Kesehatan Mental

Hidup Senang dengan Hormon Kebahagiaan

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Minggu, 19 September 2021
Hidup Senang dengan Hormon Kebahagiaan

Cara-cara untuk memperoleh senyawa kebahagiaan. (sumber: pexels/Karolina Grabowska)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

HORMON adalah bahan kimia yang diproduksi oleh berbagai kelenjar di seluruh tubuh kamu. Mereka mengalir dalam darah yang berguna membawa pesan dan berperan dalam banyak proses tubuh.

Salah satu fungsi penting dari hormon ialah mengatur suasana hati kamu. Hormon tertentu diketahui membantu meningkatkan perasaan positif, termasuk kebahagiaan dan kesenangan.

Baca Juga:

Bahagia, Kunci Jitu Jauhi Flu

Hormon bahagia ini meliputi dopamin, serotonin, oksitosin, dan endorfin, demikian dilansir dari laman Healthline. Nah, kamu bisa meningkatkan hormon-hormon ini pada tubuh kamu dengan cara ini:

1. Dopamin

Menikmati makanan enak dapat meningkatkan hormon dopamin. (sumber: pexels_paveldanilyuk)

Dopamin adalah hormon dan neurotransmitter yang merupakan bagian penting dari sistem penghargaan otak kamu. Dopamin dikaitkan dengan sensasi yang menyenangkan bersama dengan pembelajaran, memori, fungsi sistem motorik, dan banyak lagi.

Kamu bisa memperoleh hormon kebahagiaan ini melalui makan enak, tidur yang cukup, dan mandi air hangat. Kenikmatan dalam makanan dapat memicu pelepasan dopamin bersama dengan endorfin.

2. Serotonin

Kamu bisa memperoleh hormon serotonin dengan berjemur di bawah matahari. (sumber: pexels/riciardus)

Serotonin merupakan hormon yang dapat membantu untuk mengatur suasana hati kamu, pola tidur, nafsu makan, pencernaan, kemampuan belajar, dan ingatan kamu. Kamu bisa meningkatkan hormon ini dengan pergi keluar rumah.

Menghabiskan waktu di bawah sinar matahari menjadi salah satu cara untuk mendapatkan hormon serotonin. Selain meningkatkan hormon serotonin, ini juga berlaku pada endorfin. Kamu bisa lakukan ini 10-15 menit dalam sehari. Serotonin bisa kamu dapatkan juga dengan cara berdoa atau beribadah dan menikmati keindahan alam.

Baca Juga:

Kapan Hypnoterapi Dibutuhkan Seseorang?

3. Oksitosin

Berbagi cerita bisa meningkatkan hormon oksitosin kamu. (sumber: pexels/Ketut Subiyanto)

Oksitosin biasa dikenal sebagai hormon cinta. Oksitosin ini sangat penting untuk melahirkan, menyusui, serta ikatan orang tua dan anak yang kuat. Hormon ini juga dapat membantu meningkatkan kepercayaan, empati, dan ikatan dalam hubungan.

Cara yang dapat kamu lakukan untuk meningkatkan hormon oksitosin yakni dengan berbagi cerita, sentuhan fisik, dan melakukan kebaikan.

4. Endorfin

Kamu bisa meningkatkan hormon endorfin dengan berolahraga. (sumber: pexels/jonathan borba)

Endorfin adalah pereda nyeri alami tubuh kamu yang diproduksi tubuh sebagai respon terhadap tingkat stres atau ketidaknyamanan. Tingkat endorfin ini akan meningkat jika kamu berolahraga, tertawa, dan mendengarkan musik.

Dengan berolahraga, secara tidak langsung kamu meningkatkan hormon endorfin. Peningkatan ini terjadi lantaran aktivitas fisik yang teratur. Selain olahraga, tertawa juga menjadi salah satu cara untuk memperbaiki suasana hati. (cil)

Baca Juga:

Pandemi Tidak Pengaruhi Peringkat Negara Paling Bahagia di Dunia

#Kesehatan Mental #Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Lifestyle
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Dokter Citra Poerwa menjelaskan kaitan stres finansial dengan kesehatan mental dan fisik serta pentingnya skala prioritas bagi sandwich generation.
Soffi Amira - Minggu, 25 Oktober 2026
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
ShowBiz
Britney Spears Kenang 15 Tahun Bekerja Tanpa Henti, Ungkap Kepahitan soal Kebebasan Pribadi
Britney Spears mengenang 15 tahun bekerja tanpa henti, masa konservatori, dan keinginannya menjalani hidup dengan lebih bebas.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 14 Oktober 2026
Britney Spears Kenang 15 Tahun Bekerja Tanpa Henti, Ungkap Kepahitan soal Kebebasan Pribadi
Lifestyle
Anak Sering Main Roblox? Begini Cara Cegah Kecanduan dan Jaga Kewarasan Mentalnya
Khawatir anak kecanduan atau kena cyberbullying? Simak panduan lengkap dan fitur pengawasan orang tua dari Roblox untuk menjaga kesehatan mental anak saat main gim online.
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 10 Oktober 2026
Anak Sering Main Roblox? Begini Cara Cegah Kecanduan dan Jaga Kewarasan Mentalnya
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Bagikan