Fenomena Digitalisasi di Sektor Kesehatan
Digitalisasi di bidang kesehatan (Sumber: Pexels/Edward Jenner)
ERA digitalisasi membawa warna baru bagi berbagai sektor di tanah air. Salah satunya adalah sektor kesehatan. Dengan pembangunan teknologi terintegrasi Indonesia bisa menghadirkan layanan kesehatan yang mumpuni seperti telemedicine. Layanan kesehatan semacam ini bahkan bukan hanya diselenggarakan oleh sektor swasta tetapi juga oleh pemerintah. Salah satunya adalah aplikasi PCare BPJS Kesehatan yang digunakan oleh klinik.
Representatif Klink Mitra Sehati, dr. Susi Oktowaty menilai ada banyak keuntungan yang bisa didapat dari aplikasi yang diluncurkan oleh BPJS Kesehatan terutama kemudahan dalam pelaporan kegiatan klinik. Sayangnya, input data ke aplikasi tersebut masih kurang lengkap. "Bagi fasilitas kesehatan tingkat pertama yang mengutamakan pelayanan kesehatan secara holistik, komprehensif, berkesinambungan dan terintegrasi sesungguhnya kurang sempurna," tuturnya.
BACA JUGA:
Ahli Bedah Untuk pertama kali Gunakan Teknologi 3d Pada Pasien
Dengan kurang lengkapnya pengelolaan pelaporan kegiatan klinik melalui aplikasi PCare BPJS Kesehatan, ia mensiasatinya dengan menggandeng salah satu startup kesehatan di Indonesia yakni aplikasi SIM DoctorTool di Klinik Mitra Sehati.
Baca juga:
“Dengan fitur bridging langsung antara PCare BPJS Kesehatan dan aplikasi DoctorTool, kami merasa sangat terbantu karena tidak perlu memasukkan data secara manual dari kertas ke PCare BPJS Kesehatan. Seluruh data perihal kunjungan pasien dan aktivitas klinik sudah tersambung dengan PCare BPJS Kesehatan, sehingga kita dapat menghemat waktu, tempat dan SDM," urai Susi.
Pengalaman dr. Susi Oktowaty tentang mudahnya integrasi PCare BPJS Kesehatan menggunakan aplikasi SIM milik DoctorTool mendapat tanggapan secara langsung dariChief Executive Officer DoctorTool, Rainaldo. “Kami bangga bahwa ratusan klinik menyatakan puas dengan kemudahan yang kami hadirkan melalui DoctorTool. Kedepannya, kami akan terus mendukung sistem Jaminan Kesehatan Nasional dengan berbagai solusi teknologi yang kami berikan sebagai healthtech startup,” ujar Rainaldo.
Sementara itu, Co-Founder DoctorTool, Elisa Yoshigoe, menekankan keamanan data dari layanan DoctorTool ini. "Kami sangat menghargai pentingnya kerahasiaan data dan sangat berhati-hati agar data operasional klinik maupun rekam medis terjaga dengan aman,” ungkap Elisa. Tak hanya bagi klinik, digitalisasi ini juga akan memudahkan pasien dalam mengakses layanan dari klinik kesehatannya. (Avia)
Baca juga:
Transmisi Lokal Varian Omicron Terdeteksi, Pemerintah Diminta Percepat Durasi PCR
Bagikan
Berita Terkait
Xiaomi 17 Max Bakal Bawa Baterai 8.000mAh, ini Spesifikasi Lengkapnya
OPPO Reno 15 FS 5G Akhirnya Meluncur, Bawa Baterai 6.500mAh dan 3 Kamera 50MP!
Apple Pimpin Pasar Smartphone Global 2025, Kalahkan Samsung dan Xiaomi!
Amazfit Active Max Resmi Hadir di Indonesia, Layar Besar untuk Aktivitas Lebih Maksimal
Samsung Galaxy S26 Sudah Muncul di Geekbench, Pakai Snapdragon 8 Elite Gen 5?
Xiaomi 17 Max Diprediksi Meluncur April 2026, Punya Fitur Layaknya Seri Pro!
Honor X80 Gendong Baterai 10.000mAh, Harga Diprediksi Enggak Sampai Rp 2,5 Juta
Oppo Pad 5 Gebrak Pasar Tablet dengan Bawa Baterai Jumbo 10.050mAh, Siap Maraton Film Tanpa Takut Lowbat
Redmi K90 Ultra Bocor! Gendong Kipas Aktif di Balik Kamera dan Baterai 8.000mAh, Siap Libas Game Berat
OPPO Find N7 Masuk Tahap Pengembangan, Spesifikasi dan Jadwal Rilisnya Bocor!