MERAHPUTIH.COM - GEMPA bermagnitude 4,9 mengguncang Bali pada Sabtu (7/9) pukul 09.51.44 Wita. Badan Meteorologi dan Geofisika, dalam unggahan di akun X, menyebut gempa terjadi 4 km barat laut Gianyar dengan kedalaman 19 km.
Setelah gempa, Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bali melakukan kajian cepat di seluruh kabupaten dan kota untuk melihat dampak gempa bumi dangkal tersebut.
“Saat ini sedang dilakukan kaji cepat dan asesmen awal dengan mengumpulkan data dan informasi dari seluruh BPBD kabupaten/kota se-Bali,” kata Kepala BPBD Bali Made Rentin di Denpasar, seperti dilansir ANTARA, Sabtu (7/9).
Dari informasi awal, di Kabupaten Gianyar terjadi kerusakan ringan berupa tembok retak dan genteng jatuh di bangunan milik Dinas Pariwisata Gianyar. Laporan cepat juga masuk dari kawasan Pura Besakih, Karangasem. Getaran keras terasa, tapi tidak terjadi kerusakan.
Baca juga:
BMKG mencatat, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi ini merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif di darat.
Setelah getaran pertama dilaporkan pula gempa susulan, namun dengan getaran ringan magnitudo 2,5 pukul 10.34.46 Wita, magnitudo 2,3 pukul 10.41 Wita, dan magnitudo 1,9 pukul 10.58 Wita.
“Seluruh kabupaten/kota merasakan getaran gempa cukup keras, saat ini sedang dalam proses pengecekan dampak yang terjadi, nihil informasi korban jiwa,” ujar Rentin.
Dari komunikasi radio dan telepon ke BPBD kabupaten/kota, BPBD Bali mencatat di luar Kabupaten Gianyar sejauh ini gempa bumi terasa, tapi belum ada informasi kerusakan maupun korban jiwa.(*)
Baca juga: