[HOAKS atau FAKTA]: Kerokan Kulit Batang Pohon Mangga Bisa Obati Sakit Gigi
Tangkapan layar hoaks.
MerahPutih.com - Beredar informasi di media sosial Facebook klaim efektifnya kerokan kulit batang pohon mangga yang dicampur dengan garam dapur dan air hangat, bisa mengobati sakit gigi.
Mulanya campuran tersebut akan terasa menyiksa, namun setelahnya bisa menyembuhkan sakit gigi sepenuhnya.
Baca Juga:
FAKTA
Berkumur-kumur menggunakan zat apapun tidak akan mengobati gigi, terlebih gigi yang rusak atau berlubang. Sakit gigi pada gigi berlubang bisa diatasi dengan menambal gigi tersebut atau dengan mencabutnya secara permanen.
"Menurut dari keilmuan kedoktearn tidak masuk akal sih. Kalau gigi lubang, artinya jaringan giginya udah rusak, solusinya dibersihkan jaringan yang rusak tadi dan diganti dengan bahan tambalan," kata Orthodontist Griya DR Sony Jakarta, drg. Adianti.
KESIMPULAN
Informasi bahwa menggunakan kulit batang pohon mangga yang dicampurkan dengan bahan lainnya bisa mengobati sakit gigi tidaklah benar. Informasi ini masuk dalam kategori sesat. (Asp)
Baca Juga:
[HOAKS atau FAKTA]: Tiket Masuk Borobudur Naik Karena Ada Patung Presiden
Bagikan
Asropih
Berita Terkait
[HOAKS atau FAKTA]: Sekolah Libur Ramadan 16-23 Februari, Lebaran 16-29 Maret
[HOAKS atau FAKTA]: Menkeu Purbaya Naikkan Jumlah Uang Pensiunan sebesar 12 Persen
[HOAKS atau FAKTA]: PSI Usung Gibran-Kaesang Duet Capres-Cawapres Pilpres 2029
[HOAKS atau FAKTA] : Sering Main Ponsel di Ruangan Gelap Bisa Bikin Kebutaan pada Mata
[HOAKS atau FAKTA]: Pilpres 2029, PDIP 'Colong Start' Usung Hasto Jadi Capres
[HOAKS atau FAKTA]: Siswa Dilarang Mengeluh Soal Rasa dan Kualitas Makan Begizi Gratis
[HOAKS atau FAKTA]: BGN Ancam Siswa Tak Komplain dan Viralkan Rasa Makan Bergizi Gratis
[HOAKS atau FAKTA]: Prabowo Jual Laut dan Hutan di Sumatra ke Inggris Seharga Rp 90 Triliun
[HOAKS atau FAKTA]: Jokowi Berwasiat Agar Gibran dan Kaesang Jadi Pasangan Capres-Cawapres di Pemilu 2029
[HOAKS atau FAKTA]: Pengakuan Kezia Syifa Jadi Tentara AS karena Dapat Gaji Besar dan Merasa Dipersulit di Indonesa