Fadli Zon: Langkah Erick Thohir Copot Bos Garuda Tak Membanggakan

Zulfikar SyZulfikar Sy - Sabtu, 14 Desember 2019
Fadli Zon: Langkah Erick Thohir Copot Bos Garuda Tak Membanggakan

Anggota DPR Fadli Zon. (MP/Ponco Sulakosono)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Anggota Komisi 1 DPR Fadli Zon mengaku tak bangga dengan adanya perombakan terhadap sejumlah direksi Garuda Indonesia pasca terbongkarnya dugaan penyelundupan Harley Davidson dan Brompton.

Fadli mengatakan, pencoptan Direktur Garuda Indonesia Ari Askhara justru terjadi karena kasus penyelundupan. Artinya, kasus ini terungkap bukan atas pekerjaan Kementerian BUMN melainkan oleh jajaran Bea Cukai.

Baca Juga:

Erick Thohir Ketawa Garuda Punya Cucu

"Seandainya pihak Direktorat Bea dan Cukai tidak bekerja dengan baik mengungkap kasus ini, apakah para direksi yang bermasalah ini juga akan dicopot dari pekerjaannya?" kata Fadli yang dikutip dari akun Twitter-nya, Sabtu (14/12).

Menteri BUMN Erick Thohir (kanan depan) memeriksa motor Harley yang diduga milik AA. (Foto: ANTARA/Aji Cakti)
Menteri BUMN Erick Thohir (kanan depan) memeriksa motor Harley yang diduga milik AA. (Foto: ANTARA/Aji Cakti)

Fadli juga mencontohkan kasus dugaan korupsi yang melibatkan mantan Dirut Garuda Emirsyah Satar. Kasus tersebut justru dibongkar oleh KPK, bukan internal Kementerian BUMN.

"Dalam kasus direktur Garuda sebelumnya, yang kini ditahan KPK, ia juga berhasil ditahan karena investigasi KPK bukan atas evaluasi dari Kementerian BUMN," ujarnya.

Untuk itu, Fadli berpendapat bahwa pencopotan jajaran Direksi PT Garuda saat ini belum bisa dinilai sebagai sebuah gebrakan dari Menteri BUMN Erick Thohir.

"Jadi, dengan sejumlah preseden tadi, saya belum bisa menilai pencopotan direksi Garuda saat ini sebagai sebuah gebrakan dari Menteri BUMN, apalagi sebagai upaya bersih-bersih," ucap dia.

"Semua prasangka atau harapan itu masih perlu dibuktikan. Bagi saya, sejauh ini pengawasan Kementerian BUMN masih belum bertaji," jelas Wakil Ketua Dewan Pembina Gerindra ini.

Fadli menyebut, kasus penyelundupan itu menambah daftar panjang persoalan yang terjadi di PT Garuda. Menurutnya, BUMN yang mestinya membantu negara dalam politik kemakmuran bagi kemaslahatan rakyat, ternyata telah diselewengkan dan dicurangi oleh direksinya sendiri.

"BUMN yang mestinya membantu negara dalam politik kemakmuran bagi kemaslahatan rakyat ternyata telah diselewengkan dan dicurangi oleh direksinya sendiri. Masalahnya, ini bukan kali pertama Garuda dicurangi dan dicoreng mukanya oleh direksinya," katanya.

Baca Juga:

Diduga Bermasalah, Erick Thohir Bakal Selidiki 142 Anak Perusahaan Pertamina

Fadli kemudian membeberkan berbagai persoalan yang terjadi di PT Garuda Indonesia beberapa waktu belakangan ini.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta, Jumat. (13/12/2019). (ANTARA/AstridFaidlatulHabibah)
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta, Jumat. (13/12/2019). (ANTARA/AstridFaidlatulHabibah)

Empat bulan lalu, disebut Fadli, Garuda diberi sanksi oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) karena dinilai telah memanipulasi laporan keuangan tahun 2018.

"Sebelumnya mereka mengklaim perseroan telah meraup keuntungan US$5 juta atau setara Rp70,02 miliar pada tahun 2018. Namun, sesudah mendapatkan sorotan karena adanya sejumlah keganjilan, laporan keuangan tersebut kemudian direvisi," jelas Fadli.

"Bukannya untung, nyatanya Garuda malah mencatatkan kerugian hingga US$175 juta, atau setara Rp2,45 triliun (kurs Rp14.000/US$), untuk tahun buku 2018," sambungnya.

Atas manipulasi laporan keuangan tersebut, Fadli menuturkan, Garuda bukan hanya telah menerima sanksi administratif, tapi juga harus membayar denda.

"Mereka dinilai telah melanggar Peraturan OJK No. 29 Tahun 2016 terkait laporan keuangan, juga Peraturan BEI No. I-E ttg Kewajiban Penyampaian Informasi," ungkapnya.

"Bukan hanya direksi dan komisarisnya, akuntan publik yang menjadi auditor laporan keuangan Garuda juga diberi sanksi oleh Kementerian Keuangan. Kejadian ini benar-benar memalukan," jelas Fadli.

Fadli berharap kedepannya BUMN-BUMN termasuk Kementerian BUMN perlu mendapat pengawasan lebih.

"Bukan hanya atas kasus-kasus pelanggaran etis atau pidana, tapi juga terkait persoalan-persoalan yg lebih substantif lainnya," pungkasnya. (Knu)

Baca Juga:

Erick Thohir Akui Perusahaannya Ada Bisnis dengan Garuda Indonesia

#Fadli Zon #BUMN
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Pemerintah Dorong Percepatan Transportasi Bisnis Garuda, Kuatkan Rute Dalam Negeri
Pendekatan ini diharapkan dapat menciptakan nilai tambah bagi pelanggan sekaligus memperkuat keberlanjutan bisnis perusahaan.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 15 Oktober 2026
Pemerintah Dorong Percepatan Transportasi Bisnis Garuda, Kuatkan Rute Dalam Negeri
Indonesia
Darmawan Prasodjo Dicopot dari Dirut PLN, Suroso Isnandar Jadi Pengganti Sementara
Suroso Isnandar kini menjadi Dirut baru PLN. Ia menggantikan Darmawan Prasodjo yang dicopot dari jabatannya, Rabu (14/10).
Soffi Amira - Rabu, 14 Oktober 2026
Darmawan Prasodjo Dicopot dari Dirut PLN, Suroso Isnandar Jadi Pengganti Sementara
Indonesia
Fadli Zon Dorong Musik Indonesia Mendunia, KMI 2026 Siap Digelar di Makassar
KMI 2026 digelar di Makassar pada 30 Oktober–1 November. Sebanyak 500 delegasi akan membahas royalti, hak cipta, AI, dan ekosistem musik Indonesia.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 14 Oktober 2026
Fadli Zon Dorong Musik Indonesia Mendunia, KMI 2026 Siap Digelar di Makassar
Indonesia
Menko PM Cak Imin Perintahkan BUMN Lakukan Pemberdayaan, Harus Berikan Manfaat
Keberhasilan perusahaan negara tidak hanya dilihat dari kinerja bisnis, tetapi juga dari kemampuannya membuka kesempatan ekonomi.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 13 Oktober 2026
Menko PM Cak Imin Perintahkan BUMN Lakukan Pemberdayaan, Harus Berikan Manfaat
Indonesia
Indonesia Dorong UNESCO Terapkan Tata Kelola AI Yang Etis dan Transparan
memperkuat kontribusi UNESCO dalam menghadapi tantangan global, Indonesia mengajukan tiga prioritas utama.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 11 Oktober 2026
Indonesia Dorong UNESCO Terapkan Tata Kelola AI Yang Etis dan Transparan
Indonesia
4 BUMN Karya Digabungkan Jadi Satu di November 2026, Beban Keungan Sudah Sangat Berat
Pada kasus WIKA, beban utang perusahaan tersebut mencapai sekitar Rp 34 triliun yang tak diimbangi kecukupan aset penjamin (underlying assets)
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 08 Oktober 2026
 4 BUMN Karya Digabungkan Jadi Satu di November 2026, Beban Keungan Sudah Sangat Berat
Indonesia
HUT ke-28, Bank Mandiri Bagikan Dividen Interum Rp 6,16 Triliun
Pada usia ke-28 ini, perseroan menginginkan pertumbuhan yang terus memberikan hasil yang dirasakan oleh seluruh masyarakat sekaligus memperkuat kepercayaan terhadap Bank Mandiri.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 02 Oktober 2026
HUT ke-28, Bank Mandiri Bagikan Dividen Interum Rp 6,16 Triliun
Fun
Rumah Bing Slamet di Tanah Tinggi Kini Jadi Museum, Abadikan Jejak Sang Maestro
Rumah Bing Slamet di Tanah Tinggi, Jakarta Pusat, kini menjadi Museum Bing Slamet dengan koleksi sejarah, memorabilia, dan fasilitas interaktif.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Rumah Bing Slamet di Tanah Tinggi Kini Jadi Museum, Abadikan Jejak Sang Maestro
Indonesia
3 Negara Barengan Ajukan Tari Zapin Sebagai Warisan Budaya Takbenda ke UNESCO
Fadli berharap pengajuan seni tradisional Melayu ini bisa memperkuat visibilitas Zapin di tingkat global serta menunjukkan keragaman ekspresi budaya di kawasan Asia Tenggara
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 September 2026
3 Negara Barengan Ajukan Tari Zapin Sebagai Warisan Budaya Takbenda ke UNESCO
Indonesia
Revitalisasi Keraton Solo Senilai Rp 150 Miliar Dimulai dengan Peletakan Batu Pertama, Menbud Fadli Zon Sebut sebagai Perintah Presiden Prabowo
Revitalisasi Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat memang sudah direncanakan sebagai bagian dari upaya untuk merevitalisasi aset-aset budaya.
Dwi Astarini - Kamis, 24 September 2026
Revitalisasi Keraton Solo Senilai Rp 150 Miliar Dimulai dengan Peletakan Batu Pertama, Menbud Fadli Zon Sebut sebagai Perintah Presiden Prabowo
Bagikan