bencana Besar

NARASI:

“4 Alasan Untuk Tidak Makan Sambil Berdiri

Mempengaruhi Pencernaan.

Makanan akan langsung memasuki usus

Mengakibatkan meningkatnya tekanan di usus.

Mendorong Makan Berlebih

Proses pencernaan akan bekerja lebih cepat, otak tidak tahu perut sudah kenyang atau belum.

Cepat Merasa Lapar

Makan dalam posisi berdiri dapat membuat sistem pencernaan 30% lebih cepat.

Kembung

Usus hanya memiliki sedikit waktu untuk menyerap makanan, dan menghasilkan gas penyebab kembung.”

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA]: Kebakaran Kilang Cilacap Menyebabkan Kelangkaan BBM

FAKTA:

Setelah ditelusuri informasi tersebut keliru. Faktanya, makan sambil berdiri tidak menyebabkan makanan langsung masuk ke usus.

Dilansir dari Alodokter, makan sambil berdiri memiliki efek bagi kondisi tubuh, salah satunya menyebabkan gangguan sistem pencernaan.

Kerja sistem pencernaan di dalam tubuh dipengaruhi oleh posisi tubuh ketika makan. Makan sambil berdiri dapat membuat lambung mengosongkan isi perut terlalu cepat.

Hal ini membuat lambung tidak punya waktu banyak untuk memecah zat-zat dalam makanan, sehingga nutrisi yang dicerna dan diserap oleh usus menjadi tidak maksimal.

Selain itu, gangguan pencernaan paling sering dialami oleh orang yang gemar menyantap makanan sambil berdiri. Gangguan ini disebabkan karena partikel makanan tidak dapat dipecah dengan baik dan tetap tertahan di dalam usus.

Dengan begitu, makan sambil berdiri tidak menyebabkan makanan langsung memasuki usus.

Makanan yang dicerna tetap melalui sistem pencernaan pada umumnya, makanan diproses dimulut - kerongkongan - lambung - usus. Namun, yang membedakan hanya proses di masing-masing sistem pencernaan.

KESIMPULAN:

Berdasarkan seluruh referensi, klaim makan sambil berdiri menyebabkan makanan langsung masuk ke usus adalah hoaks dengan kategori konteks yang salah. (Knu)

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA]: Anies Terancam Dipenjara akibat Melanggar Aturan

##HOAKS/FAKTA
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Kemendikbud Larang Guru Punya Barang Mewah karena Tak Pantas
Beredar informasi yang menyebut Kemendikbud akan melarang guru memiliki barang mewah. Cek Kebenaran informasinya!
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 29 September 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Kemendikbud Larang Guru Punya Barang Mewah karena Tak Pantas
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Gibran Minta MBG Dihentikan
Beredar informasi di media sosial yang menyebut Wapres Gibran Rakabuming Raka meminta program Makan Bergizi Gratis (MBG) dihentikan.
Frengky Aruan - Senin, 28 September 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Gibran Minta MBG Dihentikan
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Pasca Tak Jadi Menkeu, Purbaya Kini Jabat Dirjen Bea Cukai
Beredar isu di media sosial, eks Menkeu Purbaya dilantik menjadi Dirjen Bea Cukai. Cek kebenaran informasinya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 24 September 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Pasca Tak Jadi Menkeu, Purbaya Kini Jabat Dirjen Bea Cukai
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Aturan Baru, Tarif Parkir di Jakarta Rp 60 Ribu Per Jam
Beredar unggahan yang menyebut tarif parkir mobil di Jakarta kini menjadi Rp 60 ribu per jam. Cek kebenaran informasinya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 24 September 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Aturan Baru, Tarif Parkir di Jakarta Rp 60 Ribu Per Jam
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Pembangunan IKN Dihentikan, Anggaran Dialihkan Buat MBG
Hasil pencarian hanya memberitakan jika pembangunan IKN hanya sekali dilaporkan berhenti sementara, yakni pada 10 Agustus 2024 lalu.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 17 September 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Pembangunan IKN Dihentikan, Anggaran Dialihkan Buat MBG
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] : Toko Harian yang Dekat dengan Kopdes Merah Putih Dipaksa Ditutup
Video yang dibagikan merupakan video petugas penertiban PPKM yang bersitegang dengan pemilik warung kopi di Bandar Lampung pada Juli 2021.
Dwi Astarini - Rabu, 16 September 2026
[HOAKS atau FAKTA] : Toko Harian yang Dekat dengan Kopdes Merah Putih Dipaksa Ditutup
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Dunia Tempatkan Indonesia Jadi Negara Termiskin 2026
Klasifikasi resmi World Bank sendiri menempatkan Indonesia di kelompok negara berpenghasilan menengah-atas, bukan negara paling miskin.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 10 September 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Dunia Tempatkan Indonesia Jadi Negara Termiskin 2026
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] : Kota Malang Resmi Tolak MBG
Narasi itu merujuk pada peristiwa yang terjadi hampir tiga bulan sebelumnya, yakni aksi demonstrasi mahasiswa di Kota Malang pada Senin (15/6).
Dwi Astarini - Selasa, 08 September 2026
[HOAKS atau FAKTA] : Kota Malang Resmi Tolak MBG
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Indonesia Resmi Keluar dari Keanggotaan World Bank
Beredar konten yang menyebut Indonesia keluar dari keanggotaan World Bank. Cek kebenaran informasinya.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 07 September 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Indonesia Resmi Keluar dari Keanggotaan World Bank
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA ]: Pemerintah Enggan Keluarkan Anggaran untuk Tangani Karhutla Kalimantan karena Efisiensi
Beredar informasi yang menyebut pemerintah enggan mengeluarkan anggaran untuk penanganan karhutla di Kalimantan. Cek informasinya.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 04 September 2026
[HOAKS atau FAKTA ]: Pemerintah Enggan Keluarkan Anggaran untuk Tangani Karhutla Kalimantan karena Efisiensi
Bagikan