BINATANG apakah yang paling mahal di dunia? Jawabannya bisa mengejutkan. Pernah ada seekor itik Big Dave akan dilelang. Itik itu merupakan itik manila atau Muscovy duck, pemenang penghargaan di breeder shows karena merupakan spesies yang bagus.
"Dia memiliki temperamen yang sangat baik. Dia selalu bersih, dia selalu menjaga dirinya sendiri dan ketika kamu memamerkannya, dia akan terlihat suka menjadi pusat perhatian," kata pemiliknya, Graham Hicks, kepada BBC saat itu.
Banyak yang setuju. Big Dave memiliki 'kepribadian yang besar'. Begitu kata Janice Houghton-Wallace, sesama peternak dan sekretaris Turkey Club UK, yang sepertinya selalu 'memiliki hubungan baik dengan Graham'.
BACA JUGA:
Mengulas Salah Satu Anjing Termahal di Von Haus JHL, Harganya Miliaran Rupiah!
Saat akan pensiun dari peternakan, Hicks dengan enggan menjual Dave, bersama bebek, angsa, dan burungnya yang lain. Ada desas-desus bahwa peternak dari luar negeri sedang mencari untuk mendapatkan itik tersebut untuk potensi garis keturunannya.
Namun, saat pelelangan dimulai, ada kejutan. Tanpa sepengetahuan Hicks, Houghton-Wallace telah mengumpulkan rekan-rekannya, yang telah berniat untuk membeli Dave. Penawaran dimulai dengan harga 900 pound sterling atau sekitar Rp 17.651.784. Namun, harganya terus naik. Pemenang muncul dengan tawaran 1.500 pound sterling atau sekitar Rp 29.421.870, jumlah yang memecahkan rekor untuk seekor itik.
Mereka kemudian mengembalikan Dave kepada Hicks, sesuai rencana untuk menyatukan kembali itik dan pemiliknya itu sebagai hadiah pensiun.
Hari itu, Dave menjadi itik termahal di dunia, bergabung dengan klub terpilih dari hewan paling mahal di dunia. Meskipun Big Dave, untuk sementara, bisa mengklaim sebagai itik mahal, ada banyak spesies lain yang lebih berharga.
Lantas, apa saja hewan termahal di dunia? Sebelum kamu mendapatkan jawaban dari pertanyaan itu, perlu diketahui bahwa mengurutkan makhluk hidup berdasarkan harganya tidaklah menyenangkan. Haruskah hewan diberi nilai ekonomi? Apakah boleh memberi harga pada makhluk hidup yang bernapas?
Namun kenyataannya, hewan selalu menjadi bagian dari ekonomi manusia, dan cara orang menghargai beberapa jenis binatang lebih daripada yang lain dapat mengungkapkan bagaimana dunia tempat kita hidup beroperasi.
Hewan Ternak
Beberapa harga yang paling membingungkan dapat ditemukan di dunia pertanian, di mana perdagangan hewan adalah hal biasa. Salah satu hewan ternak yang paling banyak ditemukan di mana-mana adalah domba. Menurut beberapa perkiraan, mungkin ada satu miliar domba di dunia, dan kebanyakan dari mereka tidak terlalu berharga.
Namun di suatu tempat di Inggris, ada seekor domba unik bernama Double Diamond yang bernilai sangat tinggi. Dia tidak memiliki bulu emas, tapi genetisnya yang memegang nilai. Dia merupakan contoh yang sangat mengesankan dari domba Texel, jenis yang berasal dari sebuah pulau kecil di lepas pantai Belanda.
Pada akhir 2020, sebuah konsorsium petani membelinya seharga 350.000 guinea – mata uang tradisional lelang ternak. Saat dikonversi, itu adalah 367.500 pound sterling atau sekitar Rp 7.203.762.780. "Jangan salah paham, itu adalah jumlah uang yang berlebihan untuk membayar seekor domba," salah satu konsorsium petani yang membelinya mengatakan kepada BBC News, "Kami harus membayar sejumlah uang untuk mendapatkan genetika."
Hewan Peliharaan
Industri pertanian bukan satu-satunya bidang kehidupan manusia di mana kamu akan menemukan harga yang sangat tinggi untuk hewan. Beberapa orang akan membayar banyak uang untuk hewan peliharaan.
Bahkan hewan peliharaan 'rata-rata' sekarang dapat harga yang lebih tinggi daripada beberapa tahun yang lalu. Di Inggris, harga anjing melonjak selama pandemi, dengan beberapa ras anak anjing sekarang dijual seharga 3.000 pound sterling atau Rp 58.756.830.
Namun, rekor jumlah tertinggi yang pernah dibayarkan untuk seekor anjing jauh lebih tinggi: 10 juta yuan atau sekitar Rp 22.023.134.890, untuk seekor mastiff Tibet bernama Big Splash.
Trah mastiff telah menjadi semacam simbol status di Tiongkok dalam beberapa tahun terakhir. Namun, harga yang tinggi juga bisa menjadi investasi, karena anjing tersebut berpotensi untuk disewakan ke peternak lain.
Bagaimana dengan kucing? Di antara ras domestik yang paling mahal ialah kucing Savannah, yang harganya hampir USD 20.000 atau sekitar Rp 31.736.808 untuk seekor anak kucing. Guinness Book of World Record tidak memegang rekor untuk uang paling banyak yang dibayarkan untuk seekor kucing. Sejauh yang diketahui, tidak ada kucing domestik yang mendekati jumlah jutaan lebih yang dibayarkan untuk Big Splash.
Hewan Pembalap
Uang paling banyak yang pernah dikeluarkan untuk seekor hewan, setidaknya menurut Guinness World Records, adalah untuk hewan yang bisa balapan.
Guinness menyebut kuda Seattle Dancer sebagai yang paling mahal, dibeli saat berusia 1-2 tahun pada tahun 1985 seharga USD 13,1 juta atau sekitar Rp1.866.900.650.000. Sayangnya, Seattle Dancer tidak memiliki karier yang cemerlang, dia terkena virus, dan hanya berkompetisi lima kali.
Sejak itu, kuda lain telah terjual lebih mahal: Fusaichi Pegasus, misalnya, dibeli sebagai kuda jantan dewasa seharga USD 64 juta atau Rp 9.122.016.000.000 pada 2000. Dia bernasib lebih baik, memenangi enam dari sembilan balapan, menghasilkan jutaan untuk pemiliknya. Namun, dia tidak memenuhi potensinya dalam hal kualitas keturunannya. Sekali lagi menunjukkan, pacuan kuda hanya salah satu bentuk pertaruhan. Pada akhir 2020, ia telah dibebaskan dari tugasnya dan 'dipensiunkan'.
Harga di Luar Angka
Jadi, seperti apakah hewan yang paling mahal? Jelas bahwa tidak ada jawaban yang mudah. Jika dilihat secara sederhana dari harga pasar yang dibayarkan, cukup jelas kuda pacu yang akan duduk di urutan teratas daftar.
Namun, ada satu hewan yang belum kami sebutkan, yang mungkin memiliki alasan kuat untuk menempati urutan teratas hewan yang paling bernilai secara finansial: panda. Ini tentu saja spesies kebun binatang paling mahal, menurut Guinness, tetapi nilai sebenarnya mungkin masih lebih tinggi.
Kenapa begitu? Seluruh populasi dimiliki oleh Tiongkok, dan banyak kebun binatang – khususnya di AS – harus membayar biaya sewa untuk menampung mereka, hingga USD 1 juta per tahun atau sekitar Rp 14.263.350.000. Mengingat bahwa banyak panda penangkaran telah hidup hingga usia 20-an, itu berarti jumlah yang besar.
Jadi, dalam daftar hewan paling mahal, memang ada beberapa individu yang sangat berharga – panda, gajah, paus, anjing, kucing, dan kuda yang secara kolektif akan bernilai miliaran.
Dan kemudian ada Big Dave si bebek. Tentu saja bukan hewan yang paling mahal, tapi tetap layak mendapatkan tempatnya di klub. Namun, bagi pemiliknya Graham Hicks, label harga drake mungkin tidak begitu relevan. Seperti yang dikatakan oleh peternak yang senang ketika mengetahui bahwa dia dan Dave akan menghabiskan masa pensiun bersama: "Dia telah menjadi teman yang sangat baik." (aru)
BACA JUGA:
Boobie Billie, Anjing yang Enggak Kalah Hypebeast dengan Manusia!