Headline

Figur Muda dalam Kabinet Jokowi-Ma'ruf Cocok untuk Isi Pos-Pos Ini

Eddy FloEddy Flo - Kamis, 04 Juli 2019
  Figur Muda dalam Kabinet Jokowi-Ma'ruf Cocok untuk Isi Pos-Pos Ini

Pengamat Politik Ade Reza Hariyadi (Foto: antaranews)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Suara-suara agar Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) memilih menteri dari kalangan milenial belakangan makin kencang saja. Banyak yang berharap agar beberapa menteri dalam Kabinet Kerja Jilid Dua diisi kaum milenial.

Lantas, pos-pos mana saja yang cocok dipegang anak-anak muda? Pengamat politik Ade Reza Hariyadi menunjuk sejumlah kementerian yang bisa diisi figur muda yakni perdagangan, industri, teknologi dan informasi serta pariwisata.

Sektor-sektor strategis ini menurutnya akan lebih bergairah jika dikelola kaum milenial atau figur muda.

"Sektor strategis seperti perdagangan dan industri, teknologi dan informasi, maupun pariwisata dapat menjadi kesempatan bagi Jokowi untuk melibatkan figur muda dalam kabinetnya," kata Ade Reza di Jakarta, Rabu (3/7).

Pasangan Presiden dan Wapres Terpilih Jokowi-Ma'ruf
Presiden dan Wapres terpilih Jokowi-Ma'ruf Amin (Foto: antaranews)

Sebelumnya Presiden Jokowi menyampaikan akan mempertimbangkan figur muda untuk menjabat sebagai menteri di kabinet mendatang.

Menurut Ade Reza, langkah Jokowi tersebut cukup strategis sebagai bentuk kaderisasi politik.

Namun dia menyarankan postur kabinet mendatang tetap harus mempertimbangkan prioritas untuk merekrut figur muda yang kompeten.

Selain itu figur muda yang dipilih harus mampu menerjemahkan visi dan misi presiden terpilih, serta memiliki nilai tambah memperkuat efektifitas pemerintahan dan stabilitas sosial politik.

BACA JUGA: Tingkatkan Daya Saing Tenaga Kerja, Manaker Dorong Percepatan Program Kartu Prakerja

Namanya Masuk Dalam Salah Satu Figur Capres 2024, Begini Tanggapan Anies Baswedan

"Sepanjang ada figur muda dengan kualifikasi tersebut, Jokowi sebaiknya tidak ragu untuk merekrutnya karena juga dapat menjadi langkah strategis untuk kaderisasi politik," katanya.

Ade Reza Hariyadi sebagaimana dilansir Antara mengatakan keberadaan figur muda juga akan menjadi sinyal bagi masyarakat bahwa Jokowi menaruh perhatian terhadap kepentingan bangsa di masa yang akan datang.(*)

#Pengamat Politik #Milenial #Kabinet Kerja #Joko Widodo
Bagikan
Ditulis Oleh

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian

Berita Terkait

Indonesia
Sekjen PDIP: Tantangan Pemerintahan Prabowo Warisan Era Jokowi
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menilai tantangan yang dihadapi Presiden Prabowo Subianto merupakan warisan dari pemerintahan Jokowi.
Wisnu Cipto - Senin, 01 Juni 2026
Sekjen PDIP: Tantangan Pemerintahan Prabowo Warisan Era Jokowi
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Jokowi Dinobatkan Jadi Alumni Terbaik UGM
Beredar informasi yang menyebut Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, dinobatkan sebagai lulusan terbaik UGM. Cek kebenaran informasinya.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 27 Mei 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Jokowi Dinobatkan Jadi Alumni Terbaik UGM
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Pembuat Ijazah Jokowi Buat Pengakuan soal Adanya Modifikasi
Beredar informasi yang menyebut, pembuat ijazah Jokowi muncul ke publik dan membuat pengakuan.
Frengky Aruan - Sabtu, 09 Mei 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Pembuat Ijazah Jokowi Buat Pengakuan soal Adanya Modifikasi
Indonesia
Kabar Jokowi 'Caplok' Partai NasDem, Jubir PSI Bestari: Tidak Benar, Coba Bentuk Opini Publik Negatif
Jubir PSI yang merupakan mantan kader NasDem heran Jokowi selalu disebut-sebut.
Frengky Aruan - Senin, 13 April 2026
Kabar Jokowi 'Caplok' Partai NasDem, Jubir PSI Bestari: Tidak Benar, Coba Bentuk Opini Publik Negatif
Indonesia
Bantah Isu Ambil Alih NasDem, Jokowi: Jangan Menuduh yang Tidak Benar
Jokowi membantah isu ingin mengambil alih Partai NasDem dan NasDem Tower. Ia menegaskan tudingan tersebut tidak benar dan tidak masuk akal.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 13 April 2026
Bantah Isu Ambil Alih NasDem, Jokowi: Jangan Menuduh yang Tidak Benar
Indonesia
DPR Soroti Fenomena 'Inflasi Pengamat', Kritik Dinilai Bisa Jadi Propaganda
DPR menilai fenomena 'inflasi pengamat' relevan. Habiburokhman menyebut sebagian kritik bersifat provokatif hingga berpotensi jadi propaganda politik.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 13 April 2026
DPR Soroti Fenomena 'Inflasi Pengamat', Kritik Dinilai Bisa Jadi Propaganda
Indonesia
Rismon Sianipar Harus Memohon Langsung ke Jokowi, Restorative Justice-nya Masih Dikaji
Polda Metro Jaya mengungkapkan syarat utama yang harus dipenuhi oleh kedua belah pihak, sehingga restorative justice Rismon Sianipar bisa terpenuhi
Frengky Aruan - Minggu, 12 April 2026
Rismon Sianipar Harus Memohon Langsung ke Jokowi, Restorative Justice-nya Masih Dikaji
Indonesia
Jokowi Bantah Kasih Rp 50 Miliar untuk Restorative Justice, Sebut tak Masuk Akal
Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, membantah isu memberikan Rp 50 miliar untuk restorative justice. Ia mengatakan, hal tersebut tak masuk akal.
Soffi Amira - Sabtu, 11 April 2026
Jokowi Bantah Kasih Rp 50 Miliar untuk Restorative Justice, Sebut tak Masuk Akal
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Buang Anggaran, Jokowi Tidak Setuju Program Koperasi Merah Putih
Jokowi melarang Purbaya membangun program Koperasi Merah Putih karena lebih baik anggarannya diberikan kepada rakyat.
Frengky Aruan - Rabu, 08 April 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Buang Anggaran, Jokowi Tidak Setuju Program Koperasi Merah Putih
Indonesia
Jokowi Angkat Bicara Soal Gugurnya Tiga Prajurit TNI di Lebanon Akibat Serangan Israel
Dalam situasi normal, perjalanan udara Beirut menuju Jakarta memakan waktu minimal 17 jam
Angga Yudha Pratama - Jumat, 03 April 2026
Jokowi Angkat Bicara Soal Gugurnya Tiga Prajurit TNI di Lebanon Akibat Serangan Israel
Bagikan