MerahPutih.com - Gempa berkekuatan 5,3 magnitudo mengguncang wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dan sekitar. Gempa menyebabkan belasan rumah dan satu tempat ibadah rusak.
Kepala Pusdalop BPBD DIY Danang Syamsu Rizal menjelaskan, berdasarkan laporan kerusakan rumah paling banyak terjadi di Kabupaten Gunung Kidul yang menjadi pusat gempa.
Baca Juga:
Trauma Gempa, 7.227 Warga Tehoru Masih Ngungsi di Dataran Tinggi
"14 rumah dan 1 rumah ibadah rusak.tapi tidak ada korban luka dan korban jiwa," jelas Danang melalui keterangan pers di Yogyakarta, Senin (28/6).
Daerah yang terdampak paling parah ada di Kepanewon (kecamatan) Purwosari, Kepanewon Panggang, dan Kepanewon Girisubo. Selain Gunung kidul, gempa juga merusak tiga rumah di Kepanewon( Kecamatan) Pundong, Kabupaten Bantul.
Sementata di Kota Yogyakarta, Kabupaten Sleman dan Kulonprogo tidak ada laporan kerusakan gempa maupun korban jiwa
Danang melanjutkan, usai gempa selesai, masyarakat sudah bahu membahu membersihkan puing-puing bangunan yg rusak.
Warga Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dikejutkan dengan guncangan gempa pada Senin (28/06) sekitar pukul 05.15 WIB. Goyangan bumi sontak membuat sebagian warga panik dan segera berhamburan ke luar rumah.
Salah seorang warga Sidoagung, Purnomo Edi menyebut guncangan gempa yang dirasakan amat kencang. Saat gempa terjadi ia masih terlelap di pulau " Kapuk". Tetiba ia merasa tempat tidurnya terasa bergoyang-goyang sehingga memaksanya segera beranjak.
"Jadi aku keluar rumah, warga juga pada keluar rumah," kata Purnomo Edi.
Sementara itu, Tria, warga Margoluwih, Godean, Sleman juga menuturkan hal serupa. Menurutnya, guncangan gempa layaknya gempa Yogyakarta Tahun 2006, meski memiliki durasi yang cukup singkat.
"Seperti pas gempa 2006 menurutku, tapi Alhamdulillah cuma sebentar," ujar Tria.
Berdasarkan laporan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, pada tanggal 28 Juni 2021 pukul 05:15:29 WIB terjadi gempa berkekuatan 5,3 magnitudo dengan lokasi 8.56 lintang selatan - 110.58 bujur timur namun tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
Gempa itu terjadi di laut pada jarak 66 km arah selatan Kota Wonosari, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta pada kedalaman 61 km.
Guncangan gempa bumi ini, menurut BMKG, dirasakan di daerah Bantul, Gunungkidul, Purworejo, Trenggalek, Tulungagung, Blitar, Nganjuk, Sleman, Yogyakarta, Klaten, Cilacap, Kebumen, Banjarnegara, Malang, dan Solo. (Teresa Ika/Yogyakarta)
Baca Juga:
BMKG Sebut Air Laut Naik 0,5 Meter Pascagempa di Maluku

