Kesehatan

Fakta Tentang 'Midnight Snacking' yang Merugikan Kesehatan

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Kamis, 11 Juli 2019
Fakta Tentang 'Midnight Snacking' yang Merugikan Kesehatan

Fakta-Fakta tentang “Midnight Snacking” (Foto: healthifyme))

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MEMAKAN camilan di malam hari merupakan hal yang seringkali dilakukan oleh banyak orang. Kalau sedang tidak tidur, perut pasti keroncongan dan akhirnya pergi ke dapur untuk ngemil. Tidak hanya itu, ketika kamu nonton di bioskop pada tengah malam dan membeli popcorn, itu masuk ke dalam kategori midnight snacking.

Tubuh manusia sejatinya memiliki pola tersendiri dalam mengatur seluruh kerja organ beserta enzim dan hormon yang menunjang. Itu lah sebabnya manusia membutuhkan sarapan, makan siang, dan makan malam disamping camilan sore hari. Tetapi itu semua harus teratur bergantung pada kerja tubuh kita. Lalu, apa saja ya bahayanya kalau terlalu makan di luar jam makan atau yang biasa disebut midnight snacking?

1. Diabetes Miletus

Fakta Tentang 'Midnight Snacking' yang Merugikan Kesehatan
Diabetes miletus (Foto: Pixabay/Stevenpb)

Tubuh kita membutuhkan gula 'baik' dari sarapan sehat di pagi hari setelah kita tidur selama tujuh jam. Nutrisi yang diserap untuk kebutuhan tubuh kita seharian itu rata-rata dari sarapan.

Baca juga:

Meskipun Sehat, Jangan Coba-Coba Mengonsumsi Makanan Ini Di Malam Hari

Maka, pastikan kamu selalu memulai hari dengan sarapan yang sehat. Setelah itu di siang dan malam hari tubuh kita tidak terlalu membutuhkan asupan gula dan lemak itu lah sebabnya ketika kamu melakukan midnight snacking, apalagi dengan mengonsumsi makanan yang tidak sehat dan mengandung gula tinggi akan memicu diabetes miletus. Penumpukkan lemak ini kemudian akan mengganggu metabolism gula dalam tubuh.

2. Gangguan Hormon

Fakta Tentang 'Midnight Snacking' yang Merugikan Kesehatan
Gangguan hormon (Foto: Pixabay/Wikimedia Images)

Seperti yang sudah disebutkan, tubuh memiliki jam kerjanya sendiri dalam mengatur seluruh metabolisme dalam tubuh. Jika kamu makan dengan tidak teratur ditambah dengan midnight snacking kamu megacaukan jam kerja tubuhmu sendiri. Seharusnya jam malam diperuntukkan untuk kerja hormon tertentu jadi harus mengurus asupan yang kamu tambah lagi.

3. Sulit Tidur

Fakta Tentang 'Midnight Snacking' yang Merugikan Kesehatan
Sulit tidur (Foto: Pixabay/Free-Photos)

Dengan melakukan midnight snacking, kamu membuat tubuhmu bekerja untuk membakar kalori sehingga yang seharusnya tubuhmu beristirahat ketika malam hari, tubuhmu jadi sibuk melakukan hal lain. Kualitas tidurmu menjadi buruk dan menyebabkan rasa kantuk ketika bangun tidur.

Baca juga:

Awas, Makan Kelewat Malam Bikin Rentan Kanker

4. Jantung

Fakta Tentang 'Midnight Snacking' yang Merugikan Kesehatan
Memicu penyakit jantung (Foto: Pixabay/gfkDSGN)

Penumpukkan lemak akibat midnight snacking disebabkan oleh tidak terbakarnya seluruh kalori yang masuk ke dalam tubuh ketika malam hari karena saat itu memang tubuhmu membutuhkan istirahat.

Itu lah sebabnya sebagian kalori tersebut akan berubah menjadi lemak yang menyumbat pembuluh darah jantung. (mar)

#Kesehatan #Makanan Ringan #Info Kesehatan #Penyakit
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Ananda Dimas Prasetya

Penulis, editor, dan praktisi konten digital dengan latar belakang akademis di bidang jurnalistik serta pengalaman dalam penyusunan artikel berita, konten informatif, dan optimasi mesin pencari (SEO). Lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi, Jurusan Jurnalistik, Universitas Padjadjaran (2007–2014) dengan pemahaman mendalam mengenai kaidah jurnalistik, etika media, verifikasi informasi, dan teknik penulisan profesional. Berfokus pada pengembangan konten yang mengutamakan akurasi, relevansi, dan nilai informasi bagi pembaca. Memastikan artikel disusun melalui proses riset, verifikasi sumber, dan pengolahan data cermat guna menjamin kualitas informasi yang disajikan. Berbagai topik yang menjadi perhatian meliputi pemerintahan, ekonomi, pendidikan, teknologi, budaya, hiburan (musik & film), gaya hidup, motorsports, hingga isu-isu sosial yang berkembang di masyarakat.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Dunia
Pekerja Lab di Rusia Meninggal Diduga Terinfeksi 'Pes', Hampir 200 Orang Dikarantina
Seorang pekerja laboratorium di Rusia meninggal dunia. Ia diduga terinfeksi virus Pes. Namun, penyebabnya masih misterius.
Soffi Amira - Senin, 05 Oktober 2026
Pekerja Lab di Rusia Meninggal Diduga Terinfeksi 'Pes', Hampir 200 Orang Dikarantina
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Indonesia
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Pemerintah mengatakan manfaat program CKG berpotensi mencegah satu dari empat kasus stroke dan penyakit kardiovaskular pada 2035.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
ShowBiz
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Tanpa ragu, Jisoo mengambil sekotak susu kedelai.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Indonesia
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Pada rentang waktu yang sama, katanya, gagal ginjal menduduki urutan kedua, dengan total biaya sebesar Rp 83,8 triliun yang dikeluarkan untuk membayar pelayanan kesehatan 81,2 juta kasus.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 September 2026
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Bagikan