JUMLAH penduduk Indonesia pada 2020 diperkirakan mencapai titik tertinggi. Badan Pusat Statistik memperkirakan jumlah penduduk Indonesia pada 2020 mencapai 271 juta jiwa dengan proporsi terbesar ialah generasi milennial, yakni sebanyak 34% dari total prediksi jumlah penduduk.
Generasi milennial yang memasuki usia produktif berpotensi melahirkan generasi baru. Artinya, bonus demografi pun tak terelakkan lagi di Nusantara. Kendati demikian, generasi milennial memiliki tingkat pengetahuan yang tinggi terkait dengan kesehatan reproduksi dan perencanaan berkeluarga. Hal tersebut membuat mereka cukup concern terhadap pentingnya kontrasepsi.
BACA JUGA: Mitos dan Fakta Terkait Pil KB
Dari banyaknya kontrasepsi yang tersedia, pil menjadi andalan banyak kaum muda. Tak hanya mudah dan minim resiko, tingkat efektivitas proteksi kehamilan pil mencapai 98%. Namun, program kontrasepsi dengan pil tak selalu berhasil.
"Kontrasepsi dengan pil tak lepas dari berbagai hambatan yang jika dibiarkan justru malah berisiko pada kehamilan tidak terencana," ujar psikolog anak dan keluarga, Anna Surti Ariani, SPsi, MSi saat ditemui di acara World Contraception Day, Kamis (26/9). Berikut hambatan yang paling sering ditemui dalam pemakaian pil KB.
1. Sibuk dan Lupa
Kesibukan yang padat membuat ibu lupa meminum pil kb. "Sibuk meeting ini itu eh tahu-tahu kelewatan deh jam penggunaan pilnya," ucap psikolog yang akrab disapa Nina tersebut.
2. Tidak Paham Pemakaian Kontrasepsi
Kurangnya informasi membuat si ibu tidak paham pemakaian kontrasepsi. "Mereka pikir pil kontrasepsi itu bisa diminum kapan saja. Hari ini pagi, besok siang, besok malam. Padahal pil KB harus diminum di waktu yang sama setiap harinya," jelas Nina.
3. Perubahan Besar dalam Hidup
Perubahan besar dalam hidup perempuan seperti pindah rumah, pindah kantor, atau pertengkaran dengan suami bisa mempengaruhi ritme kontrasepsi yang diterapkan.
4. Traveling ke Negara Lain
Pil KB harus di minum di waktu yang sama. Perjalanan ke negara lain dengan perbedaan waktu yang besar dengan Indonesia akan membuat perempuan kebingungan kapan harus mengonsumsi pilnya. "Biasanya minum obat pada pukul 8 pagi WIB lalu jalan-jalan ke Eropa yang memiliki perbedaan waktu jauh dengan Indonesia. Kacau deh," ujar Nina.
5. Anggapan Bahwa Pil Mahal
Banyak perempuan yang menghentikan konsumsi pil kontrasepsinya karena berpikir harga pil KB cukup mahal. "Mereka tidak berpikir bahwa biaya yang diperlukan untuk merawat anak jauh lebih mahal dan berkelanjutan," tukas Nina.(avia)
BACA JUGA: Jangan Salah! Ini Asal Usul Sebenarnya Istilah Kumpul Kebo