[HOAKS atau FAKTA]: Gibran Batal Dilantik karena Singgung Prabowo dan Anakny

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Kamis, 12 September 2024
[HOAKS atau FAKTA]: Gibran Batal Dilantik karena Singgung Prabowo dan Anakny

Beredar sebuah video dari channel Youtube Infotama News bernarasikan Gibran sampai gagal dilantik (Turn back hoax)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Polemik soal akun Kaskus Fufufafa tengah viral di media sosial karena dikaitkan dengan Wakil Presiden terpilih Gibran Rakabuming Raka.

Penyebabnya, akun itu diduga pernah menulis status yang menyinggung Presiden terpilih Prabowo Subianto dan keluarganya. Sontak, beragam unggahan yang mengomentari akun tersebut banyak muncul di media sosial.

Salah satunya, beredar sebuah video dari channel Youtube Infotama News bernarasikan Gibran sampai gagal dilantik sebagai wakil presiden setelah ketahuan menyinggung Prabowo Subianto dan anaknya, Didit Hadiprasetyo. Video tersebut diunggah pada 3 September 2024.

Namun, unggahan tersebut tak mencantumkan informasi resmi yang menyatakan Gibran gagal dilantik.

NARASI

GEMP4RR!! GIBRAN G4G4L DIL4NTIK SETELAH KETHU4N HINA PR4BOWO DAN ANAKNYA ~ BREAKING NEWS

Baca juga:

[HOAKS atau FAKTA]: Kaesang Hilang dan Masuk DPO

FAKTA

Setelah dilakukan penelusuran oleh Turn Back Hoaks (Mafindo), informasi tersebut adalah hoaks.

Dalam video tersebut hanya menampilkan cuplikan dari beberapa video berbeda yang digabung menjadi satu dan tidak mendukung klaim narasi yang beredar.

Narator dalam video hanya membacakan ulang artikel dari jawapos.com berjudul “Kronologi Trending Topik Fufufafa yang Diduga Ditulis oleh Gibran Rakabuming Raka”.

Dalam artikel ini membahas tentang akun Kaskus bernama “Fufufafa” jadi trending di media sosial Twitter (X) yang menjelekkan Prabowo Subianto.

Baca juga:

[HOAKS atau FAKTA] : Minuman Keras Orang Tua dalam Kemasan Saset Beredar di Pasaran

Akun Kaskus tersebut diduga milik Gibran Rakabuming Raka. Lalu, tak ada informasi resmi dari pemerintah soal pembatalan pelantikan Gibran 20 Oktober mendatang.

Dengan demikian, narasi dengan klaim Gibran gagal dilantik setelah ketahuan hina Prabowo dan anaknya tidak terbukti dan termasuk ke dalam konten hoaks.

KESIMPULAN

Tidak ditemukan informasi valid terkait Gibran gagal dilantik setelah ketahuan hina Prabowo dan anaknya.

Video tersebut hanya berisi gabungan dari beberapa cuplikan video berbeda yang ditambahi dengan narasi yang menyesatkan. (Knu)

##HOAKS/FAKTA #Penyebar Hoaks
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Jogging di Area Tertentu Akan Dipungut Pajak
Pemerintah dikabarkan akan memungut pajak untuk masyarakat yang ingin jogging.
Yusuf Abdillah - Kamis, 20 Agustus 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Jogging di Area Tertentu Akan Dipungut Pajak
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Gaji Manajer Koperasi Desa Merah Putih Capai Rp16 Juta per Bulan
Beredar informasi di media sosial yang menyebut, gaji manajer Koperasi Desa Merah Putih mencapai Rp16 juta. Cek kebenaran informasinya.
Yusuf Abdillah - Rabu, 19 Agustus 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Gaji Manajer Koperasi Desa Merah Putih Capai Rp16 Juta per Bulan
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Bank Indonesia Cetak Uang Baru untuk Dukung Asta Cita Prabowo
BI memastikan tidak ada pencetakan uang baru untuk mendanai program-program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto melalui Asta Cita.
Frengky Aruan - Sabtu, 15 Agustus 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Bank Indonesia Cetak Uang Baru untuk Dukung Asta Cita Prabowo
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Ikut Peringatan HUT RI di Istana Negara Harus Bayar
Beredar informasi peserta Peringatan HUT ke-81 RI di Istana Negara dipungut bayaran. Cek kebenaran informasinya.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 12 Agustus 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Ikut Peringatan HUT RI di Istana Negara Harus Bayar
Indonesia
Warga Diminta Tidak Terprovokasi Jelang Peringatan HUT Kemerdekaan Ke-81 Republik Indonesia
Panglima meminta masyarakat tidak mudah mempercayai kabar yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Masyarakat juga diminta melaksanakan aktivitas seperti biasa.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 10 Agustus 2026
Warga Diminta Tidak Terprovokasi Jelang Peringatan HUT Kemerdekaan Ke-81 Republik Indonesia
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] : Pemerintah Larang Toko dan Warung Dibangun Dekat Kopdes Merah Putih
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Yandri Susanto memastikan kehadiran Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih tidak akan mematikan usaha warung kelontong.
Dwi Astarini - Rabu, 05 Agustus 2026
[HOAKS atau FAKTA] : Pemerintah Larang Toko dan Warung Dibangun Dekat Kopdes Merah Putih
Indonesia
Polda Metro Jaya Amankan Perempuan Diduga Sebarkan Hoaks Ajakan Demo Jelang HUT ke-81 RI
Polisi mengamankan seorang perempuan yang diduga menyebarkan informasi palsu terkait ajakan demonstrasi menjelang HUT ke-81 RI.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 05 Agustus 2026
Polda Metro Jaya Amankan Perempuan Diduga Sebarkan Hoaks Ajakan Demo Jelang HUT ke-81 RI
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Bahlil Tegaskan Pemilik Kulkas, AC, TV dan Sepeda akan Dikenai Pajak Tahun Depan
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dikabarkan akan menerapkan pajak untuk TV, Kulkas, hingga AC. Cek kebenaran informasinya.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 04 Agustus 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Bahlil Tegaskan Pemilik Kulkas, AC, TV dan Sepeda akan Dikenai Pajak Tahun Depan
Indonesia
Komdigi Cermati Platform Medsos, Minta Warga Waspadai Konten Hoaks Jelang HUT RI
Konten-konten hoaks yang beredar saat ini, bisa menimbulkan keresahan dan ketakutan bagi anggota masyarakat awam yang kurang berhati-hati
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 03 Agustus 2026
Komdigi Cermati Platform Medsos, Minta Warga Waspadai Konten Hoaks Jelang HUT RI
Indonesia
Kementerian Komdigi Diminta Segera Tindak Tegas Akun Penyebar Hoaks Hingga Disinformasi
Negara tidak boleh membiarkan ruang digital dipenuhi informasi yang sengaja dipelintir, dimanipulasi, atau disebarkan tanpa dasar
Angga Yudha Pratama - Senin, 03 Agustus 2026
Kementerian Komdigi Diminta Segera Tindak Tegas Akun Penyebar Hoaks Hingga Disinformasi
Bagikan