Film

Green Screen, Teknologi Di Balik Suksesnya Film Hollywood

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Selasa, 20 Agustus 2019
Green Screen, Teknologi Di Balik Suksesnya Film Hollywood

Teknologi Green Screen menjadi salah satu rahasia di balik suksesnya film Hollywood (Foto: NYFA)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BERKEMBANGNYA teknologi dapat dimanfaatkan dalam berbagai macam bidang. Salah satunya dalam dunia perfilman. Layar hijau atau green screen menjadi salah satu wujud penerapannya di dunia film. Tak lain, green screen didukung dengan teknologi canggih untuk menghasilkan adegan gambar realistis. Seperti apa teknologi green screen bekerja?

Green screen digunakan untuk memanipulasi latar belakang sebuah objek. Dengan ini, sineas film dapat menambahkan atau mengubah gambar sesuai keinginan. Efek visualisasi yang dihasilkan disebut sebagai virtual background, manipulasi gambar secara digital.

Baca juga:

5 Film 'Sci-Fi' dengan Biaya Produksi Termahal

Contohnya seperti menambahkan Menara Eiffel, zombi, laut, langit, dan efek-efek lainnya sesuai kebutuhan gambar. Penataan green screen juga sangat berpengaruh dalam proses editing. Hal ini untuk menojolkan obyek utama sekaligus melakukan blocking, sehingga pembuat film dapat mengganti green screen dengan obyek lain.

Green Screen, Teknologi Di Balik Suksesnya Film Hollywood
Michael Jordan dalam proses pembuatan film Space jam sebelum dan sesudah (Foto: imgur)

Kenapa harus warna hijau? Penggunaan warna hijau adalah untuk memudahkan identifikasi dan memodifikasi obyek. Selain hijau, warna biru juga sering digunakan dalam proses pembuatan film. Diantara warna lainnya, hijau merupakan warna yang paling mudah dimanipulasi ketika proses editing.

Baca juga:

Dengan Teknologi, 4 Film Animasi Disney Ini akan Menarik Dibuat Versi 'Live-Action'

Green Screen, Teknologi Di Balik Suksesnya Film Hollywood
Penggunaan kostum green screen dalam pembuatan film The Guardians of The Galaxy (Foto: looper)

Lalu bagaimana cara menghilangkan objek green screen? Proses editing yang dilakukan bisa menggunakan berbagai aplikasi termasuk Adobe Premiere, Adobe After Effect, Sony Vegas, ataupun software lainnya. Salah satu cara untuk mengambil subjek dari dunia nyata dan menempatkannya pada area digital disebut dengan chromakeying.

Green Screen, Teknologi Di Balik Suksesnya Film Hollywood
Proses pembuatan flm Game of Thrones. (Foto: Pinterest)

Keying adalah proses mengisolasi satu warna atau nilai kecerahan dalam gambar elektronik untuk membuat gambar menjadi transparan. Sedangkan, lumakeying adalah proses dimana mengganti background yang kita inginkan.

Industri film Hollywood merupakan salah satu yang sering menggunakan green screen. Efek yang dihasilkan pun membuat para penonton terpukau. Membuat film dengan genre apapun menjadi laris manis. Selain dunia perfilman, green screen juga bisa digunakan untuk kebutuhan fotografi ataupun video lainnya. (and)

Baca juga:

Deretan Film Hollywood dengan Biaya Produksi yang Fantastis, Sangat Mahal!

#Film #Teknologi Modern #Edit Foto #Green Screen #Pembuatan Film #Film Hollywood
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Ananda Dimas Prasetya

Penulis, editor, dan praktisi konten digital dengan latar belakang akademis di bidang jurnalistik serta pengalaman dalam penyusunan artikel berita, konten informatif, dan optimasi mesin pencari (SEO). Lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi, Jurusan Jurnalistik, Universitas Padjadjaran (2007–2014) dengan pemahaman mendalam mengenai kaidah jurnalistik, etika media, verifikasi informasi, dan teknik penulisan profesional. Berfokus pada pengembangan konten yang mengutamakan akurasi, relevansi, dan nilai informasi bagi pembaca. Memastikan artikel disusun melalui proses riset, verifikasi sumber, dan pengolahan data cermat guna menjamin kualitas informasi yang disajikan. Berbagai topik yang menjadi perhatian meliputi pemerintahan, ekonomi, pendidikan, teknologi, budaya, hiburan (musik & film), gaya hidup, motorsports, hingga isu-isu sosial yang berkembang di masyarakat.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

ShowBiz
'Avengers: Endgame Encore' Tayang 23 September, Jadi 'Bekal' Menuju 'Avengers: Doomsday'
Avengers: Endgame Encore tayang di bioskop Indonesia pada 23 September 2026 dengan sekitar empat menit materi tambahan dan cuplikan terkait Avengers: Doomsday.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 11 September 2026
'Avengers: Endgame Encore' Tayang 23 September, Jadi 'Bekal' Menuju 'Avengers: Doomsday'
ShowBiz
Film 'Juliet and Romeo', Plot Twist Ketika Kisah Cinta Tragis Berubah Jadi Akhir Bahagia
Film Juliet and Romeo menawarkan versi alternatif kisah Romeo dan Juliet. Tayang di bioskop Indonesia pada 25 September 2026 dengan format musikal pop.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 11 September 2026
Film 'Juliet and Romeo', Plot Twist Ketika Kisah Cinta Tragis Berubah Jadi Akhir Bahagia
ShowBiz
2 Film Horor Indonesia di 24 September 2026, Ada 'Memburu Pemangsa' dan 'Bisikan Desa Gringsing'
Memburu Pemangsa dan Bisikan Desa Gringsing menjadi dua film horor yang dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia pada 24 September 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 11 September 2026
2 Film Horor Indonesia di 24 September 2026, Ada 'Memburu Pemangsa' dan 'Bisikan Desa Gringsing'
ShowBiz
Film 'Laut Bercerita' Rilis Poster Terbaru, Tampilkan Reza Rahadian dalam Kondisi Memprihatinkan
Pal 8 Pictures merilis poster terbaru 'Laut Bercerita' yang menampilkan Reza Rahadian sebagai Laut. Film ini tayang di bioskop pada 29 Oktober 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 10 September 2026
Film 'Laut Bercerita' Rilis Poster Terbaru, Tampilkan Reza Rahadian dalam Kondisi Memprihatinkan
Fun
Noema Resort Pererenan Dukung Minikino Film Week 2026, Ciptakan Ruang Kreatif bagi Komunitas
Kolaborasi dengan Minikino sejalan dengan salah satu pilar Noema yang menempatkan komunitas dan inklusivitas sebagai bagian penting dari identitas resor.
Dwi Astarini - Kamis, 10 September 2026
Noema Resort Pererenan Dukung Minikino Film Week 2026, Ciptakan Ruang Kreatif bagi Komunitas
ShowBiz
Film 'Ibuku' Tembus Kompetisi Utama BIFF 2026, Christine Hakim Jadi Ibu yang Berjuang Temui Anak
Film 'Ibuku' karya Eddie Cahyono masuk Kompetisi Utama Busan International Film Festival 2026, dibintangi Christine Hakim dan Ayushita.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 10 September 2026
Film 'Ibuku' Tembus Kompetisi Utama BIFF 2026, Christine Hakim Jadi Ibu yang Berjuang Temui Anak
ShowBiz
'Blue Road' Tayang di Netflix November 2026, Ungkap Misteri Pembunuhan Berantai di Korea-Jepang
Netflix menyiapkan film Blue Road. Film ini mengungkap misteri pembunuhan berantai. Film ini dibintangi Son Suk Ku dan Eita Nagayama.
Soffi Amira - Rabu, 09 September 2026
'Blue Road' Tayang di Netflix November 2026, Ungkap Misteri Pembunuhan Berantai di Korea-Jepang
ShowBiz
'Mononoke: The Curse of the Serpent' Jadi Penutup Trilogi, Tayang di Netflix 29 September
Mononoke: The Curse of the Serpent menjadi film ketiga sekaligus penutup trilogi Mononoke. Film ini tayang di Netflix 29 September 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 09 September 2026
'Mononoke: The Curse of the Serpent' Jadi Penutup Trilogi, Tayang di Netflix 29 September
ShowBiz
Liam dan Noel Gallagher Datang Telat ke Pemutara Perdana 'Oasis: Don’t Look Back in Anger' di London
Saat duo bersaudara tersebut tiba, karpet hitam sudah hampir kosong.
Dwi Astarini - Rabu, 09 September 2026
Liam dan Noel Gallagher Datang Telat ke Pemutara Perdana 'Oasis: Don’t Look Back in Anger' di London
ShowBiz
Film Dokumenter 'Musk' Siap Bongkar Ambisi, Kontroversi, dan Sisi Gelap Elon Musk
Trailer terbaru film dokumenter Musk karya Alex Gibney menyoroti sisi kontroversial Elon Musk, dari ambisi hingga berbagai penilaian keras terhadap karakternya.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 08 September 2026
Film Dokumenter 'Musk' Siap Bongkar Ambisi, Kontroversi, dan Sisi Gelap Elon Musk
Bagikan