MERAHPUTIH.COM - GUBERNUR DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan lebih daripada 4,2 juta warga Jakarta telah mendapatkan layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG). Angka tersebut diklaim melampaui target nasional. Demikian diungkap Pramono saat mengunjungi Kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi DKI Jakarta di Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (12/1).
"Saya berharap penguatan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) terus dilakukan. Pada 2025, lebih dari 4,2 juta warga Jakarta telah mendapatkan layanan CKG, melampaui target nasional," ucapnya.
Pramono memberikan arahan kepada jajaran Dinkes DKI untuk melakulan penguatan fasilitas kesehatan (faskes) dan tenaga kesehatan (nakes). "Saya minta deteksi dini dilakukan secara aktif dan menjangkau seluruh kelompok usia," ucapnya.
Selain itu, Pramono juga mendorong percepatan pembangunan layanan kesehatan dengan memastikan proyek strategis, seperti pembangunan Rumah Sakit Kelas A berstandar internasional di Grogol Petamburan serta RS Royal Batavia Cakung, berjalan sesuai rencana. Ia menekankan agar berbagai kendala, baik administrasi, ketersediaan alat kesehatan, akses, maupun lahan, segera diselesaikan melalui koordinasi lintas sektor.
Baca juga:
Pramono Anung Jadikan Bulan K3 Nasional Momentum Emas Lindungi Pekerja Dari Bahaya Laten
"Hal ini juga harus selaras dengan penguatan tenaga kesehatan, termasuk memastikan kepastian kontrak kerja dan jaminan sosial bagi pegawai Dinkes, khususnya pegawai PPPK paruh waktu. Hal tersebut perlu segera dikoordinasikan dengan instansi terkait guna mendukung kapasitas nakes dalam memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat," ucapnya.
Lebih lanjut, Pramono menekankan pentingnya percepatan penurunan stunting. Saat ini, prevalensi stunting di Jakarta berada pada angka 17,2 persen. Ia meminta penguatan intervensi pada 1.000 hari pertama kehidupan melalui pelayanan bagi ibu hamil, edukasi gizi keluarga, serta pemantauan balita secara konsisten guna mencapai target 15 persen pada 2026.
Pramono menyebut Jakarta memiliki jaringan fasilitas pelayanan kesehatan yang luas, mulai dari rumah sakit daerah, puskesmas, hingga laboratorium kesehatan. Fondasi tersebut terus diperkuat dengan menghadirkan layanan yang ramah dan nyaman, memastikan seluruh fasilitas beroperasi sesuai standar, serta mempromosikan program kesehatan melalui komunikasi publik yang strategis dan efektif.
"Mari kita pastikan respons yang cepat tanpa hambatan administrasi, termasuk dalam memastikan pembiayaan ditanggung sesuai ketentuan yang berlaku sehingga keluarga pasien tidak lagi dibebani persoalan prosedur maupun biaya layanan kesehatan," pungkasnya.
Pemprov DKI terus memperkuat sistem kesehatan Jakarta, antara lain melalui layanan Pasukan Putih, JakAmbulans, JakCare, dan JakSimpus, serta penguatan pencegahan penyakit tidak menular seperti stroke dan kanker serviks.
Terkait dengan penonaktifan Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JK) yang berdampak pada 270 ribu peserta di Jakarta, status tersebut dapat direaktivasi melalui Dinas Sosial. Pemprov DKI memastikan pasien PBI-JK nonaktif yang membutuhkan perawatan tetap difasilitasi.(Asp)
Baca juga:
70 Juta Warga Sudah Cek Kesehatan Gratis, Tahun Bakal Fokus Jemput Bola