Harga Masker Mahal, Menkes: Enggak Ada yang Nyari Turun Sendiri Harganya

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Minggu, 16 Februari 2020
Harga Masker Mahal, Menkes: Enggak Ada yang Nyari Turun Sendiri Harganya

Sejumlah warga memakai masker saat berjalan menuju stasiun bawah tanah kereta subway di Kota Beijing, China, Selasa (21/1/2020). ANTARA FOTO/REUTERS/Jason Lee/wsj.

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto angkat bicara soal mahalnya harga masker ditengah mewabahnya virus Corona.

Terawan menduga, harga masker mahal karena begitulah pasar menyikapi permintaan konsumen.

Baca Juga:

Bagaimana WNI di Singapura Sampai Bisa Terjangkit Virus Corona?

"Kalau orang nyari malah justru makin mahal. Kan begitu. Tapi kalau enggak ada yang nyari turun sendiri harganya," kata Terawan kepada wartawan, Minggu (16/2).

Terawan menegaskan bahwa melambungnya harga masker karena mekanisme pasar. "Kan begitu, tapi kalau enggak ada yang nyari turun sendiri harganya," ucap dia.

Ia meminta masyarakat tak perlu panik membeli masker hanya karena ancaman virus corona.

"(Masker) untuk yang sakit supaya tidak menulari orang lain kalau sakit. Kalau sehat enggak perlu (Pakai Masker)," ucap dia.

Masker mana yang lebih efektif menghalau virus corona? (Foto: Tech ARP)

Melonjaknya harga masker di Indonesia menjadi sorotan beberapa media internasional. Salah satunya Reuters yang menyoroti kenaikan hingga 10 kali lipat dari harga asli.

Sementara itu, media Pemerintah Singapura, Straits Times, dalam judul berita "Coronavirus: Price of a box of N95 masks cost more than a gram of gold in Indonesia" melaporkan bahwa harga satu kotak masker N95 sebanyak 20 lembar mencapai Rp 1,5 juta.

Baca juga:

Ketahui Fakta-Fakta Virus Corona

Harga tersebut melebihi nilai satu gram emas yang saat ini berkisar Rp 800.000.

Media ini juga melaporkan kenaikan harga lebih tinggi untuk masker biasa. Satu kotak berisi 50 lembar mencapai Rp 275.000 dengan harga normal kisaran Rp 30.000. (Knu)

#Virus Corona #Penyakit Corona #Pasien Corona
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Angga Yudha Pratama

Seorang jurnalis profesional, reporter senior, editor berita, dan asisten redaktur yang telah berkarya di industri media online nasional selama lebih dari satu dekade. Selalu mengedepankan akurasi, objektivitas, dan kualitas informasi dalam setiap karyanya berbekal dari pengalaman langsung bertahun-tahun melakukan peliputan di lapangan, penulisan berita, penyuntingan artikel, hingga pengelolaan konten digital. Keahlian tersebut membuat pemahaman secara menyeluruh proses produksi konten digital modern, mulai dari pencarian data, wawancara narasumber, verifikasi fakta, penulisan artikel, optimasi SEO, editing naskah, hingga publikasi berita sesuai kode etik jurnalistik. Lebih spesifik, pemahaman mengenai strategi optimasi SEO dan Digital Content untuk mesin pencari juga menjadi fokus saat ini di tengah disrupsi media. Keahlian itu meliputi SEO writing, content writing, copywriting, keyword research, semantic SEO, search intent, on page SEO, optimasi, artikel google, struktur heading SEO, evergreen content, optimasi readability, meta description hingga internal linking.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
Ilmuwan China Temukan Virus Corona Kelelawar Baru yang Sama dengan COVID-19, Disebut Dapat Menular ke Manusia Lewat
Virus baru ini berasal dari subgenus merbecovirus, yang juga termasuk virus penyebab Middle East Respiratory Syndrome (MERS).
Dwi Astarini - Jumat, 21 Februari 2025
 Ilmuwan China Temukan Virus Corona Kelelawar Baru yang Sama dengan COVID-19, Disebut Dapat Menular ke Manusia Lewat
Bagikan