GP Ansor Papua Tolak Hizbut Tahrir Indonesia

Noer ArdiansjahNoer Ardiansjah - Kamis, 04 Mei 2017
GP Ansor Papua Tolak Hizbut Tahrir Indonesia

Ribuan massa dari HTI saat menggelar aksi demonstrasi . (MP/Fadli)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Gerakan Pemuda (GP) Ansor Papua dan Papua Barat dengan tegas menolak keberadaan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) di "Bumi Cenderawasih" karena dinilai tidak sesuai dengan ideologi Pancasila dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Ketua Pimpinan Wilayah GP Ansor Papua dan Papua Barat, Amir Mahmud Madubun menegaskan bahwa penolakan tersebut guna menyikapi keberadaan HTI yang semakin mengkhawatirkan karena mengancam tatanan kerukunan umat beragama, keutuhan, dan kedaulatan bangsa di Indonesia timur.

"Kami dengan tegas menolak dan meminta agar HTI dibubarkan. Mereka (HTI) bisa mengancam keutuhan negara dengan ajaran-ajaran khilafah yang terang-terangan bertentangan dengan ideologi Pancasila," katanya di kota Jayapura, Papua, Kamis (4/5).

GP Ansor, kata dia, akan menjadi garda terdepan untuk memimpin penolakan keberadaan HTI di Papua, salah satunya dengan agenda aksi damai dengan "long march" dari Kotaraja, Distrik Abepura ke kantor gubernur yang terletak di kota Jayapura pada Senin, pekan depan.

"Kami akan gelar aksi moral untuk mendorong agar HTI dibubarkan. Kehadiran mereka sudah pasti akan merusak toleransi di Papua yang sudah terjalin cukup lama," katanya.

Selain itu, ia meminta pihak-pihak berwenang mengambil langkah tegas berupa pembubaran HTI.

"Kami minta Kapolda dan Gubernur Papua, serta Pangdam Cenderawasih dan Kanwil Kementerian Agama segera mengambil langkah tegas untuk membubarkan kelompok HTI. Kami sepakat Papua zona damai yang menjadi miniatur Indonesia," tandasnya.

Sumber: ANTARA

#HTI #GP Ansor #Papua
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
TNI Tembak Mati Komandan OPM di Maybrat, 2 Anak Buahnya Hanyut di Sungai
Personel TNI disebut mendapat serangan saat menjalankan operasi tersebut hingga terjadi aksi saling tembak.
Dwi Astarini - Jumat, 09 Oktober 2026
TNI Tembak Mati Komandan OPM di Maybrat, 2 Anak Buahnya Hanyut di Sungai
Indonesia
Pentolan OPM Dikabarkan Tewas Dalam Baku Tembak di Intan Jaya Papua Tengah
Saat peristiwa kontak senjata terjadi, Hermanus Hogajau-lah yang pertama kali menghujani Pasukan Timsus Yonif 315 Garuda dan Tim Taipur Koops TNI Habema di bawah kendali Kogabwilhan III
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 September 2026
Pentolan OPM Dikabarkan Tewas Dalam Baku Tembak di Intan Jaya Papua Tengah
Indonesia
Bos OPM Komplain Serangan Udara, Panglima TNI: Separatis Harus Ditumpas
Bos OPM Egianus Kogoya komplain serangan pesawat Super Tucano di Nduga. Panglima TNI Agus Subiyanto tegaskan separatis wajib ditumpas habis!
Wisnu Cipto - Senin, 28 September 2026
Bos OPM Komplain Serangan Udara, Panglima TNI: Separatis Harus Ditumpas
Indonesia
Panglima TNI Senang 8 Senjata Disita Dari OPM, Termasuk SS1 V1
Delapan pucuk senjata yang disebut Agus termasuk jenis SS1 V1 yang sebelumnya direbut OPM dari satuan TNI.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 27 September 2026
Panglima TNI  Senang 8 Senjata  Disita Dari OPM, Termasuk SS1 V1
Indonesia
4 Anggota OPM Tewas Dalam Kontak Senjata di Intan Jaya Papua Tengah
Personel TNI juga menyita sejumlah barang dari lokasi, antara lain satu pucuk SS2 V1, satu senjata api laras panjang dengan alat bidik Trijicon
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 25 September 2026
 4 Anggota OPM Tewas Dalam Kontak Senjata di Intan Jaya Papua Tengah
Indonesia
Kekerasan KKB Terus Berulang, DPR Desak Pemerintah Gerak Cepat
Pemerintah didesak untuk memperkuat perlindungan terhadap warga sipil di Papua.
Yusuf Abdillah - Minggu, 20 September 2026
Kekerasan KKB Terus Berulang, DPR Desak Pemerintah Gerak Cepat
Indonesia
Penculikan Warga Oleh KKB Papua, 7 Korban masih Dicari
Aparat bersama tokoh masyarakat terus melakukan upaya untuk menemukan dan mengevakuasi korban lainnya.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
Penculikan Warga Oleh KKB Papua, 7 Korban masih Dicari
Indonesia
Penyanderaan KKB Papua, 1 Korban Ditemukan Meninggal dengan Tubuh Kurus
Yosina ditemukan bersama Demerina Uamang, 23, salah satu dari sembilan perempuan yang sebelumnya menjadi korban penculikan pada 17 Agustus 2026.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
Penyanderaan KKB Papua, 1 Korban Ditemukan Meninggal dengan Tubuh Kurus
Indonesia
20 Hari Bertahan di Hutan, Korban Penculikan KKB Akhirnya Dievakuasi ke Timika
Korban ditemukan dalam kondisi lemah di Kampung Bela 1, Distrik Alama, Kabupaten Mimika.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
20 Hari Bertahan di Hutan, Korban Penculikan KKB Akhirnya Dievakuasi ke Timika
Indonesia
Alasan Mendagri Tito Rumuskan Ulang Definisi Orang Asli Papua
Hingga saat ini masih terjadi perbedaan pandangan di tingkat daerah mengenai kriteria Orang Asli Papua dalam UU Otsus Papua.
Wisnu Cipto - Senin, 14 September 2026
Alasan Mendagri Tito Rumuskan Ulang Definisi Orang Asli Papua
Bagikan