Kuliner

Fakta-Fakta Unik Kopi Sajang, Arabika yang Ditanam di Bawah 1.000 Mdpl

Zulfikar SyZulfikar Sy - Senin, 25 Maret 2019
Fakta-Fakta Unik Kopi Sajang, Arabika yang Ditanam di Bawah 1.000 Mdpl

Kopi Sajang tumbuh baik di ketinggian di bawah 1.000 mdpl. (Pixabay/ngtghaivanamg)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

INDONESIA merupakan surga kopi di dunia. Kebutuhannya mencukup konsumsi dalam negari hingga luar negeri. Bahkan, beberapa jenis kopi Indonesia diakui merupakan terbaik di dunia.

Di antara banyak kopi terbaik Indonesia, kopi Sajang tak boleh telewatkan dalam daftar. Aroma kopi ini tidak terasa sama sekali sebagaimana layaknya kopi seduh yang baru disiram air panas. Namun saat sekali seruput dari gelas, barulah terasa kecut yang menggelitik lidah dan langsung menduga ini pasti kopi arabika.

1. Kopi Sajang ditanam di bawah 1.000 mdpl

Kopi Sajang ditanam di bawah 1.000 mdpl. (Foto: Pixabay/tristantan)
Kopi Sajang ditanam di bawah 1.000 mdpl. (Foto: Pixabay/tristantan)

"Ya ini kopi arabika," sahut I Wayan Suasana yang akrab dipanggil Pak Wayan, Ketua RT Kampung Selagolong, Sajang, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, dikutip Antara.

Kenapa kopi arabika itu bisa tumbuh bagus di ketinggian di bawah 1.000 meter di atas permukaan laut (mdpl). Secara teori, kopi yang tengah naik daun itu tumbuh di suatu daerah yang berketinggian di atas 1.000 meter.

"Kopi arabika Sajang ini jangan salah masuk ke dalam tiga besar jenis kopi itu di tingkat nasional," sambungnya dengan bangga.

2. Lahan di kawasan cuaca dingin dan dipupuk organik

Lahan kopi Sajang di kawasan cuaca dingin. (Foto: Pixabay/vicart26)
Lahan kopi Sajang di kawasan cuaca dingin. (Foto: Pixabay/vicart26)

Kopi Sajang memiliki tingkat keasaman dan rasa kecutnya yang tinggi. Banyak pengusaha coffee shop yang mengambil langsung biji kopinya ke Sajang.

Soal ketinggian kopi Arabika yang di luar teori itu, di lahan kopi 670 Mdpl, hal itu kemungkinan faktor tanahnya yang lembab serta cuaca dingin. "Kami juga menggunakan pupuk organik seperti dari kotoran sapi," kata I Wayan.

Lokasi lahan kopi Sajang itu berada di Kampung Selagolong yang berada di tengah hutan kaki Gunung Rinjani.

#Kuliner NTB #Kopi Indonesia
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Fun
Dari Kebun Keluarga di Garut, 'Cing Cangkeling' Roemah Koffie Bawa Karakter Buah dan Gula Merah
Cing Cangkeling merupakan kopi single origin Mandalagiri, Garut, dari varietas Yellow Bourbon dengan notes stone fruit, anggur, beri, dan gula merah.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 18 September 2026
Dari Kebun Keluarga di Garut, 'Cing Cangkeling' Roemah Koffie Bawa Karakter Buah dan Gula Merah
Fun
Rp 70 Ribu dapat 2 Kopi Spesial hingga Buy One Get One, Grand Opening Roemah Koffie Agora Mall Tawarkan Sejumlah Promo
Roemah Koffie menghadirkan sejumlah promo saat grand opening gerai ke-15 di Agora Mall. Salah satunya Buy One Get One dan promo dua kopi seharga Rp70 ribu.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 11 Agustus 2026
Rp 70 Ribu dapat 2 Kopi Spesial hingga Buy One Get One, Grand Opening Roemah Koffie Agora Mall Tawarkan Sejumlah Promo
Fun
Roemah Koffie Buka Gerai ke-15 di Agora Lifestyle Mall, Bidik Ekspansi hingga Seluruh Indonesia
Roemah Koffie resmi membuka gerai ke-15 di Agora Lifestyle Mall, Jakarta Pusat. Ekspansi ini dibarengi misi mengenalkan kopi Indonesia.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 11 Agustus 2026
Roemah Koffie Buka Gerai ke-15 di Agora Lifestyle Mall, Bidik Ekspansi hingga Seluruh Indonesia
Bagikan