MerahPutih.com - Rencana pemerintah yang akan mengubah status pandemi COVID-19 di Indonesia menjadi endemi harus memiliki dasar aturan dan standar negara. Standar dan aturan tersebut juga harus disosialisasikan.
"Terkait perubahan pandemi ke endemi di Indonesia tentu harus ada aturan serta standar dari negara yang disepakati dan disosialisasikan ke semua pihak. Misal, tingkat kematian dan penyebarannya berapa persen,” kata Wakil Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian, Rabu (9/3).
Baca Juga:
Kapolri Beberkan Langkah Indonesia Beralih dari Pandemi ke Endemi COVID-19
Legislator Partai Golkar itu mengatakan, rencana kebijakan pergantian status pademi ke endemi masih dalam pemantauan.
"Sampai saat ini, pemerintah dan para pakar masih memantau perkembangan virus untuk menentukan hal tersebut,” pungkasnya.
Pemerintah sedang berencana mengubah status pandemi COVID-19 menjadi endemi. Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin.
Rencana mengubah status itu berdasarkan arahan Presiden Jokowi dengan mempertimbangkan masukan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.
Catatan Kemenkes pada minggu ini menunjukkan, positivity rate nasional minggu mencapai 13.56 persen dan pada 7 Maret lalu mencatat positivity rate pertama kali di bawah 10 persen dalam 30 hari terakhir, yakni di angka 9,93 persen.
Kementerian Kesehatan mencatatkan kenaikan angka kesembuhan COVID-19 yang tinggi mencapai 55.128 pada Selasa (8/3), dibandingkan dengan 48.800 pada Senin (7/3).
Angka kesembuhan juga diikuti oleh jumlah kasus aktif yang terus turun dari 448.274 menjadi 422.892. Kondisi tersebut berimbas pada angka keterisian rumah sakit juga turun menjadi 27 persen secara nasional hari ini.
"Situasi pandemi nasional sangat terkait dengan situasi global. Situasi global turut menentukan apakah fase akut pandemi ini sudah berakhir atau masih berlanjut," kata Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kemenkes Siti Nadia Tarmizi. (Pon)
Baca Juga:
Syarat Tes PCR atau Antigen Dihapus, Riza: Kita Akan Masuk Endemi