MerahPutih.com - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meresmikan BRT Trans Jateng Koridor VII rute layanan Solo-Sukoharjo-Wonogiri di Alun-alun Giri Krida Bakti, Selasa (8/8). Kendaraan umum ini ramah difabel dan digratiskan selama sepekan.
Ganjar mengatakan Trans Jateng Solo-Wonogiri ini melengkapi transportasi umum lainnya. Total kolidor yang dioperasionalkan 12 unit armada, 2 armada ramah difabel, dan satu armada cadangan.
Baca Juga
"Ada 14 unit armada tersebut akan beroperasi mulai pukul 05.00 WIB hingga 19.00 WIB, setiap hari. Bus berangkat dari Terminal Tirtonadi Solo hingga Terminal Tipe C Wonogiri," kata Ganjar, Selasa (8/8).
Ganjar mengatakan, Trans Jateng koridor VII ini juga menggunakan tarif yang sama dengan koridor lainnya. Yakni Rp 2.000 untuk pelajar, buruh dan veteran. Sedangkan penumpang umum dikenakan tarif Rp 4.000.
“Kami masih mendedikasikan kepada kawan-kawan buruh, pelajar, orang-orang tua, veteran dengan tarif khusus sebagai sebuah tindakan afirmasi kepada mereka,” katanya.
Selama masa promo, kata dia, tarif Trans Jateng rute Solo-Sukoharjo-Wonogiri digratiskan seminggu mulai Selasa (8/8) hingga Minggu (15/8).
Baca Juga
TransJakarta Operasikan 9 Halte BRT Terdampak LRT Jabodetabek
Dia menyebut Koridor VII ini terintegrasi dengan layanan Trans Jateng rute Solo-Sumberlawang di Terminal Tipe A Tirtonadi dan transportasi umum di sekitarnya sehingga layanan ini semakin mengkoneksikan wilayah yang ada di Jateng.
“Koridor ini mudah-mudahan akan terus berjalan dan terintegrasi dengan layanan yang ada di daerah," katanya.
Dia mengatakaan fasilitas Trans Jateng dilengkapi GPS, kamera pengawas, hingga perlengkapan medis di Kotak Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K).
Trans Jateng kini melayani 7 rute perjalanan. Di antaranya Semarang-Bawen, Purwokerto-Purbalingga, Semarang-Kendal, Magelang-Purworejo, Solo-Sragen, Semarang-Grobogan, dan terbaru Solo-Sukoharjo-Wonogiri.
Ketua Forum Difabel Kabupaten Wonogiri Sutadi menilai, BRT Trans Jateng bagus dan nyaman bagi difabel. Selain juga, pengemudi dalam berkendara juga hati-hati.
"Kami para difabel itu, perjalannya (naik BRT) merasa nyaman," kata Sutadi.
Ia berharap bus terus ramah dengan difabel karena sangat membantu kalangannya di Kabupaten Wonogiri. Ia juga berharap bus dengan akses difabel bisa lebih banyak ke depannya. (Ismail/Jawa Tengah).
Baca Juga
20 Jalur Bus Rapid Transit (BRT) Bandung Raya Aktif pada Tahun 2026