MerahPutih.com - Presiden terpilih 2024, Prabowo Subianto, diprediksi akan memberikan jatah menteri untuk partai koalisi pendukungnya secara adil.
Pengamat politik, Jerry Massie mengatakan, pembagian kursi menteri diperkirakan mempertimbangkan kontribusi partai dan kedekatan dengan Prabowo hingga Wapres terpilih, Gibran Rakabuming Raka.
Baca juga:
Prabowo Fokus Persiapkan Diri untuk Pelantikan Presiden 20 Oktober
Jerry menyebutkan, sebagai partai pemenang, Gerindra yang dipimpin langsung Prabowo itu mendapatkan kursi menteri paling banyak.
“Gerindra diprediksi bisa mendapatkan hingga sembilan kursi dalam kabinet,” kata Jerry kepada awak media dikutip di Jakarta, Senin (29/4).
Sementara itu, partai besar lainnya seperti Golkar, kata Jerry, pembagian jatah menterinya berada di bawah Gerindra.
“Partai Golkar diprediksi mendapatkan lima hingga tujuh kursi,” imbuh Jerry.
Lalu, Partai koalisi lain seperti Partai Amanat Nasional (PAN), Demokrat, dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI), diperkirakan tetap mendapatkan jatah menteri.
“Mereka bisa mendapat masing-masing dua hingga tiga menteri,” ucap Jerry Massie.
Baca juga:
Anies Ogah Berandai-Andai Dijadikan Menteri di kabinet Prabowo
Jerry menilai, Partai Nasional Demokrat (NasDem) yang baru bergabung, diperkirakan bisa juga dapat satu hingga dua menteri baru.
“Sisanya diisi profesional,” jelas Direktur Eksekutif Political and Public Policy Studies ini.
Prabowo pun diminta jeli dalam menyusun kabinet. Penempatan menteri harus sesuai dengan kemampuan calon.
"Pertama, harus sesuai kompetensi jangan sampai orang kemampuannya A, tapi ditempatkan di jabatan B," ungkap Jerry.
Prabowo juga disarankan melihat pengalaman dan rekam jejak calon menteri. Kemudian, latar belakang pendidikan hingga organisasi perlu dicermati supaya ada hasil kerja nyata.
"Berikutnya dan yang sudah pasti adalah tidak boleh tersangkut kasus hukum," ungkap Jerry.
Selain itu, Jerry mengusulkan calon menteri membuat curriculum vitae (CV). Data itu harus terbuka agar publik lebih mengenal rekam jejak menteri di kabinet Prabowo.
"Ini untuk transparansi dan pertanggungjawaban untuk publik supaya yakin atas kemampuan menteri-menteri," tutup Jerry. (knu)
Baca juga:
Belum Diajak Bicara Prabowo soal Kursi Menteri, NasDem ‘Sadar Diri’