Gerakan Pemuda (GP) Ansor Papua dan Papua Barat dengan tegas menolak keberadaan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) di "Bumi Cenderawasih" karena dinilai tidak sesuai dengan ideologi Pancasila dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Ketua Pimpinan Wilayah GP Ansor Papua dan Papua Barat, Amir Mahmud Madubun menegaskan bahwa penolakan tersebut guna menyikapi keberadaan HTI yang semakin mengkhawatirkan karena mengancam tatanan kerukunan umat beragama, keutuhan, dan kedaulatan bangsa di Indonesia timur.
"Kami dengan tegas menolak dan meminta agar HTI dibubarkan. Mereka (HTI) bisa mengancam keutuhan negara dengan ajaran-ajaran khilafah yang terang-terangan bertentangan dengan ideologi Pancasila," katanya di kota Jayapura, Papua, Kamis (4/5).
GP Ansor, kata dia, akan menjadi garda terdepan untuk memimpin penolakan keberadaan HTI di Papua, salah satunya dengan agenda aksi damai dengan "long march" dari Kotaraja, Distrik Abepura ke kantor gubernur yang terletak di kota Jayapura pada Senin, pekan depan.
"Kami akan gelar aksi moral untuk mendorong agar HTI dibubarkan. Kehadiran mereka sudah pasti akan merusak toleransi di Papua yang sudah terjalin cukup lama," katanya.
Selain itu, ia meminta pihak-pihak berwenang mengambil langkah tegas berupa pembubaran HTI.
"Kami minta Kapolda dan Gubernur Papua, serta Pangdam Cenderawasih dan Kanwil Kementerian Agama segera mengambil langkah tegas untuk membubarkan kelompok HTI. Kami sepakat Papua zona damai yang menjadi miniatur Indonesia," tandasnya.
Sumber: ANTARA

