GP Ansor Ajak Eks HTI Gabung NU

Noer ArdiansjahNoer Ardiansjah - Jumat, 04 Agustus 2017
GP Ansor Ajak Eks HTI Gabung NU

GP Ansor (ANTARA FOTO/Agus Bebeng)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pimpinan Cabang GP Ansor Kota Surabaya siap mengajak para anggota eks Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) bergabung dengan Nahdlatul Ulama (NU).

"Kami akan rangkul mereka dan mengajaknya bergabung, kemudian diberi bekal serta ilmu sesuai Islam dan cinta Tanah Air," kata Ketua PC GP Ansor Kota Surabaya HM Faridz Afif kepada wartawan di Surabaya, Jumat (4/8).

Menurut dia, langkah yang harus dilakukan adalah dengan mendekati, merangkul hingga memberikan wawasan agar ke depannya berubah.

Pendekatan, kata dia, dimulai dari dalam kampus yang dinilainya masih banyak eks anggota HTI berorganisasi, yakni dengan mendorong PAC-PAC GP Ansor mengawalnya.

"Seperti di UIN Sunan Ampel maka PAC Wonocolo turun menjaga agar kampus tidak ada anggota ormas yang telah resmi dibubarkan, begitu juga PAC Sukolilo untuk ITS Surabaya dan kampus-kampus lain," kata dia.

Upaya itu, lanjut dia, merupakan program terdekat yang dilakukan oleh PC GP Ansor Surabaya usai menerima surat keputusan tentang pengesahan susunan pengurus periode 2017-2021 dari Pimpinan Pusat GP Ansor.

SK tersebut bernomor 0697/PP/SK-01/VII/2017 tertanggal 20 Juli 2017 ditandatangani ketua umum PP GP Ansor Yaqut Cholil dan Sekjen Abdul Rachman.

Program lainnya adalah mengumandangkan amaliyah NU di Surabaya, salah satunya menata kembali masjid-masjid di 'Kota Pahlawan' yang sempat ditempati sejumlah kelompok tertentu, khususnya mengalirkan paham radikalisme.

"Banyak masjid yang disusupi aliran radikal, baik oleh kelompok maupun perseorangan. Nah, di situlah tugas Ansor untuk menata dan membersihkannya, sekaligus mengajarkan cinta Pancasila dan NKRI," katanya.

Sementara itu, sejumlah pengurus telah menghadap Saifullah Yusuf yang merupakan ketua dewan penasihat PP GP Ansor sekaligus mantan ketua umum PP GP Ansor dua periode, serta termasuk sebagai salah seorang Ketua PBNU.

"Syukurlah kami diterima dengan baik dan mengucapkan selamat atas terbitnya SK dari pusat. Beliau juga berpesan agar amanah, bahkan khusus kepada Banser untuk tidak banyak pola," tandasnya. (*)

Sumber: ANTARA

#GP Ansor #HTI # NU
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
PBNU Umumkan Kepengurusan, Gudfan Arif Jadi Sekjen Geser Saifullah Yusuf
Struktur kepengurusan baru tersebut selanjutnya akan menjalankan mandat organisasi serta keputusan-keputusan yang dihasilkan dalam forum Muktamar Ke-35 NU.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 30 September 2026
PBNU Umumkan Kepengurusan, Gudfan Arif Jadi Sekjen Geser Saifullah Yusuf
Indonesia
Muktamar NU Putuskan Rais Aam dan Ketua Umum Dilarang Rangkap Jabatan Politik
Rais Aam dan Ketua Umum PBNU, memiliki posisi sebagai simbol kepemimpinan organisasi sehingga harus menjaga fokus dalam menjalankan mandat muktamar.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 30 Agustus 2026
Muktamar NU Putuskan Rais Aam dan Ketua Umum Dilarang Rangkap Jabatan Politik
Indonesia
50.000 Rombongan Nahdliyin Ramaikan Muktamar Ke-35 NU
Sekitar 1.500 stan UMKM berdiri di sepanjang kawasan pesantren. Bazar yang berlangsung 20-31 Agustus 2026 tersebut dilengkapi panggung budaya dan pasar malam
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 28 Agustus 2026
50.000 Rombongan Nahdliyin Ramaikan Muktamar Ke-35 NU
Indonesia
Tok! Pemilik Hak Suara di Muktamar Ke-35 NU Hanya 557 Orang 3% DPT Dicoret
Panitia Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) resmi menetapkan daftar pemilih tetap (DPT) sebanyak 557 orang.
Wisnu Cipto - Rabu, 26 Agustus 2026
Tok! Pemilik Hak Suara di Muktamar Ke-35 NU Hanya 557 Orang 3% DPT Dicoret
Indonesia
Isu Politik Uang Jelang Muktamar NU Dinilai Sangat Ironis
NU selama ini dipandang sebagai organisasi keagamaan yang kekuatan utamanya bertumpu pada moralitas dan nilai-nilai keislaman.
Dwi Astarini - Rabu, 19 Agustus 2026
Isu Politik Uang Jelang Muktamar NU Dinilai Sangat Ironis
Indonesia
Komisi Organisasi Muktamar NU: Semakin Banyak Calon Ketua Umum, Semakin Baik
Kemunculan banyak figur kandidat justru akan semakin memperkaya proses demokratisasi serta diskursus gagasan di internal organisasi. 

Dwi Astarini - Sabtu, 08 Agustus 2026
Komisi Organisasi Muktamar NU: Semakin Banyak Calon Ketua Umum, Semakin Baik
Indonesia
Jadi Biang Kegaduhan NU, Kiai Miftah dan Gus Yahya Dinilai tak Layak Maju lagi di Muktamar
Warga NU di tingkat bawah memiliki aspirasi sederhana, yakni agar para muktamirin memilih calon pemimpin yang benar-benar mampu membawa perubahan.
Dwi Astarini - Sabtu, 08 Agustus 2026
Jadi Biang Kegaduhan NU, Kiai Miftah dan Gus Yahya Dinilai tak Layak Maju lagi di Muktamar
Indonesia
AS Hikam Yakin Muktamar NU Lancar Walau Ada Riak-Riak di Internal, Tetap Kedepankan Tradisi Musyawarah
Mencari format kepemimpinan ideal bukan berarti meremehkan kepemimpinan saat ini, melainkan merespons tantangan zaman dengan berpijak pada warisan para masyayikh.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 01 Agustus 2026
AS Hikam Yakin Muktamar NU Lancar Walau Ada Riak-Riak di Internal, Tetap Kedepankan Tradisi Musyawarah
Indonesia
PDIP Menyeru ke NU untuk Tetap Jadi Penjaga Moral Bangsa, Bebas dari Kooptasi Kekuasaan
NU telah ikut membentuk DNA Indonesia bersama PNI, Muhammadiyah, dan seluruh komponen bangsa lainnya. 

Dwi Astarini - Sabtu, 25 Juli 2026
PDIP Menyeru ke NU untuk Tetap Jadi Penjaga Moral Bangsa, Bebas dari Kooptasi Kekuasaan
Indonesia
Tutup 240 BUMN tak Produktif, Presiden Prabowo: Negara Hemat Triliunan Rupiah
Prabowo mengatakan langkah tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah mereformasi tata kelola BUMN yang dinilai tidak produktif dan jumlahnya terlalu banyak. 

Dwi Astarini - Rabu, 24 Juni 2026
Tutup 240 BUMN tak Produktif, Presiden Prabowo: Negara Hemat Triliunan Rupiah
Bagikan