PARA arkeolog di Livorno, Italia sedang menyusun kepingan-kepingan misteri besar yang dimulai dengan penemuan menakjubkan. Saat mendaki di area terbuka hutan Tuscan di timur laut Livorno, anggota Kelompok Arkeologi Paleontologi Livorno melihat beberapa koin berkilauan di tanah pada November 2021.
Setelah diperiksa dan digali lebih dekat, para peneliti menentukan bahwa temuan itu termasuk hampir 200 koin perak era Romawi. Hampir semuanya dalam kondisi baik, menjadikan ini salah satu dari sedikit timbunan koin kuno yang ditemukan utuh, menurut kelompok tersebut.
Baca Juga:
Italia Larang Bahasa Inggris, Menggunakannya Akan Didenda Rp 1,6 M
Tetapi penemuan itu menimbulkan sejumlah pertanyaan. Harta siapa itu? Dari siapa mereka menyembunyikannya? Mengapa mereka tidak kembali untuk itu?
Kelompok arkeologi, bersama dengan pejabat arkeolog untuk provinsi Pisa dan Livorno, Dr. Lorella Alderighi, telah menghabiskan lebih dari satu tahun untuk mengukur, menimbang, dan mendokumentasikan koin-koin tersebut, menurut rilis berita yang diposting di halaman Facebook- nya. Sekarang, para peneliti berpikir mereka memiliki beberapa jawaban.
Tidak mungkin untuk mengetahui dengan pasti siapa yang mengubur koin-koin itu kata Alderighi. Tetapi koin-koin itu kemungkinan besar adalah harta karun seorang mantan tentara yang bertugas selama Perang Sosial Roma dari tahun 91 hingga 88 SM dan selama perang saudara antara Sulla dan Marians dari tahun 83. sampai 82 SM.
“Harta karun ini adalah tentang nyawa seseorang, tabungan nyawa seorang prajurit dan harapannya untuk membangun ladangnya,” kata Alderighi seperti dilaporkan CNN.
“Namun, itu juga menceritakan kisah sedih, pemilik koin itu meninggal sebelum dia bisa mewujudkan mimpinya menggunakan tabungannya. Koin-koin itu menceritakan kisahnya.”
Baca Juga:
Italia Terapkan Denda untuk Turis yang Selfie Terlalu Lama di Portofino
Pemilik timbunan itu menguburnya di pot terakota, yang berfungsi sebagai semacam celengan. Koin paling awal di simpanan bertanggal 157 atau 156 SM, dan yang terbaru hingga 83 atau 82 SM, menurut rilis dari kelompok arkeologi.
"Selama waktu itu, 175 dinar akan menjadi gaji prajurit selama sekitar satu setengah tahun. Sekarang, harta karun itu bernilai sekitar 20.000 hingga 25.000 euro," kata Alderighi.
Koin-koin itu diawetkan dengan baik dalam keadaan terkubur. Hanya dua yang retak, tetapi dapat dipasang kembali.
Mempelajari mereka dapat memberi kita lebih banyak latar belakang tentang sejarah koin dan bagaimana orang menggunakannya.
“Ini adalah salah satu dari sedikit timbunan koin kuno yang ditemukan utuh dan memberikan banyak informasi numismatik, sejarah, dan sosial,” tambahnya.
Timbunan harta karun itu akan segera dipajang dalam pameran di Museum Sejarah Alam Mediterania di Livorno dari 5 Mei hingga 2 Juli. (dsh)
Baca Juga: