MerahPutih.com - Capres nomor urut 3, Ganjar Pranowo, menyatakan dirinya akan tegak terhadap aturan demi kepentingan bangsa dan negara, meskipun situasi demokrasi mengalami kemunduran dan banyak tantangan.
Apalagi, dirinya sudah mendapatkan banyak laporan ada pihak yang mendapatkan intervensi dan intimidasi untuk tak bergerak mendukung pasangan Ganjar-Mahfud. Dengan tegas, Ganjar akan melawannya dengan cara yang konstitusional.
Baca Juga:
Ratusan Mantan Anak Buah Jokowi dan Gibran Deklarasi Dukung Ganjar
“Sudah banyak yang melapor ke saya, tidak boleh gerak, apalagi kepala daerah. ‘Kamu tidak boleh gerak terlalu kuat untuk 03’. Maka saya sampaikan cara melawan kita yang konstitusional, laporkan kalo ada penindasan, laporkan kalo ada yang menakut-nakuti,” kata Ganjar dalam acara ‘Hajatan Rakyat’ di Upperhills Convention Hall, Makassar, Sulsel, Selasa (30/1).
Lebih jauh, Ganjar menyatakan alangkah baiknya demokrasi bisa berjalan sebagaimana mestinya yakni politik yang diisi oleh ide atau gagasan. “Biarkan masyarakat menentukan pilihan dan prefensi dengan benar. Maka masyarakat bisa melihat ide gagasan dan cara mereka realisasi seperti apa,” tutur dia.
Baca Juga:
Dukung Ganjar-Mahfud, Slank Luncurkan Lagu 'Salam M3Tal'
Ganjar juga berharap masyarakat untuk tidak takut akan intervensi yang didapatkan. Dia pun berpesan bilamana mengalami hal tersebut segera melaporkan kepada tim pemenangan Ganjar-Mahfud.
“Tim Ganjar-Mahfud sudah menyiapkan lawyer-lawyer yang hebat dan saya tidak pernah berhenti untuk itu. Apakah bapak ibu masih punya energi untuk menangkan Ganjar-Mahfud? Apakah siap berkeringat?” kata Ganjar.
Dalam acara itu, Ganjar menerima pemberian ikat kepala Passapu atau Patonro sebagai sebuah simbol penyambutan menggunakan identitas masyarakat Makassar. Passapu atau Patonro adalah sebuah penutup kepala yang berupa lilitan kain khas masyarakat Makasar.
“Maka saya diberikan mahkota ini ke kepala saya dan karena ini harus tegak ke atas untuk menunjukkan sebuah sikap yang tidak pernah ragu-ragu seperti pahlawan kita Sultan Hasanuddin,” tutup mantan Gubernur Jawa Tengah itu. (Pon)
Baca Juga:
Ganjar Sebut Pela-Gandong Maluku Contoh Perdamaian Indonesia