MerahPutih Politik - Penolakan Ade Komarudin sebagai Ketua DPR menggantikan Setya Novanto ditentang oleh Fraksi Partai Hanura. Hal itu disampaikan oleh Dadang Rusdiana, Sekretaris Fraksi Hanura, di gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (11/1).
"Jangan (dilantik) sekarang, lebih baik Rabu atau Kamis," kata Sekretaris Fraksi Hanura ini.
Namun, penolakan pelantikan ketua DPR pengganti Setya Novanto oleh Hanura bukan soal sosok Ade, melainkan persoalan legal standing rapat Badan Musyawarah (Bamus) yang akan digelar oleh pimpinan DPR tersebut.
"Bamus ini legal standing-nya tidak jelas. Tidak bisa putuskan apa-apa. Sidang paripurna sekarang kan untuk buka masa sidang dulu, baru ada Bamus," ujarnya.
Selain persoalan legal standing Bamus, Dadang juga mengatakan jika beberapa pihak masih mengangkat wacana revisi Undang-Undang MD3. Dengan alasan itu, Dadang menyarankan pelantikan ketua DPR baru tidak dilakukan saat ini.
Diketahui, sebelum gelar rapat Bamus, Plt Ketua DPR Fadli Zon menekankan rapat Bamus dengan pimpinan DPR akan membahas terkait pelatikan dua politisi PDI Perjuangan yang menggantikan Tjahjo Kumolo dan Pramono Anung. Selain itu, Fadli juga menyampaikan dalam rapat Bamus tersebut akan membahas rencana pelantikan Ade Komarudin sebagai Ketua DPR pengganti Novanto.
Diketahui, Ade Komarudin adalah Ketua Fraksi Golkar yang ditunjuk Golkar kubu Munas Bali pimpinan Aburizal Bakrie, sebagai Ketua DPR pengganti Setya Novanto yang mengundurkan diri beberapa waktu lalu terkait soal "papa minta saham". Walaupun demikian, penunjukan Ade sebagai pengganti Novanto tersebut masih mendapatkan pertentangan dari Golkar kubu Munas Ancol pimpinan Agung Laksono. (dit)
BACA JUGA: