Gunung Semeru Alami Erupsi pada Kamis (18/4) Malam dengan Ketinggian Letusan 700 Meter, Status Waspada

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Jumat, 18 April 2025
Gunung Semeru Alami Erupsi pada Kamis (18/4) Malam dengan Ketinggian Letusan 700 Meter, Status Waspada

Gunung Semeru erupsi dengan letusan setinggi 1 km di atas puncak pada Kamis pagi (20/2/2024). (ANTARA/HO-PVMBG)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Gunung Semeru, yang terletak di perbatasan Lumajang dan Malang, Jawa Timur, mengalami erupsi pada Kamis (18/4) malam. Letusan ini menghasilkan kolom abu setinggi sekitar 700 meter di atas puncaknya.

"Terjadi erupsi Gunung Semeru pada pukul 21:25 WIB. Tinggi kolom letusan teramati sekitar 700 meter di atas puncak atau 4.376 meter di atas permukaan laut (mdpl)," kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto, Kamis (18/4).

Kolom abu terlihat berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang dan bergerak ke arah barat daya. Saat laporan dibuat, aktivitas erupsi masih berlangsung.

Baca juga:

Waspada! Gunung Semeru Erupsi, Masyarakat Diminta Jauhi Zona Rawan Bencana

Data petugas mencatat bahwa Gunung Semeru telah erupsi sebanyak 14 kali pada hari Kamis, mulai pukul 04:00 WIB hingga 23:00 WIB. Ketinggian letusan bervariasi antara 700 hingga 1.000 meter di atas puncak.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan beberapa rekomendasi terkait status Gunung Semeru yang masih berada pada level Waspada (Level II). Masyarakat dilarang beraktivitas di sektor tenggara sepanjang aliran Besuk Kobokan hingga jarak 8 kilometer dari puncak (pusat erupsi).

Di luar zona berbahaya tersebut, masyarakat juga tidak diperbolehkan beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan, karena berpotensi terancam perluasan awan panas dan aliran lahar hingga 13 kilometer dari puncak.

Baca juga:

Warga Diminta Waspada, Gunung Semeru Erupsi Berulang Kali Pagi Ini

Selain itu, masyarakat juga dilarang beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru karena risiko lontaran batu pijar. Masyarakat juga diimbau untuk mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar hujan di sepanjang aliran sungai dan lembah yang berhulu di Gunung Semeru, terutama di sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta potensi lahar di sungai-sungai kecil anak sungai Besuk Kobokan.

#Gunung Semeru #Erupsi #Bencana Alam
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Angga Yudha Pratama

Seorang jurnalis profesional, reporter senior, editor berita, dan asisten redaktur yang telah berkarya di industri media online nasional selama lebih dari satu dekade. Selalu mengedepankan akurasi, objektivitas, dan kualitas informasi dalam setiap karyanya berbekal dari pengalaman langsung bertahun-tahun melakukan peliputan di lapangan, penulisan berita, penyuntingan artikel, hingga pengelolaan konten digital. Keahlian tersebut membuat pemahaman secara menyeluruh proses produksi konten digital modern, mulai dari pencarian data, wawancara narasumber, verifikasi fakta, penulisan artikel, optimasi SEO, editing naskah, hingga publikasi berita sesuai kode etik jurnalistik. Lebih spesifik, pemahaman mengenai strategi optimasi SEO dan Digital Content untuk mesin pencari juga menjadi fokus saat ini di tengah disrupsi media. Keahlian itu meliputi SEO writing, content writing, copywriting, keyword research, semantic SEO, search intent, on page SEO, optimasi, artikel google, struktur heading SEO, evergreen content, optimasi readability, meta description hingga internal linking.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
Banjir Bandang Nepal, 95 Orang Tewas dan 403 Orang masih Hilang
Tibet melaporkan adanya banyak korban dan sejumlah orang hilang di wilayah Gyirong yang berbatasan dengan Nepal.
Dwi Astarini - Rabu, 26 Agustus 2026
 Banjir Bandang Nepal, 95 Orang Tewas dan 403 Orang masih Hilang
Dunia
Banjir Bandang Terjang Nepal, Jalan, Jembatan, dan Proyek Pembangkit Listrik Rusak
Tibet melaporkan adanya banyak korban dan sejumlah orang hilang di wilayah Gyirong yang berbatasan dengan Nepal setelah tanah longsor menghantam sebuah jalur penyeberangan antara China dan Nepal.
Dwi Astarini - Rabu, 26 Agustus 2026
Banjir Bandang Terjang Nepal, Jalan, Jembatan, dan Proyek Pembangkit Listrik Rusak
Indonesia
Presiden Prabowo Sentil Daerah soal Bencana: Gubernur dan Bupati Harus Punya Lumbung Cadangan
Prabowo mengatakan pemerintah daerah seharusnya sudah memiliki gudang dan persediaan makanan untuk menghadapi kondisi darurat.
Dwi Astarini - Rabu, 26 Agustus 2026
Presiden Prabowo Sentil Daerah soal Bencana: Gubernur dan Bupati Harus Punya Lumbung Cadangan
Indonesia
BNPB Ungkap Aktivitas Gempa Susulan di Flores Mulai Menurun, Masih Bisa Terjadi 3-4 Minggu
Gempa susulan di Flores kini mulai menurun. Namun, BNPB tetap mengingatkan warga agar tetap waspada.
Soffi Amira - Rabu, 26 Agustus 2026
BNPB Ungkap Aktivitas Gempa Susulan di Flores Mulai Menurun, Masih Bisa Terjadi 3-4 Minggu
Indonesia
110 Ribu Warga Masih Mengungsi akibat Gempa NTT, Ancaman Penyakit Mulai Mengintai
Sebanyak 110 ribu pengungsi gempa di NTT kini terancam terkena penyakit. Air bersih dan sanitasi pun terbatas.
Soffi Amira - Selasa, 25 Agustus 2026
110 Ribu Warga Masih Mengungsi akibat Gempa NTT, Ancaman Penyakit Mulai Mengintai
Indonesia
Langkah Pengiriman Logistik ke Daerah Bencana NTT dan Karhutla, Pemerintah Pastikan Warga Terdampak Tidak Berjalan Sendiri
Badan Nasional Penanggulangan Bencana mengumumkan hingga Minggu (23/8) total jumlah korban jiwa akibat gempa bumi yang menimpa Nusa Tenggara Timur (NTT) mencapai 91 jiwa.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 24 Agustus 2026
Langkah Pengiriman Logistik ke Daerah Bencana NTT dan Karhutla, Pemerintah Pastikan Warga Terdampak Tidak Berjalan Sendiri
Indonesia
Pagi Ini Anak Krakatau Erupsi 09.41 WIB, Nelayan Dilarang Masuk Radius 3 KM
Gunung Anak Krakatau erupsi Senin pagi dengan kolom abu setinggi 250 meter pukul 09.41 WIB tadi.
Wisnu Cipto - Senin, 24 Agustus 2026
Pagi Ini Anak Krakatau Erupsi 09.41 WIB, Nelayan Dilarang Masuk Radius 3 KM
Indonesia
Korban Gempa NTT Kini Bertambah Jadi 83 Orang, 110.785 Warga Mengungsi
Korban gempa NTT kini masih terus bertambah. Kini, ada 83 orang meninggal dunia dan 110.875 jiwa mengungsi.
Soffi Amira - Sabtu, 22 Agustus 2026
Korban Gempa NTT Kini Bertambah Jadi 83 Orang, 110.785 Warga Mengungsi
Indonesia
JHL Foundation Jadi yang Pertama Tiba, Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa di Sikka NTT
JHL Foundation menjadi yang pertama menyalurkan bantuan untuk warga Desa Bhera, Sikka, NTT.
Soffi Amira - Jumat, 21 Agustus 2026
JHL Foundation Jadi yang Pertama Tiba, Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa di Sikka NTT
Indonesia
BAZNAS Proyeksikan Kerugian Akibat Gempa Bumi di NTT Rp 2,2 Triliun
Angka itu berasal dari kajian Damage and Loss Assessment (DALA) Direktorat Riset, Kajian, dan Pengembangan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) berdasarkan data hingga 18 Agustus 2026.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 21 Agustus 2026
BAZNAS Proyeksikan Kerugian Akibat Gempa Bumi di NTT Rp 2,2 Triliun
Bagikan