Kesehatan

Hati-hati, Perempuan Muda dengan Obesitas Berisiko Tinggi Kanker Usus

Muchammad YaniMuchammad Yani - Jumat, 12 Oktober 2018
Hati-hati, Perempuan Muda dengan Obesitas Berisiko Tinggi Kanker Usus

Usia muda mempengaruhi risiko kanker usus (Sumber: University Cancer Centers)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BAGI kamu yang merasa masih muda dengan tubuh gemuk, ada kabar buruk. Dilansir dari Nytimes, Jumat (12/10), sebuah penelitian mengatakan perempuan muda dengan berat badan berlebih sangat berisiko terserang kanker usus besar.

Penelitian yang dipublikasikan JAMA (Journal of the American Medical Association) Oncology itu melacak kondisi kesehatan secara prospektif lebih dari 85 ribu perempuan selama 22 tahun.

Hasilnya, kasus kanker meningkat di perempuan berusia di bawah 50 tahun. Sementara kasus tersebut menurun ketika orang sudah tua. Sayangnya belum diketahui pasti penyebab kenapa perbedaan usia mempengaruhi kanker.

Berat badan mempengaruhi risiko kanker usus (Pixabay/sisdahgoldenhair)
Berat badan mempengaruhi risiko kanker usus (Foto: Pixabay/sisdahgoldenhair)

Para peneliti menemukan terdapat 114 kasus kanker usus besar pada perempuan usia di bawah 45 tahun. Perempuan dengan kelebihan berat badan beresiko besar terkena serangan kanker usus sejak dini.

Hal itu karena perempuan dengan berat badan normal memiliki indeks massa tubuh antara 18,5 - 22,9. Jika indeks massa tubuh lebih dari 30 maka risiko terena penyakit tersebut meningkat sebanyak 93 persen.

Berat badan di usia sekitar 18 tahun juga berhubungan dengan kanker usus. Usia tersebut rentan terkena kanker usus dibandingkan perempuan yang usianya lebih tua. Namun ketika perempuan berusia sekitar 18 tahun dan memiliki berat badan tinggi, risikonya akan bertambah sebesar dua kali lipat.

Usia dan berat badan mempengaruhi risiko kanker usus (Sumber: Mayo Clinic)
Usia dan berat badan mempengaruhi risiko kanker usus (Foto: Mayo Clinic)

"Kami memiliki skrining yang baik dan deteksi dini untuk kanker payudara pada perempuan muda, namun tidak untuk kanker usus besar," kata pungkas penulis senior Yin Cao, lektor di Washington University Medical School.

"Saat ini tidak ada skrining untuk kanker usus besar bagi orang yang berusia di bawah 50 tahun. Beberapa dokter berdebat mengenai penurunan usia menjadi 45 tahun," lanjutnya. (yani)

#Kanker #Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Muchammad Yani

Lebih baik keliling Indonesia daripada keliling hati kamu
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Indonesia
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Pemerintah mengatakan manfaat program CKG berpotensi mencegah satu dari empat kasus stroke dan penyakit kardiovaskular pada 2035.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
ShowBiz
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Tanpa ragu, Jisoo mengambil sekotak susu kedelai.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Bagikan