Ganjar Pranowo Usul Santri Pakai Sarung dan Peci Batik Lasem

Widi HatmokoWidi Hatmoko - Jumat, 27 Januari 2017
Ganjar Pranowo Usul Santri Pakai Sarung dan Peci Batik Lasem

Ganjar Pranowo saat menghadiri acara malam Imlek di Lasem. (MP/Widi Hatmoko)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyebut, batik tulis Lasem mencerminkan keragaman budaya, serta simbol harmonisasi antara masyarakat Jawa, santri, dan warga Tionghoa. Keharmoniasan masyarakat Jawa, santri, dan Tionghoa ini juga, menurut Ganjar Pranowo, menunjukkan sejarah Lasem yang sangat luar biasa.

"Lasem ini kota yang sangat luar biasa, perpaduan menyatu tanpa ada skat, antara masyarakat Jawa, santri dan Tionghoa. Saya berharap ini akan menjadi cermin," ujar Ganjar Pranowo saat menghadiri acara malam Imlek di Balai Gedung Kedamaian, Klenteng Poo An Bio, Lasem, Kabupaten Rembang, Jumat (27/1) malam.

Ganjar juga mengusulkan, agar perajin batik tulis Lasem ini bisa mendesain batik khusus untuk para santri. Sehingga keberagaman budaya ini semakin berbaur, dan menjadikan kota Lasem menjadi kota yang khas.

"Untuk santri didesainkan sarung batik yang khas, atau pecinya, itu akan luar biasa. Karena saya pernah dikirimi foto, lagi umroh pakai baju Jawa, blangkonan, pakai jarik. Dan ini menunjukkan bahwa baju bisa dipakai siapapun, di manapun dan untuk apapun," paparnya.

Salah seorang sesepuh masyarakat Tionghoa Lasem, Sie Hwie Djan atau Pak Gandor mengungkapkan, harmonisasi masyarakat Jawa, santri, dan Tionghoa Lasem ini sudah terjalin sejak dulu, jauh sebelum penjajah Belanda masuk di Indonesia. Menurutnya, masyarakat Tionghoa yang ada di Lasem, umumnya adalah masyarakat Tionghoa Peranakan, perkawinan silang antara orang-orang Tionghoa dari Cina daratan yang datang ke Lasem pada sekitar abad ke XIV silam.

"Sekitar tahun 1400-an itu, sekitar 7.000 orang Tionghoa mendarat ke Lasem, di Binangun sana, dan semuanya laki-laki. Karena mereka orang-orang yang normal, secara biologis, otomatis ya menikah, ya dengan orang-orang sini (pribumi-red)," katanya.

#Batik Tulis Lasem #Lasem #Batik #Ganjar Pranowo
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Widi Hatmoko

Menjadi “sesuatu” itu tidak pernah ditentukan dari apa yang Kita sandang saat ini, tetapi diputuskan oleh seberapa banyak Kita berbuat untuk diri Kita dan orang-orang di sekitar Kita.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Ganjar Pranowo Datang, Lagu 'Flabomora' Berkumandang di NTT
Para ibu setempat melantukan lirik lagu yang menyentuh hati, nada senduh dan teduh menenangkan perasaan.
Dwi Astarini - Sabtu, 22 Agustus 2026
Ganjar Pranowo Datang, Lagu 'Flabomora' Berkumandang di NTT
Fashion
Ragamkultura Jakarta di IFW 2026, Batik Betawi hingga Marunda Curi Perhatian Penonton
Batik Jakarta bersinar di IFW 2026. Panggung Ragamkultura Jakarta menghadirkan sembilan jenama wastra.
Soffi Amira - Jumat, 31 Juli 2026
Ragamkultura Jakarta di IFW 2026, Batik Betawi hingga Marunda Curi Perhatian Penonton
Indonesia
Kaesang Maju di Pileg Solo 2029, Ganjar: itu Hak Politik Setiap Warga Negara
Ganjar Pranowo merespons rencana Kaesang Pangarep yang maju di Pileg Solo 2029. Ia mengatakan, siapa pun boleh maju.
Soffi Amira - Senin, 27 Juli 2026
Kaesang Maju di Pileg Solo 2029, Ganjar: itu Hak Politik Setiap Warga Negara
Indonesia
Demokrat Pertanyakan Posisi Politik PDIP agar Tidak Abu-abu, Ganjar Pranowo Beri Jawaban
Partai Demokrat ikut mempertanyakan posisi politik PDI Perjuangan (PDIP) terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Frengky Aruan - Senin, 22 Juni 2026
Demokrat Pertanyakan Posisi Politik PDIP agar Tidak Abu-abu, Ganjar Pranowo Beri Jawaban
Indonesia
Nobar 'Ghost in the Cell', Ganjar Pranowo: Sindirannya Nyelekit
Ganjar menambahkan bahwa media seni dan budaya penting untuk melatih kepekaan agar para pemimpin dan masyarakat selalu sadar terhadap realitas.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 07 Juni 2026
Nobar 'Ghost in the Cell', Ganjar Pranowo: Sindirannya Nyelekit
Indonesia
SBY Belanja Batik di Solo, Kenang Momen Bersama Almarhumah Ani Yudhoyono
SBY berbelanja batik di Solo sambil mengenang momen bersama almarhumah Ani Yudhoyono di toko langganan mereka.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 08 April 2026
SBY Belanja Batik di Solo, Kenang Momen Bersama Almarhumah Ani Yudhoyono
Fashion
Kisah Nenek Moyang Maluku dalam Kain Batik Tulis Maluku Tengah di Trade Expo Indonesia
Kain indah memesona tersebut menjadi representasi batik tulis asal Maluku Tengah nan berkarakter dan memikat.
Dwi Astarini - Minggu, 26 Oktober 2025
Kisah Nenek Moyang Maluku dalam Kain Batik Tulis Maluku Tengah di Trade Expo Indonesia
Indonesia
Pameran Foto Jurnalistik ‘SANTRI V.2’ Hadirkan Imaji Kehidupan Pondok Pesantren
Mengingat dan meneladani kembali peran santri dalam sejarah panjang Republik Indonesia.
Dwi Astarini - Sabtu, 18 Oktober 2025
Pameran Foto Jurnalistik ‘SANTRI V.2’ Hadirkan Imaji Kehidupan Pondok Pesantren
Indonesia
Kenang Sosok Kwik Kian Gie sebagai Guru sekaligus Sahabat, Ganjar Pranowo: Ekonom Kritis dan Penuh Idealisme
Kwik Kian Gie meninggal dunia pada Senin (28/7) malam di Rumah Sakit Medistra, Jakarta.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 29 Juli 2025
Kenang Sosok Kwik Kian Gie sebagai Guru sekaligus Sahabat, Ganjar Pranowo: Ekonom Kritis dan Penuh Idealisme
Indonesia
Rahasia Batik Indonesia Tak Hanya Warisan Budaya, Tapi Senjata Ampuh di Kancah Global
Saraswati juga melihat peluang besar dari kerja sama perdagangan bebas antara Indonesia dan Uni Eropa
Angga Yudha Pratama - Selasa, 29 Juli 2025
Rahasia Batik Indonesia Tak Hanya Warisan Budaya, Tapi Senjata Ampuh di Kancah Global
Bagikan