[HOAKS atau FAKTA]: Indonesia tak Mampu Lunasi Utang Whoosh, China Ambil Alih Kepemilikan Natuna Riau
Unggahan soal Indonesia tak mampu lunasi utang Whoosh. Foto: Turn Back Hoax
MerahPutih.com - Polemik utang kereta cepat Jakarta-Bandung, Whoosh, kini tengah viral di media sosial.
Salah satunya beredar informasi yang menyebutkan, bahwa Presiden RI, Prabowo Subianto, kaget saat membaca klausul utang proyek yang dibantu China itu.
Akun Facebook “Tory Job” menyebutkan, China meminta pulau Natuna Utara, Riau, sebagai jaminan utang jika Indonesia tak mampu membayar utang.
Unggahan tersebut juga menyinggung sosok Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, dalam perjanjian.
Baca juga:
[HOAKS atau FAKTA]: DPR Dibubarkan Karena Dianggap Tak Berguna dan Selalu Menghalangi Rakyat
NARASI
“Prabowo terkaget-kaget dengan perjanjian disaat jokowi masih berkuasa
CINA AKAN MEMINTA NATUNA UTARA KARENA TERTUANG DALAM PERJANJIAN ANTARA JOKOWI DAN CINA, KALAU INDONESIA TIDAK BISA BAYAR KERETA CEPAT.
Inilah salah satu maksud Pak Prabowo, selalu dibikin TERKAGET-KAGET…
Sehat selalu Pak Prabowo rakyat mendukung..”
Unggahan itu juga disertai takarir:
“Perjanjian jokowi sangat berani”
Kemudian, unggahan ini telah mendapat lebih dari 4.800-an tanda suka dan 1.200-an komentar.
Baca juga:
[HOAKS atau FAKTA]: Enggak Ada Angin dan Hujan, Tiba-Tiba Zinedine Zidane Tangani Timnas Indonesia
FAKTA
Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) memasukkan kata kunci “perjanjian Jokowi-China: Natuna Utara sebagai jaminan utang Whoosh” ke mesin pencarian Google.
Hasil penelusuran pun mengarah ke sejumlah video, antara lain:
YouTube Mahfud MD Official “MAHFUD MD TENTANG PRAPERADILAN NADIEM & PK SILFESTER”, tayang Selasa (14/10/2025).
Pada video ini, mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD, mewanti-wanti risiko gagal bayar utang kereta cepat Whoosh.
Baca juga:
Menurutnya, jika Indonesia gagal membayar utang itu, maka China berpeluang meminta kompensasi yang sangat merugikan negara. Misalnya, kompensasi berupa pengambilalihan kepemilikan Natuna Utara.
Jadi, kompensasi kepemilikan Natuna Utata hanya asumsi narasumber.
Sepanjang penelusuran, tidak ditemukan informasi dari sumber kredibel yang membenarkan klaim “perjanjian Jokowi dan China: Natuna Utara sebagai Jaminan Utang Kereta Cepat Whoosh”.
KESIMPULAN
Tidak ada informasi resmi atau pemberitaan kredibel yang membenarkan klaim.
Unggahan video berisi klaim “perjanjian antara Jokowi dan China: Natuna Utara sebagai jaminan utang kereta cepat Whoosh” merupakan konten palsu. (knu)
Bagikan
Joseph Kanugrahan
Berita Terkait
Hemat 43% Selama Libur Panjang Isra Mikraj, Tiket Whoosh Laris Manis
[HOAKS atau FAKTA]: Seperti Venezuela, Donald Trump Ancam Tangkap Prabowo jika Lakukan Perusakan Terhadap Alam
Long Weekend Isra Mikraj, Jumlah Penumpang Kereta Cepat Whoosh Meningkat
[HOAKS atau FAKTA]: Hakim PN Surakarta Pastikan Ijazah Jokowi Palsu
[HOAKS atau FAKTA]: Dedi Mulyadi Disambut Ribuan Orang saat Tiba di Lokasi Bencana Sumatra
[HOAKS atau FAKTA]: Penularan Virus Super Flu Dinilai Lebih Cepat dan Berbahaya dari COVID-19
[HOAKS atau FAKTA]: Bahlil Asyik Berjoget di Tengah Duka Korban Bencana Sumatra
[HOAKS atau FAKTA]: Pemerintah Australia Bagi-bagi Uang untuk Modal Usaha, Dititip Lewat Kementerian Agama
[HOAKS atau FAKTA]: Megawati Kepincut Menkeu Purbaya, Tawari Masuk PDIP dan Dijadikan Ketua Partai
Whoosh Angkut 362 Ribu Penumpang Selama Nataru, Keterlambatan Masih Terjadi