Kesehatan

Flat Feet Bisa Bahayakan Tubuh, Jangan Sepelekan

Dwi AstariniDwi Astarini - Kamis, 12 Desember 2024
Flat Feet Bisa Bahayakan Tubuh, Jangan Sepelekan

Penderita flat feet butuh sepatu khusus dengan bantalan.(foto: Merahputih.com/Didik Setiawan)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - KAKI merupakan organ penting yang mendukung berbagai mobilitas diri. Namun, sayangnya banyak di antara kita yang kurang memperhatikan kondisi kesehatannya jika dibandingkan organ tubuh lainnya.

Brand Marketing Sr Division Manager of PT MAP Aktif Adiperkasa Stefanie Saragih mengatakan pentingnya menyadari bentuk kaki sendiri. Hal itu termasuk mengecek adakah gejala flat feet yang kita alami.

Menurut Stefanie, jika sudah ditemukan gejal flat feet baiknya menggunakan sepatu atau apa pun yang bagian dalamnya memiliki bantalan untuk menompang beban tubuh penggunanya.

"Karena memang berdasarkan anjuran ahli kesehatan tulang bahwa merek dengan kondisi kaki flat feet membutuhkan kayak bantalan atau bantuan di kaki mereka, supaya nyaman melakukan aktivitas," kata dia saat ditemui dalam peluncuran Skechers Arch Fit di Melati Glass House, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.

Baca juga:

Jalan Kaki dan Latihan Kekuatan, Kombinasi Ampuh Bakar Lemak




Seperti dilansir laman Siloam Hospital, flat feet atau pes planus adalah kondisi yang terjadi ketika telapak kaki berbentuk datar atau rata. Padahal normalnya, morfologi telapak kaki cenderung melengkung.

Flaf feet disebabkan gangguan perkembangan tulang, penyakit pada otot, cedera. Selain itu, kondisi ini juga dipengaruhi gaya hidup kurang baik misalnya sering menggunakan hak tinggi atau tapak sepatu yang tidak mendorong bentuk kaki.

Maka dari itu, kata Stefanie, perlu sepatu yang disertai dengan arch fit technology. Teknologi itu memberikan perlindungan tumit dan telapak kaki dari risiko flat feet ini.

"Penting banget menurut aku. Aku juga tidak meganjurkan arch fit untuk semua kalangan. Melihat kondisi kaki masing-masing. Aku kebetulan agak flat feet, jadi biasanya flat feet jadi capat capek ketika berdiri lama," kata dia.(tka)

Baca juga:

Perempuan Paling Banyak Alami Sindrom Kaki Gelisah, Apakah Itu?



#Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Indonesia
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Pemerintah mengatakan manfaat program CKG berpotensi mencegah satu dari empat kasus stroke dan penyakit kardiovaskular pada 2035.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
ShowBiz
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Tanpa ragu, Jisoo mengambil sekotak susu kedelai.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Bagikan