Food Tray MBG Diduga Mengandung Minyak Babi, Komisi IX DPR Desak BGN Koordinasi dengan BPOM

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Jumat, 19 September 2025
Food Tray MBG Diduga Mengandung Minyak Babi, Komisi IX DPR Desak BGN Koordinasi dengan BPOM

Ilustrasi Makan Bergizi Gratis. (MerahPutih.com/Didik Setiawan)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Isu keamanan dan kehalalan program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan publik setelah beberapa waktu terakhir muncul kekhawatiran terkait penggunaan food tray yang diduga mengandung minyak babi.

Program MBG, yang digagas pemerintah sebagai upaya meningkatkan pemenuhan gizi anak-anak sekolah, kini menuai perhatian legislatif terkait kualitas pengawasan dan pelaksanaannya.

Anggota Komisi IX DPR RI, Irma Suryani Chaniago, mengingatkan Badan Gizi Nasional (BGN) agar lebih berhati-hati dalam menjalankan program MBG. Pernyataan ini disampaikan menanggapi temuan terkait food tray atau ompreng MBG yang disebut-sebut mengandung minyak babi.

“BGN dengan anggaran yang sangat besar, harus ekstra hati-hati menjalankan amanat Bapak Presiden,” kata Irma dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (19/9).

Baca juga:

BPJPH dan BPOM Didesak Usut Tuntas Status Kehalalan Ompreng Program MBG yang Diduga Mengandung Minyak Babi

Politikus Partai NasDem itu menambahkan, Komisi IX telah memberikan sejumlah catatan kepada BGN dalam rapat kerja pada Selasa (16/9).

Catatan tersebut mencakup evaluasi penyerapan anggaran, variasi menu, kontrol penyajian, ketersediaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), hingga standar pelayanan dapur.

“Kami dari Komisi IX sudah menyampaikan banyak hal, mulai dari evaluasi anggaran, variasi menu, kontrol menu, evaluasi ketersediaan SPPG, sampai standar pelayanan dapur,” jelas Irma.

Baca juga:

Bantah Isu Minyak Babi di Nampan MBG, Kepala BGN: Sudah Dapat Sertifikat Halal

Selain itu, ia mendesak BGN untuk segera memperkuat koordinasi dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) guna memastikan keamanan pangan dalam program MBG, terutama mengingat masih adanya kasus keracunan di sejumlah wilayah.

Sementara itu, Kepala BGN, Dadan Hindayana, mengungkapkan adanya penolakan program MBG di salah satu kecamatan di Sulawesi Utara. Penolakan ini dipicu viralnya isu penggunaan food tray yang diduga mengandung minyak babi dan diragukan kehalalannya.

“Ada satu kecamatan di Sulawesi Utara yang tidak mau menerima makan bergizi karena viralnya tempat makan yang digunakan dianggap diragukan kehalalannya,” ujar Dadan dalam acara penandatanganan Nota Kesepahaman Sinergi Penyelenggaraan Jaminan Produk Halal Program Pemenuhan Gizi Nasional di Kantor Bappenas, Jakarta, Senin (8/9). (Pon)

#Makan Bergizi Gratis #Badan Gizi Nasional #Komisi IX DPR
Bagikan
Ditulis Oleh

Ponco Sulaksono

Berita Terkait

Indonesia
Jampidsus Mulai Sasar Motor Listrik Hasil Mark Up eks Bos BGN, Gudang di Bogor Target Pertama
Pengadaan 21.801 unit motor senilai Rp1,035 triliun diduga mark up, bersama sepatu, tablet, dan televisi.
Wisnu Cipto - Kamis, 18 Juni 2026
Jampidsus Mulai Sasar Motor Listrik Hasil Mark Up eks Bos BGN, Gudang di Bogor Target Pertama
Indonesia
PKB Perintahkan Pengurus Cabang Gelar Dialog Dengan Mahasiswa, Bahas MBG dan KDMP
PKB, tegas ia, tidak menutup mata dengan berbagai laporan penyimpangan hingga pelanggaran hukum terkait pelaksanaan program pemerintah
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 17 Juni 2026
PKB Perintahkan Pengurus Cabang Gelar Dialog Dengan Mahasiswa, Bahas MBG dan KDMP
Indonesia
Bakom Tegaskan Program MBG tak Bisa Dihentikan, ini Alasannya
Bakom menegaskan, bahwa MBG tak bisa dihentikan begitu saja. Sebab, program tersebut menjadi janji Presiden RI, Prabowo Subianto.
Soffi Amira - Rabu, 17 Juni 2026
Bakom Tegaskan Program MBG tak Bisa Dihentikan, ini Alasannya
Indonesia
Pemerintah Siapkan Kelas Dapur MBG, Insentif SPPG Bakal Dibedakan sesuai Kinerja
MBG akan menerapkan sistem kelas dapur MBG. Nantinya, insentif SPPG akan dibedakan sesuai kinerjanya.
Soffi Amira - Rabu, 17 Juni 2026
Pemerintah Siapkan Kelas Dapur MBG, Insentif SPPG Bakal Dibedakan sesuai Kinerja
Indonesia
Setop Tambah SPPG, Pemerintah Fokus ke Kualitas ketimbang Kuantitas MBG
Pemerintah kini menempatkan peningkatan kualitas layanan sebagai prioritas utama setelah jaringan layanan MBG berkembang pesat dalam beberapa bulan terakhir.
Dwi Astarini - Rabu, 17 Juni 2026
Setop Tambah SPPG, Pemerintah Fokus ke Kualitas ketimbang Kuantitas MBG
Indonesia
Qodari Tegaskan Program Makan Bergizi Gratis Tak Akan Dihentikan
Kepala Bakom RI Muhammad Qodari menegaskan program Makan Bergizi Gratis tidak akan dihentikan karena merupakan program prioritas dan janji kampanye Presiden Prabowo.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 17 Juni 2026
Qodari Tegaskan Program Makan Bergizi Gratis Tak Akan Dihentikan
Indonesia
MBG Disetop Selama Libur Sekolah, Fokus Evaluasi Tata Kelola BGN
BGN hentikan sementara Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama libur sekolah untuk evaluasi tata kelola dan pemutakhiran data.
Wisnu Cipto - Selasa, 16 Juni 2026
MBG Disetop Selama Libur Sekolah, Fokus Evaluasi Tata Kelola BGN
Indonesia
BGN Bantah Tuduhan Keuntungan MBG Mengalir ke Prabowo, Masyarakat Diminta Jangan Percaya
BGN membantah tuduhan soal keuntungan MBG yang diberikan kepada Presiden RI, Prabowo Subianto.
Soffi Amira - Minggu, 14 Juni 2026
BGN Bantah Tuduhan Keuntungan MBG Mengalir ke Prabowo, Masyarakat Diminta Jangan Percaya
Indonesia
Kejagung Tetapkan Komisaris PT YAT sebagai Tersangka Baru Korupsi MBG, Diduga Markup Anggaran Motor Listrik Rp 1,03 Triliun
Kejagung menetapkan AM, Komisaris PT YAT, sebagai tersangka baru kasus dugaan korupsi program MBG. Diduga markup pengadaan motor listrik senilai Rp 1,03 triliun.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 12 Juni 2026
Kejagung Tetapkan Komisaris PT YAT sebagai Tersangka Baru Korupsi MBG, Diduga Markup Anggaran Motor Listrik Rp 1,03 Triliun
Indonesia
MBG Diminta Setop Sementara, Ekonom Soroti Anggaran hingga Kasus Keracunan
Ekonom Achmad Nur Hidayat meminta program MBG dihentikan sementara. Ia menyoroti anggaran hingga kasus keracunan.
Soffi Amira - Jumat, 12 Juni 2026
MBG Diminta Setop Sementara, Ekonom Soroti Anggaran hingga Kasus Keracunan
Bagikan