Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Harapan Legenda Tenis Indonesia kepada Gubernur Baru DKI

Andika PratamaAndika Pratama - Selasa, 17 Oktober 2017
Harapan Legenda Tenis Indonesia kepada Gubernur Baru DKI

Gubernur dan Wakil Gubernur DKI JAKARTA periode 2017-2022 Anies Rasyid Baswedan dan Sandiaga Salahudin Uno (MP/Rizki Fitrianto)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Legenda tenis Indonesia, Yustedjo Tarik, mengharapkan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta yang baru, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno untuk lebih memperhatikan tenis dengan membangun fasilitas lapangannya.

"Jakarta sebagai ibu kota negara, aneh rasanya tidak memiliki lapangan tenis yang sesuai untuk penggodokan para pemain," kata Yustedjo di Jakarta, Senin (16/10).

Apa yang disampaikan oleh Yustedjo ini tidak lepas dari digusurnya area lapangan tenis di kompleks olahraga Gelora Bung Karno yang sebelumnya terdapat 21 lapangan yang terdiri atas satu lapangan dalam ruangan atau indoor, dua lapangan utama, serta 18 lapangan luar ruangan atau outdoor berlantai tanah liat dan tanah keras.

Sesuai dengan maket rencana renovasi stadion tenis Gelora Bung Karno yang rencananya dirampungkan pada Desember 2017, nantinya yang tersisa dari kompleks tenis hanyalah lapangan indoor dan centre court yang jumlah totalnya di bawah 10 lapangan.

"Sebagai ibu kota negara, malu saya rasanya kita tidak memiliki lapangan 10 saja di satu lokasi bagi olahraga yang sejarahnya mendapatkan emas di Asian Games cukup banyak ini, padahal kita sedang membangun proyek triliunan rupiah untuk ajang tersebut gimana bisa ciptakan pemain handal?," ujar Yustedjo yang semasa jayanya pernah menyumbangkan empat emas di dua edisi Asian Games (1978 dan 1982) tersebut.

Dia membandingkan negara-negara seperti China dan Jerman yang telah serius dalam memperhatikan persoalan pengadaan lapangan ini dengan membangun 24-48 lapangan dalam satu lokasi.

"Dengan begitu bagaimana tidak muncul pemain-pemain seperti Li Na dari China dan Alexander 'Sascha' Zverev Jr. di Jerman yang jadi pemain top semua dan membanggakan negaranya juga," ucap legenda yang menyebut selalu bangga menyebut asalnya dari Sentiong, Jakarta Pusat tersebut.

Dalam klasemen abadi sejak tenis dimainkan di Asian Games III di Tokyo 1958, Indonesia berada di peringkat tiga dengan total meraih 15 medali emas yang hanya kalah dari Jepang (27 emas) dan Korea Selatan (16). Bahkan negara dengan tradisi kuat tenis, India, kalah dari Indonesia dengan hanya mengoleksi enam emas.

Di beberapa edisi Asian Games, kerap kali tenis menyumbang emas, bahkan pernah menjadi yang terbanyak untuk Merah Putih, melebihi cabang andalan bulu tangkis.

Seperti di Asian Games Bangkok 1966, kontingen Indonesia total meraih lima medali emas yang terdiri, dua dari badminton dan tiga dari tenis yang diraih oleh Lany Kaligis (tunggal putri), Lita Liem/Lany Kaligis (ganda putri), dan Lany Kaligis, Lita Liem, Mien Suhadi (beregu).

Tahun 1978 di Bangkok, Thailand, kontingen Indonesia menyumbangkan tiga emas melalui Atet Wijono (tunggal putra), Yustedjo Tarik/Hadiman (ganda putra) dan satu emas lainnya di beregu putra.

Tahun 1982 dalam Asian Games IX di New Delhi, India, bulu tangkis dan tenis berbagi peran seimbang untuk menyelamatkan muka Indonesia dengan masing-masing menyumbang dua emas.

Kala itu dua emas tenis Indonesia disumbang oleh Justedjo Tarik (tunggal putra) dan kuartet Justedjo Tarik, Hadiman, Tintus Arianto Wibowo, dan Wailan Walalangi (Beregu).

Di Asian Games 1990, tenis kembali menyumbangkan emas melalui Yayuk Basuki/Suzanna Wibowo dan ganda campuran Yayuk/Suharyadi yang membuat kontingen Garuda pulang dengan tiga emas di mana satu lagi dari pukulan-pukulan petinju Pino Bahari.

Tenis terakhir kali menyumbang emas di Asian Games 2002 di Busan melalui tim putri yang terdiri dari Angelique Widjaja, Wynne Prakusya, Liza Andriyani, dan Wukirasih Sawondari.

"Intinya kita ini sedang membutuhkan lapangan, meskipun sekarang ada banyak di hotel-hotel itu kan bisa saja berubah seiring waktu. Harus ada lapangan yang khusus untuk umum dan sesuai dengan kebutuhan menggodok para pemainnya," tutur Tedjo menambahkan. (*)

#Tenis #Anies Baswedan-Sandiaga Uno
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Olahraga
Menang Tie Break, Aldila Sutjiadi Bawa Ganda Campuran Indonesia-Argentina ke 8 Besar Wimbledon
Pasangan Indonesia-Argentina itu menyingkirkan unggulan kedelapan Jackson Tracy (Amerika Serikat)/Anna Danilina (Kazakhstan) dengan skor ketat 7-6(6), 5-7, 6-3
Wisnu Cipto - Senin, 06 Juli 2026
Menang Tie Break, Aldila Sutjiadi Bawa Ganda Campuran Indonesia-Argentina ke 8 Besar Wimbledon
Olahraga
Sukses Pecahkan Rekor Indonesia 2 Dekade, Debut Janice Tjen Terhenti di Babak Kedua Wimbledon
Debut gemilang Janice Tjen di Wimbledon 2026 harus terhenti di babak kedua
Wisnu Cipto - Rabu, 01 Juli 2026
Sukses Pecahkan Rekor Indonesia 2 Dekade, Debut Janice Tjen Terhenti di Babak Kedua Wimbledon
Olahraga
Tembus Perempat Final WTA Tur, Insting Juara Serena Williams Belum Mati 4 Tahun Gantung Raket
Serena Williams kembali ke tenis profesional setelah empat tahun pensiun. Bersama Victoria Mboko, ia menyingkirkan unggulan ketiga di Queen’s Club dan melaju ke perempat final.
Wisnu Cipto - Rabu, 10 Juni 2026
Tembus Perempat Final WTA Tur, Insting Juara Serena Williams Belum Mati 4 Tahun Gantung Raket
Olahraga
Kembali Setelah 4 Tahun Gantung Raket, Serena Williams Patahkan Rekor Martina Navratilova
Serena Williams kembali ke tur WTA setelah empat tahun pensiun. Juara Grand Slam 23 kali itu tampil di HSBC Championships Queen’s Club bersama Victoria Mboko.
Wisnu Cipto - Senin, 08 Juni 2026
Kembali Setelah 4 Tahun Gantung Raket, Serena Williams Patahkan Rekor Martina Navratilova
Olahraga
Janice Tjen Angkat Koper dari Maroko Terbuka 2026, Camila Osorio Rebut Tiket Perempat Final
Janice mengawali laga babak pertama dengan performa kurang meyakinkan
Angga Yudha Pratama - Kamis, 21 Mei 2026
Janice Tjen Angkat Koper dari Maroko Terbuka 2026, Camila Osorio Rebut Tiket Perempat Final
Olahraga
Indonesia Bangga. Dari Wild Card ke Peringkat 36 Dunia, Peringkat Janice Tjen Melejit!
Tampil sebagai wild card, Janice sukses menorehkan kemenangan keempat atas petenis Top 30 sepanjang kariernya
Wisnu Cipto - Selasa, 24 Februari 2026
Indonesia Bangga. Dari Wild Card ke Peringkat 36 Dunia, Peringkat Janice Tjen Melejit!
Lifestyle
ASICS Kenalkan SOLUTION SPEE FF 4 dan ASICS Tennis Club, Dukung Tren Tenis di Indonesia
Tenis di Indonesia menunjukkan pertumbuhan yang sangat positif, terlihat dari perkembangan komunitas tenis serta meningkatnya prestasi atlet tenis Indonesia.
Dwi Astarini - Selasa, 03 Februari 2026
ASICS Kenalkan SOLUTION SPEE FF 4 dan ASICS Tennis Club, Dukung Tren Tenis di Indonesia
Olahraga
Melbourne Park Menjadi Saksi, Janice Tjen Sang Penerus Takhta Yayuk Basuki
Yayuk pernah mencapai puncak performa di peringkat 19 pada tahun 1997 silam
Angga Yudha Pratama - Selasa, 03 Februari 2026
Melbourne Park Menjadi Saksi, Janice Tjen Sang Penerus Takhta Yayuk Basuki
Olahraga
Tampil Dominan! Aldila Sutjiadi dan Janice Tjen Raih Emas Ganda Putri SEA Games Thailand 2025
Aldila Sutjiadi/Janice Tjen sukses meraih emas ganda putri SEA Games 2025 Thailand usai mengalahkan pasangan tuan rumah dengan skor 6-2, 6-1.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 19 Desember 2025
Tampil Dominan! Aldila Sutjiadi dan Janice Tjen Raih Emas Ganda Putri SEA Games Thailand 2025
Olahraga
Petenis Muda Indonesia Janice Tjen Tembus Peringkat 53 Dunia, Setahun Lalu Masih di Atas 500
Petenis muda Indonesia, Janice Tjen, resmi menembus peringkat ke-53 dunia setelah meraih gelar tunggal (Women's Tennis Association (WTA) di Chennai Open 2025
Wisnu Cipto - Selasa, 04 November 2025
Petenis Muda Indonesia Janice Tjen Tembus Peringkat 53 Dunia, Setahun Lalu Masih di Atas 500
Bagikan