Festival Musik

Festival Mesin Waktu 2019 Hadirkan Nuansa 17 Agustus Ala 90an

Raden Yusuf NayamenggalaRaden Yusuf Nayamenggala - Jumat, 02 Agustus 2019
Festival Mesin Waktu 2019 Hadirkan Nuansa 17 Agustus Ala 90an

Selain Konser Musik, Festival Mesin Waktu akan suguhkan lomba ala 17 Agustus tahun 90an (foto: ismaya live)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BERTEPATAN dengan Hari Kemerdekaan Indonesia di tanggal 17 Agustus, Ismaya Live dan Genrasi 90an akan menggelar festival mesin waktu.

Dimana festival tersebut akan merayakan semua kenangan terbaik dekade 90an, mulai dari musik, tontonan, hinga jajanan di JIExpo Kemayoran, Jakarta.

Baca Juga:

Dahsyat! Synchronize Fest 2019 Umumkan 10 Penampil Bergenre EMO

Lantaran bertepatan dengan Hari Kemerdekaan Indonesia, Festival Mesin waktu tahun ini bertema '17an', yang lengkap dengan lomba-lomba khas 17 Agustus ala 90an. Dari mulai lomba makan kerupuk, balap karung, bawa kelereng hingga lomba memasukan pensil ke dalam botol serta bakiak.

Terdapat berbagai lomba 17 Agustus ala 90an di Festival Mesin Waktu (Foto: ismaya live)

Untuk memberikan experirence 90an yang makin seru, nantinya para pemenang masing-masing lomba pun akan diberikan piala seperti masa sekolah dulu. Menariknya semua pengunjung juga bisa ikut serta dalam lomba.

"Karena Festival Mesin Waktu tahun ini jatuh di Hari Kemerdekaan Indonesia, kami menghadirkan lomba-lomba khas 17 Agustus yang dapat diikuti oleh semua pengunjung Festival Mesin Waktu,” ujar Sarah Deshita selaku Brand Manager Ismaya Live seperti rilis yang diterima merahputih.com pada Jumat (2/8)

Hal itu dihadirkan bukan tanpa alasan, karena mengikuti lomba-lomba 17an, merupakan salah satu bagian dari memori tahun 90an banyak orang. Pengunjung pun akan mendapat sensasi lomba 17an sesungguhnya, karena para pemenang akan mendapat piala.

Daftar lineup yang akan meriahkan (Foto: ismaya live)

Pada Festival Mesin Waktu sendiri, ada 7 zona yang akan membawa semua pengunjung bernostalgia ke dekade 90an, yakni Zona Musik, Zona Main, Zona Nonton, Zona Museum, Zona Jajan, Zona Nyaman dan Zona Karaoke.

Tahun ini zona musik Festival Mesin Waktu akan dimeriahkan oleh penampilan dari sejumlah musisi ternama tanah air, yakni Ari Lasso & Dul Jaelani, Glenn Fredly, P-Project, Rida Sita Dewi, dan grup 90s Time Warp yang terdiri dari Gamaliel, Petra Sihombing, Rendy Pandugo, dan Teddy Adhitia.

Daftar harga tiket Festival Mesin Waktu (foto: ismaya live)

Tiket Festival Mesin Waktu saat ini sudah ada di harga Rp250 ribu untuk kategori GA - Presale 2. Harga belum termasuk pajak sebesar 10 persen. Tiket GA - Presale 2 dapat dibeli secara online di www.festivalmesinwaktu.com.

Baca Juga:

'Full Lineup' SHVR Ground Festival 2019, Salah Satunya Hailee Steinfeld

Sementara itu, terdapat juga Paket Rame-Rame seharga Rp1 juta dengan promo beli 4 dapat 5 tiket. Harga sudah termasuk pajak sebesar 10 persen. Paket Rame-Rame tersedia secara online di www.festivalmesinwaktu.com. (ryn)

#Festival Musik #Konser Musik #Generasi 90-an #Musisi Indonesia
Bagikan
Ditulis Oleh

Raden Yusuf Nayamenggala

I'm not perfect but special

Berita Terkait

ShowBiz
Portura Akhiri Etape Empat Kota di Pos Bloc Jakarta, Merayakan Dialog Musik dan Kota
Jakarta menjadi ruang untuk menengok kembali proses tersebut sebagai sebuah gerak kolektif yang masih terus berlanjut.
Dwi Astarini - 2 jam lalu
Portura Akhiri Etape Empat Kota di Pos Bloc Jakarta, Merayakan Dialog Musik dan Kota
ShowBiz
Serdadu Sam Rilis Album 'Kronik', Dokumentasi Batin yang Jujur dan Personal
Serdadu Sam merilis album penuh Kronik, sebuah narasi musikal tentang kegelisahan, kehilangan, dan perjuangan hidup yang jujur dan personal.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 21 Januari 2026
Serdadu Sam Rilis Album 'Kronik', Dokumentasi Batin yang Jujur dan Personal
ShowBiz
Man Sinner Rilis 'Bumi Menangis (Unplugged)', Respons Banjir Bandang di Sumatra dan Aceh
Band skatepunk asal Jakarta, Man Sinner, merilis single 'Bumi Menangis (Unplugged)' sebagai respons atas bencana banjir bandang di Sumatra dan Aceh.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 12 Januari 2026
Man Sinner Rilis 'Bumi Menangis (Unplugged)', Respons Banjir Bandang di Sumatra dan Aceh
ShowBiz
Peron dan Post-Punk Kaum Kerja: Membuka Realitas Lewat EP Perdana 'SINGKAP'
Peron, band post-punk asal Semarang, merilis EP perdana SINGKAP. Musik jujur dan sinis tentang realitas kerja generasi 25-an.
Ananda Dimas Prasetya - Minggu, 11 Januari 2026
Peron dan Post-Punk Kaum Kerja: Membuka Realitas Lewat EP Perdana 'SINGKAP'
ShowBiz
Dul Jaelani Kembali dengan Lagu Emosional 'Sebenarnya, Selamanya…', Simak Lirik Lengkapnya
Dul Jaelani merilis single terbaru 'Sebenarnya, Selamanya…', lagu emosional yang mengangkat kisah cinta dengan jujur dan penuh perasaan.
Ananda Dimas Prasetya - Minggu, 11 Januari 2026
Dul Jaelani Kembali dengan Lagu Emosional 'Sebenarnya, Selamanya…', Simak Lirik Lengkapnya
ShowBiz
Sundari Gasong Kembali dengan Single 'Sedih', Lagu Tentang Cinta Tak Terucap
Sundari Gasong merilis single kedua berjudul 'Sedih'. Lagu yang ditulis sejak 2009 ini mengangkat kisah cinta terpendam dengan aransemen minimalis.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 09 Januari 2026
Sundari Gasong Kembali dengan Single 'Sedih', Lagu Tentang Cinta Tak Terucap
ShowBiz
Billkiss Tutup Album Perdana dengan Lagu Pop Ceria 'Maunya Kamu'
Billkiss resmi merilis video musik 'Maunya Kamu' di awal 2026. Lagu pop ceria ini menjadi penutup album perdana dengan kisah manis jatuh cinta pertama.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 09 Januari 2026
Billkiss Tutup Album Perdana dengan Lagu Pop Ceria 'Maunya Kamu'
ShowBiz
Lewat Alter Ego Romo, Dimensi Hardi Tampilkan Sisi Gelap dan Eksperimental lewat 'Adiksi'
Romo, alter ego Dimensi Hardi dari Peraukertas, resmi debut lewat single 'Adiksi'. Album perdana dijadwalkan rilis April 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 08 Januari 2026
Lewat Alter Ego Romo, Dimensi Hardi Tampilkan Sisi Gelap dan Eksperimental lewat 'Adiksi'
ShowBiz
Unit Sufi Rock Magelang Musuffer Gugat Ego dan Dogma lewat Single 'Last Trip'
Band indie asal Magelang, Musuffer, merilis single debut 'Last Trip'. Mengusung Sufi rock, lagu ini mengulas eksistensialisme manusia, ego, dan refleksi spiritual.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 07 Januari 2026
Unit Sufi Rock Magelang Musuffer Gugat Ego dan Dogma lewat Single 'Last Trip'
ShowBiz
Soy Kongo Rilis EP 'Sekap', Kritik Pembangunan dan Lanskap Kesadaran Lewat Gelapnya Darkwave
Soy Kongo merilis mini album Sekap. Mengulas relasi pembangunan, lingkungan, dan kesadaran manusia lewat lanskap bunyi yang muram.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 07 Januari 2026
Soy Kongo Rilis EP 'Sekap', Kritik Pembangunan dan Lanskap Kesadaran Lewat Gelapnya Darkwave
Bagikan