MerahPutih.com - Film drama karya anak bangsa bertajuk Ibuku membawa nama Indonesia ke panggung internasional setelah terpilih masuk dalam Kompetisi Utama Busan International Film Festival (BIFF) ke-31.
BIFF ke-31 akan berlangsung pada 6-15 Oktober 2026. Film karya sutradara Eddie Cahyono tersebut akan bersaing dengan film-film dari berbagai negara dalam salah satu festival film paling bergengsi di Asia.
Ibuku merupakan drama yang mengangkat perjalanan seorang ibu untuk bertemu kembali dengan anaknya. Cerita film ini terinspirasi dari buku karya Eddie Cahyono.
Film tersebut mempertemukan Christine Hakim dan Ayushita sebagai ibu dan anak yang harus terpisah oleh keadaan.
Baca juga:
Oasis Bikin Heboh Festival Film Venesia, Liam dan Noel Gallagher Dapat Standing Ovation 8 Menit
Sinopsis Film Ibuku
Ibuku berkisah tentang Sumiati yang diperankan Christine Hakim. Ia memiliki satu keinginan sederhana, yakni bertemu kembali dengan anaknya, Sri yang diperankan Ayushita.
Namun, keinginan tersebut tidak mudah diwujudkan.
Sri tengah berada di sebuah penjara di Arab Saudi setelah didakwa dengan hukuman mati karena dituduh membunuh majikannya.
Situasi tersebut membuat Sumiati harus menghadapi kenyataan pahit. Di tengah keterbatasan keadaan, ia berusaha mendapatkan kesempatan untuk bertemu dengan anaknya.
Perjalanan Sumiati kemudian membawa penonton pada satu pertanyaan besar: akankah ia dan Sri akhirnya bisa bertemu kembali?
Baca juga:
Dari Toronto dan Busan, 'Empat Musim Pertiwi' Kini Melaju ke Tokyo International Film Festival
Angkat Kisah Keluarga dan Persoalan Kemanusiaan
Terpilihnya Ibuku dalam Kompetisi Utama BIFF menjadi pencapaian penting bagi film Indonesia.
Film karya Eddie Cahyono ini menghadirkan cerita tentang keluarga dari kalangan bawah yang berjuang menghadapi keterbatasan ekonomi serta kesempatan untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik.
Hubungan antara ibu dan anak menjadi medium untuk menjembatani konflik dengan persoalan kemanusiaan yang lebih luas.
Dengan latar persoalan yang dekat dengan kehidupan manusia, Ibuku membawa kisah personal Sumiati dan Sri ke ruang yang lebih universal, yakni tentang keluarga, keterpisahan, serta perjuangan untuk kembali bertemu.
Film Ibuku merupakan hasil ko-produksi Indonesia dan Jepang.
Film ini diproduksi oleh rumah produksi Memorieslight Pictures dan akan mewakili Indonesia dalam Kompetisi Utama Busan International Film Festival ke-31. (Tka)