Hari Pers Nasional, PWI Bentuk Jaringan Wartawan Antihoax

Luhung SaptoLuhung Sapto - Kamis, 09 Februari 2017
Hari Pers Nasional, PWI Bentuk Jaringan Wartawan Antihoax

Aksi damai Pokja Wartawan Depok dalam memperingati Hari Pers Nasional. (Foto: MerahPutih/Noer Ardiansjah)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Peredaran berita bohong atau hoax melalui sosial media kian masif sehingga semakin mengkhawatirkan. Masyarakat tak bisa lagi membedakan antara berita benar dan hoax.

Terkait dengan fenomena sosial media dan hoax, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Margiono mengatakan PWI telah membentuk wartawan jaringan antihoax yang disingkat Jawah (dalam bahasa Jawa yang berarti hujan).

"Tapi, jangan disingkat jadi jaringan wartawan Ahok atau sebaliknya jadi Jangan Ahok Yach..," kata Margiono melontarkan candaan di sela Peringatan Hari Pers Nasional 2017 yang dihadiri wartawan merahputih.com Bekti Nugroho di lapangan Polda Maluku, Ambon, Maluku, Kamis (9/2).

Menurut Margiono, sudah saatnya media mainstream (arus utama) bertindak dalam menangkal dan mengantisipasi berita hoax.

"Untuk itu pada kesempatan ini, Kami kemarin telah menghadirkan para pembicara dari berbagai pihak untuk melawan fenomena hoax. Ada para tokoh IT, para wartawan senior dan juga tidak ketinggalan dari unsur Pemerintah. Termasuk Pak Luhut ini yang ditakuti para penyebar hoax," ucap Margiono.

Margiono menambahkan jaringan wartawan antihoax ini nantinya akan membuat sel-sel hingga ke daerah Untuk memerangi hoax dengan berita-berita yang benar dan sesuai fakta.

Sementara itu, Ketua Dewan Pers Yoseph Adi Prasetyo mengatakan kebenaran fakta saat ini bisa saja tertutup oleh berita-berita hoax, yang marak bermunculan. Hoax bukan saja memuat kebohongan tapi juga kadang berisi fitnah dan memecah belah masyarakat.

"Masyarakat jadi bingung untuk membedakan mana berita benar dan mana yang salah. Sosmed menjadi arena untuk menjelek-jelekan orang dan sarat kepentingan politik. Untuk itu masyarakat pers harus melawan dengan azas profesionalitas: mengikatkan diri dengan nilai-nilai moral dan etika profesi," katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Stanley, panggilan akrab Yoseph Adi Prasetyo, Dewan Pers juga mendorong verifikasi perusahaan media dengan melakukan kerjasama dengan Serikat Pekerja Penerbit Surat Kabar (SPS) untuk melakukan verikasi perusahaan pers sesuai dengan Piagam Palembang tangal 9 Februari 2010.

"Paling tidak perusahaan pers harus meratifikasi empat peraturan Dewan Pers: Kode Etik Jurnalistik, Standar Perusahaan Pers, Standar Perlindungan Profesi Wartawan dan Standar Kompetensi Wartawan. Hingga saat ini dari ribuan perusahaan pers sudah ada 74 perusahaan pers yang telah memenuhi proses verifikasi perusahaan.

Dalam kesempatan itu turut hadir Presiden Joko Widodo bersama sejumlah pejabat negara seperti Ketua MPR Zulkifli Hasan dan beberapa duta besar negara tetangga. Sejumlah tokoh pemilik perusahaan media pun turut hadir seperti Chairul Tanjung, Surya Paloh, dan Harry Tanoesoedibjo.

Sejumlah menteri juga menyertai, di antaranya Menkominfo Rudiantara, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Kesehatan Nila Moeloek, dan Menteri Pariwisata Arief Yahya.

Rangkaian acara HPN 2017 di Kota Ambon diawali dengan beberapa kegiatan antara lain, pembukaan pameran atau expo Hari Pers Nasional 2017 pada 7 Februari 2017, acara Talkshow IKWI, seminar inovasi pelayanan publik, serta konferensi kerja nasional pengurus PWI pusat dan PWI daerah serta diskusi publik HPN.

Selain itu ada kegiatan bakti sosial IKWI, kegiatan menanam bibit mangrove, workshop sekolah Jurnalistik Indonesia, serta acara konvensi nasional media massa terkait peluang dan tantangan dengan pembicara sejumlah menteri dan pemilik perusahaan media.

#Hari Pers Nasional #Berita Hoax #Persatuan Wartawan Indonesia
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Luhung Sapto

Penggemar Jones, Penjelajah, suka makan dan antimasak
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Benarkah Prabowo dan Gibran Ambil Alih Pengesahan RUU Perampasan Aset?
Presiden RI, Prabowo Subianto dan Wapres RI, Gibran Rakabuming Raka, dikabarkan mengambil alih pengesahan RUU Perampasan Aset.
Soffi Amira - Selasa, 11 Agustus 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Benarkah Prabowo dan Gibran Ambil Alih Pengesahan RUU Perampasan Aset?
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Benarkah WNI yang Tidak Bayar Pajak Bakal Dicabut Status Kewarganegaraannya?
WNI yang tidak membayar pajak akan dicabut status kewarganegaraannya. Lalu, apakah informasi ini benar?
Soffi Amira - Jumat, 07 Agustus 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Benarkah WNI yang Tidak Bayar Pajak Bakal Dicabut Status Kewarganegaraannya?
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Viral Demo Ajakan Tidak Bayar Pajak, Ramai Jadi Perbincangan
Media sosial tengah viral adanya ajakan demo tidak bayar pajak. Lalu, apakah informasi ini benar?
Soffi Amira - Kamis, 06 Agustus 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Viral Demo Ajakan Tidak Bayar Pajak, Ramai Jadi Perbincangan
Indonesia
Pemerintah Telusuri Penyebar Video Hoaks Kerusuhan, Menko Polkam: Bakal Ditindak Tegas
Pemerintah kini menelusuri video hoaks kerusuhan di media sosial. Menko Polkam, Djamari Chaniago, akan menindak tegas penyebarnya.
Soffi Amira - Rabu, 05 Agustus 2026
Pemerintah Telusuri Penyebar Video Hoaks Kerusuhan, Menko Polkam: Bakal Ditindak Tegas
Indonesia
Jakarta Diterpa Isu Kerusuhan, Pramono: Kondisi Tetap Aman dan Nyaman
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, yakin Jakarta tetap aman di tengah adanya isu kerusuhan.
Soffi Amira - Selasa, 04 Agustus 2026
Jakarta Diterpa Isu Kerusuhan, Pramono: Kondisi Tetap Aman dan Nyaman
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Menteri ESDM Bahlil Kabarnya Bakal Sita TV karena Tidak Bayar Pajak, Benarkah?
Menteri ESDM, Bahlil Lahadaila, kabarnya akan menyita TV para penunggak pajak. Apakah informasi itu benar?
Soffi Amira - Minggu, 02 Agustus 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Menteri ESDM Bahlil Kabarnya Bakal Sita TV karena Tidak Bayar Pajak, Benarkah?
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Viral Emas 74 Kg Febrie Adriansyah Disebut Palsu, Begini Penjelasannya
Viral emas 74 kg milik Febrie Adriansyah disebut palsu. Lalu, apakah informasi tersebut dibenarkan?
Soffi Amira - Kamis, 30 Juli 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Viral Emas 74 Kg Febrie Adriansyah Disebut Palsu, Begini Penjelasannya
Dunia
[HOAKS atau FAKTA]: Viral Bendera Iran tak Dikibarkan di Pembukaan Piala Dunia 2026
Bendera Iran dikabarkan tak dikibarkan saat pembukaan Piala Dunia 2026. Apakah informasi ini benar?
Soffi Amira - Senin, 29 Juni 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Viral Bendera Iran tak Dikibarkan di Pembukaan Piala Dunia 2026
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: KPK Hentikan Kasus Korupsi MBG karena Dibekingi Pejabat
KPK dilaporkan menghentikan kasus korupsi MBG karena dibekingi pejabat. Lalu, apakah informasi ini bisa dibenarkan?
Soffi Amira - Sabtu, 27 Juni 2026
[HOAKS atau FAKTA]: KPK Hentikan Kasus Korupsi MBG karena Dibekingi Pejabat
Indonesia
Jasa Marga Bantah Kabar 28 Gerbang Tol Jakarta Kena Ganjil Genap, Begini Faktanya
Jasa Marga membantah kabar soal 28 gerbang tol di Jakarta kena ganjil genap. Penerapan tersebut tidak diberlakukan di jalan tol.
Soffi Amira - Jumat, 26 Juni 2026
Jasa Marga Bantah Kabar 28 Gerbang Tol Jakarta Kena Ganjil Genap, Begini Faktanya
Bagikan