Gus Dur dan Etnis Tionghoa

Noer ArdiansjahNoer Ardiansjah - Rabu, 04 Februari 2015
Gus Dur dan Etnis Tionghoa

Abdurrahman Wahid alias Gus Dur (Foto: Antara)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Nasional - Presiden Abdurrahman Wahid bukan hanya dikenal sebagai seorang Presiden Republik Indonesia keempat. Sosok yang akrab disapa Gus Dur juga dikenal sebagai seorang ulama terkemuka, tokoh pluralis dan tokoh yang membela kelompok minoritas, salah satunya adalah etnis Tionghoa. 

Usai reformasi pada tahun 1998 posisi etnis Tionghoa di tanah air mengalami masa-sama sulit. Reformasi yang disertai pesta pora perusakan dan pembakaran serta penjarahan membuat etnis Tionghoa merasa terancam. Sebagian dari etnis Tionghoa memilih pergi meninggalkan tanah air dan bermukim di luar negeri. Sebaliknya etnis Tionghoa sendiri dituding sebagai dalang terjadinya krisis moneter yang melanda bangsa Indonesia. Pada saat krisis itulah Gus Dur tampil sebagai pelindung membela etnis Tinghoa. 

Pada tahun 1998, kala itu Gus Dur masih menjabat sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Ditengah kemelut dan tantangan keras, Gus Dur menyerukan kepada etnis Tionghoa yang berada di luar negeri untuk segera kembali ke tanah air. Bukan hanya itu Gus Dur juga menjamin keselamatan etnis Tionghoa. Gus Dur juga ingin etnis Tionghoa setara dengan etnis-etnis lain di tanah air. 

Perjuangan Gus Dur membela minoritas Tionghoa semakin tegas ketika ia menjadi Presiden Republik Indonesia keempat (1999-2001).  Hal itu diwujudkannya melalui berbagai kebijakan, di antaranya menghapus Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 14 Tahun 1967 tentang pelarangan semua bentuk ekspresi keagamaan etnis Tionghoa di depan umum.

Gus Dur kemudian mengeluarkan Keputusan Presiden Nomor 6 tahun 2000 yang mana mengatur tentang penyelenggaran kegiatan keagamaan, kepercayaan, dan adat istiadat Tionghoa. Bahkan Gus Dur juga menetapkan Tahun Baru Imlek sebagai hari libur nasional fakultatif (tidak diwajibkan).

Inpres itu kemudian dilanjutkan oleh Presiden Megawati Soekarnoputri dengan penetapan Hari Raya Imlek sebagai hari libur Nasional melalui Keputusan Presiden Nomor 19 tahun 2002. Sejak itulah, etnis Tionghoa di Indonesia bebas merayakan Imlek tanpa tekanan.

Atas jasa-jasanya itulah Gus Dur disanjung sebagai tokoh pluralis, tokoh pembela kelompok minoritas dan Bapak Tionghoa. (bhd)

 

#Tionghoa #Imlek
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Festival Cap Go Meh 2026 di Singkawang Ditargetkan Dihadiri 1 Juta Orang
Perhelatan Festival Cap Go Meh 2026 yang puncaknya berlangsung pada 3 Maret 2026.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 27 Februari 2026
Festival Cap Go Meh 2026 di Singkawang Ditargetkan Dihadiri 1 Juta Orang
Indonesia
Tukar Kuda Api Indonesia-China di Imlek Festival 2577 Simbol Optimisme dan Kedekatan Kedua Negara
Prosesi pertukaran maskot Kuda Api dilakukan secara langsung antara Irene dan Konselor Kebudayaan Kedutaan Besar China di Jakarta, Wang Siping.
Dwi Astarini - Jumat, 27 Februari 2026
Tukar Kuda Api Indonesia-China di Imlek Festival 2577 Simbol Optimisme dan Kedekatan Kedua Negara
Indonesia
Imlek Festival 2577 Lapangan Banteng Sediakan Cek Kesehatan Gratis
Pertunjukan seni hingga kolaborasi lintas budaya mewarnai perhelatan Imlek Festival pertama di Indonesia yang berskala nasional.
Dwi Astarini - Selasa, 24 Februari 2026
Imlek Festival 2577 Lapangan Banteng Sediakan Cek Kesehatan Gratis
Berita Foto
AHY Beri Penghargaan ke Deddy Corbuzier dalam Perayaan Imlek Nasional 2026
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono berikan penghargaan kepada Stafsus Menhan Bidang Komunikasi dan Publik, Deddy Corbuzier saat Perayaan Imlek.
Didik Setiawan - Kamis, 19 Februari 2026
AHY Beri Penghargaan ke Deddy Corbuzier dalam Perayaan Imlek Nasional 2026
Berita Foto
Perputaran Ekonomi Jakarta saat Tahun Baru Imlek 2026 Tembus Rp9 Triliun
Anak-anak bermain dekat instalasi Kuda Api Imlek 2026 di Pusat Perbelanjaan di Jakarta, Rabu (18/2/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 18 Februari 2026
Perputaran Ekonomi Jakarta saat Tahun Baru Imlek 2026 Tembus Rp9 Triliun
Indonesia
Selama Libur Panjang Imlek, Hampir 60 Ribu Orang Padati Taman Margasatwa Ragunan
Wahyudi memprediksi atmosfer kebun binatang akan berubah drastis menjadi lebih tenang dalam waktu dekat
Angga Yudha Pratama - Rabu, 18 Februari 2026
Selama Libur Panjang Imlek, Hampir 60 Ribu Orang Padati Taman Margasatwa Ragunan
Indonesia
Cuan Muter di Jakarta Pas Imlek Rp 9 Triliun, Target Bang Doel Selama Ramadan-Lebaran Rp 20 T
Wagub Rano optimistis saat Ramadan hingga Idul Fitri, perputaran ekonomi di Jakarta tembus lebih Rp 20 triliun. Apalagi, masih ada libur hari raya Nyepi.
Wisnu Cipto - Rabu, 18 Februari 2026
Cuan Muter di Jakarta Pas Imlek Rp 9 Triliun, Target Bang Doel Selama Ramadan-Lebaran Rp 20 T
Indonesia
Libur Panjang Imlek, 813 Ribu Orang Bepergian Gunakan Kereta Jarak Jauh
Rute Yogya-Jakarta jadi yang paling diminati.
Dwi Astarini - Rabu, 18 Februari 2026
Libur Panjang Imlek, 813 Ribu Orang Bepergian Gunakan Kereta Jarak Jauh
Indonesia
Ingat, Dispensasi Perpanjang SIM Libur Imlek Tanpa Bikin Baru Cuma Berlaku Hari Ini
Kabar baik bagi pemilik Surat Izin Mengemudi (SIM) yang masa berlakunya habis pada libur nasional Imlek 2026, Senin-Selasa, 16-17 Februari kemarin.
Wisnu Cipto - Rabu, 18 Februari 2026
Ingat, Dispensasi Perpanjang SIM Libur Imlek Tanpa Bikin Baru Cuma Berlaku Hari Ini
Indonesia
Ramaikan Libur Imlek 2026, Barongsai Beraksi di Stasiun Whoosh Halim dan Padalarang
Atraksi budaya tersebut menyapa langsung para penumpang Kereta Cepat Whoosh di area keberangkatan dan kedatangan.
Dwi Astarini - Rabu, 18 Februari 2026
Ramaikan Libur Imlek 2026, Barongsai Beraksi di Stasiun Whoosh Halim dan Padalarang
Bagikan