Film

Gara-Gara Adegan Ciuman, 'Lightyear' Ditolak 14 Negara

Dwi AstariniDwi Astarini - Selasa, 14 Juni 2022
Gara-Gara Adegan Ciuman, 'Lightyear' Ditolak 14 Negara

Isu LGBTQ sandung penayangan film 'Ligtyear'. (Foto: Instagram@chrisevans)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BUZZ Lightyear bisa saja terbang ke tak terbatas dan melampauinya, tapi tidak demikian dengan filmnya. Spin-off dari Toy Story ini tak akan tayang di 14 negara. Hal itu disebabkan adegan ciuman singkat sesama jenis.

Walt Disney gagal mendapatkan izin untuk menayangkan film terbaru mereka bersama Pixar, Lightyear, di 14 negara Timur Tengah dan Asia. Seorang sumber mengatakan pada Senin (13/6), dikutip CNA Lifestyle, belum ada kejelasan apakah film animasi itu bisa tayang di Tiongkok, pasar terbesar penayangan film.

BACA JUGA:

Sutradara Ungkap Inspirasi Garap Film 'Lightyear'

Produser Lightyear Galyn Susman mengatakan kepada Reuters bahwa pemerintah Tiongkok telah meminta penghilangan bagian film yang menampilkan adegan ciuman singkat tersebut. Namun, pihak Disney menolak permintaan itu. Oleh karena itu, ia beramsumsi film tentang petualangan robot angkasa luar ini tak akan tayang di Tiongkok.

Hingga saat ini, menurut Susman, pihak Disney belum menerima jawaban dari pemerintah Tiongkok apakah mereka akan membolehkan film ini tayang. Namun, ia menegaskan tak akan membuat perubahan apa pun pada film ini. Tiongkok telah menolak penggambaran hubungan sesama jenis di masa lalu.

“Kami tak akan menghilangkan apa pun, terlebih bagian penting yang menunjukkan hubungan penuh cinta dan inspirasi. Adegan ini menunjukkan apa yang dilewatkan Buzz akibat keputusan yang ia buat. Jadi, ini tak akan dihilangkan,” kata Susman kepada Reuters saat penayangan perdana film ini di London, Inggris.

Bagi Pixar, menurut sumber di industri perfilman, Tiongkok bukanlah pasar penentu. ‘Negeri Tirai Bambu’ menyumbang hampir 3 persen untuk pendpaatan global Toy Story 4 di 2019.

BACA JUGA:

Film Animasi Lightyear Penuh Aksi

Pengisi suara Buzz Lightyear, Chris Evans, mengatakan penolakan atas Lightyear karena isu LGBTQ membuat frustrasi. “Sungguh baik saat kita menjadi bagian dari langkah maju untuk menciptakan inklusi sosial. Namun, dengan beberapa tempat yang tak menyetujuinya, itu sungguh membuat frustrasi,” ujar Evans.

Penolakan penayangan film ini di Uni Emirat Arab (UEA) dipicu sebuah adegan ciuman singkat sesama jenis. Pihak UEA mengatakan hubungan sesama jenis melanggar standar konten media negeri itu. Di banyak negara Timur Tengah, hubungan sesama jenis dianggap sebagai sebuah kejahatan.

Mei lalu, Disney juga menolak menghilangan referensi hubungan sesama jenis dalam film Doctor Strange And The Multiverse Of Madness. Akibatnya, film laris tersebut tak tayang di Arab Saudi dan sejumlah negara Timur Tengah.

Sementara itu, perwakilan dari negara lain, termasuk Arab Saudi, Mesir, Indonesia, Malaysia, dan Libanon, disebut CNA Lifestyle, belum memberikan komentar mengenai alasan menolak penayangan film Lightyear.

Lightyear yang dijadwalkan tayang di bioskop Amerika Serikat dan Kanada pada Jumat (17/6) dengan rating PG (dengan bimbingan orangtua) amat mungkin tak masuk bioskop beberapa negara. Demikian dilansir CNN. Meskipun demikian, sebagai sebuah karya Disney, film ini akan masuk rak di Disney+. Layaknya ‘mainan’, Lightyear sudah pasti akan bertahan lama di rak.(dwi)

BACA JUGA:

Film 'Lightyear' Berikan Pengalaman Menjelajah ke Angkasa Luar

#Film #Disney
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

ShowBiz
Tak Semua Adegan Novel Masuk Film, Leila S Chudori Ungkap soal Adaptasi 'Laut Bercerita'
Leila S Chudori menceritakan tantangan adaptasi novel 'Laut Bercerita' ke film, termasuk memilih adegan yang harus dipertahankan atau dihapus.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
Tak Semua Adegan Novel Masuk Film, Leila S Chudori Ungkap soal Adaptasi 'Laut Bercerita'
ShowBiz
Sutradara 'The Hunger Games' Garap Adaptasi 'Red Rising', Novel Sci-Fi tentang Perlawanan dan Ketimpangan
Paramount mengadaptasi novel Red Rising karya Pierce Brown menjadi film. Francis Lawrence, sutradara The Hunger Games, akan menggarap proyek ini.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
Sutradara 'The Hunger Games' Garap Adaptasi 'Red Rising', Novel Sci-Fi tentang Perlawanan dan Ketimpangan
ShowBiz
Netflix Siapkan Film 'Sacrifice', Chris Evans dan Anya Taylor-Joy Terjebak Teror Sekte
Netflix siapkan Film Sacrifice. Thriller komedi garapan Romain Gavras, dibintangi Chris Evans dan Anya Taylor-Joy. Kisah penyanderaan dan pengorbanan manusia.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
Netflix Siapkan Film 'Sacrifice', Chris Evans dan Anya Taylor-Joy Terjebak Teror Sekte
ShowBiz
Film Horor Whalefall Terancam Rugi Besar, Modal Rp 1,08 Triliun Cuma Raup Rp 135 Miliar pada Pembukaan
Film horor Whalefall hanya meraup US$7,5 juta atau sekitar Rp135 miliar pada pekan pembukaan, jauh di bawah biaya produksi US$60 juta.
Frengky Aruan - Minggu, 18 Oktober 2026
Film Horor Whalefall Terancam Rugi Besar, Modal Rp 1,08 Triliun Cuma Raup Rp 135 Miliar pada Pembukaan
ShowBiz
Tim Burton Gandeng Penulis Nobel Sastra Kazuo Ishiguro, Siapkan Film Misterius yang Bikin Penasaran
Tim Burton berkolaborasi dengan Kazuo Ishiguro, peraih Nobel Sastra, untuk menggarap film orisinal misterius. Simak fakta proyek terbaru mereka.
Frengky Aruan - Minggu, 18 Oktober 2026
Tim Burton Gandeng Penulis Nobel Sastra Kazuo Ishiguro, Siapkan Film Misterius yang Bikin Penasaran
ShowBiz
Greta Gerwig Ungkap Buku Narnia Membantunya Menemukan Jati Diri
Buku-buku itu sudah dibacakan kepadanya sebelum ia mampu membaca sendiri.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Greta Gerwig Ungkap Buku Narnia Membantunya Menemukan Jati Diri
ShowBiz
Kritik Arie Kriting soal FFI: Ketika Film Diapresiasi, Pemainnya Tak Masuk Nominasi
Arie Kriting mempertanyakan absennya Irma Rihi dari nominasi FFI lewat Women From Rote Island dan Na Willa serta menyoroti representasi perempuan Timur.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 15 Oktober 2026
Kritik Arie Kriting soal FFI: Ketika Film Diapresiasi, Pemainnya Tak Masuk Nominasi
ShowBiz
Andrew Koji Sempat Tak Percaya Diri Perankan Ryu di Film Live-Action 'Street Fighter'
Andrew Koji mengaku sempat ragu memerankan Ryu di film Street Fighter. Simak tantangan mendalami karakter, kisah turnamen, dan 14 adegan pertarungan utama.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 14 Oktober 2026
Andrew Koji Sempat Tak Percaya Diri Perankan Ryu di Film Live-Action 'Street Fighter'
ShowBiz
Demi Perankan Chun-Li di 'Street Fighter', Callina Liang Jalani Latihan Intensif dan Konsumsi 12 Telur Sehari
Callina Liang menjalani latihan bela diri 5–6 hari sepekan dan mengonsumsi 12 telur sehari demi memerankan Chun-Li di film Street Fighter.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 14 Oktober 2026
Demi Perankan Chun-Li di 'Street Fighter', Callina Liang Jalani Latihan Intensif dan Konsumsi 12 Telur Sehari
ShowBiz
Bukan Cuma Adu Jurus, Film Live-Action 'Street Fighter' Juga Sajikan Komedi yang Menggelitik
Film Street Fighter tayang 14 Oktober 2026 di bioskop Indonesia. Simak sinopsis Ryu dan Ken, 14 adegan pertarungan, serta daftar pemainnya.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 14 Oktober 2026
Bukan Cuma Adu Jurus, Film Live-Action 'Street Fighter' Juga Sajikan Komedi yang Menggelitik
Bagikan