Merahputih.com - Stadion Wembley akan jadi saksi pertemuan dua raksasa Inggris, Chelsea dan Manchester City, dalam laga final FA Cup musim 2025/2026. Pertandingan ini menjadi pertemuan ketujuh bagi kedua tim di stadion bersejarah tersebut.
Catatan sejarah menunjukkan hanya duel Chelsea melawan Manchester United yang paling sering terjadi di Wembley, yakni sebanyak sembilan kali.
Baca juga:
Efek Cole Palmer Menurun, Chelsea Bidik Marcus Rashford Sebagai Mesin Gol Baru
Rekor pertemuan belakangan ini berpihak penuh kepada Manchester City. Pasukan Pep Guardiola mengantongi catatan impresif dengan tidak terkalahkan dalam 13 pertandingan terakhir melawan Chelsea di semua kompetisi, membukukan 10 kemenangan dan 3 hasil imbang.

Dominasi ini bermula sejak Manchester City menelan kekalahan dari Chelsea yang kala itu diarsiteki Thomas Tuchel pada final UEFA Champions League 2020/2021.
Dominasi Statistik Manchester City
Catatan tak terkalahkan ini menjadi rangkaian hasil positif terpanjang Manchester City sepanjang sejarah pertemuan melawan Chelsea.
Sebaliknya, bagi klub asal London Barat, tren buruk ini menyamai rekor kelam masa lalu saat gagal menang dalam 17 laga beruntun melawan Arsenal antara Januari 1999 hingga Maret 2004.

Pada pertemuan teranyar di Premier League bulan lalu, Manchester City membungkam Chelsea dengan skor telak 3-0 di Stamford Bridge.
Meskipun demikian, pelatih interim Chelsea, Calum McFarlane, sempat mencuri satu poin setelah menahan imbang Manchester City 1-1 di Etihad Stadium pada 4 Januari silam.
Prediksi Supercomputer dan Peringkat Global
Simulasi teknologi ikut menempatkan Manchester City sebagai unggulan utama. Teknologi Supercomputer Opta memprediksi kemenangan mutlak bagi Manchester City.
Melalui 10.000 simulasi pra-pertandingan, Manchester City memenangkan laga dalam waktu normal 90 menit dengan persentase mencapai 57,6 persen.
Baca juga:
Liverpool dan Chelsea Rebutan Francisco Trincao, Sporting CP Pasang Harga Selangit
Sementara itu, peluang kemenangan bagi Chelsea hanya menyentuh angka 20,6 persen. Sisa persentase sebesar 21,8 persen memprediksi hasil imbang yang akan memaksa kedua tim melanjutkan laga ke babak perpanjangan waktu hingga adu penalti.
Sistem penilaian performa global melalui Opta Power Rankings juga mempertegas perbedaan kekuatan ini. Sistem yang mengukur kemampuan lebih dari 15.000 klub domestik di seluruh dunia dengan skala 0 hingga 100 tersebut menempatkan Manchester City di peringkat yang jauh lebih superior ketimbang Chelsea menjelang sepak mula pada Sabtu malam.