MERAHPUTIH.COM - PROSES evakuasi sarana KRL dan KA Argo Bromo masih berlangsung di stasiun Bekasi Timur. Penanganan dijalankan secara bertahap dengan penuh kehati-hatian, dengan memastikan seluruh aspek keselamatan terpenuhi sebelum operasional kembali dijalankan.
Vice President of Corporate Communication of KAI Anne Purba menyampaikan fokus utama saat ini yakni memastikan proses evakuasi berjalan dengan aman dan terkoordinasi.
“Tim di lapangan terus melakukan evakuasi dengan kehati-hatian. Kami memastikan perjalanan hanya akan dijalankan setelah seluruh aspek keselamatan terpenuhi,” ujar Anne di Jakarta, Selasa (28/4).
KAI memahami kondisi ini berdampak pada mobilitas pelanggan dan menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi.
“Informasi akan terus diperbarui seiring perkembangan penanganan di lapangan. Untuk informasi lebih lanjut, pelanggan dapat menghubungi Contact Center 121 atau kanal resmi KAI lainnya,” tutup Anne.
Baca juga:
KAI Commuter Targetkan Evakuasi KRL setelah Kecelakaan di Bekasi Timur Rampung Hari Ini
Kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam (27/4) diduga dipicu insiden taksi listrik Green SM Indonesia yang tertemper KRL di perlintasan sebidang JPL 85, dekat lokasi kejadian.
Sebanyak 15 orang meninggal dan puluhan lainnya luka setelah Kereta Api 4 Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi menabrak bagian belakang KRL TM 5568A (PLB 5568a) yang berhenti di peron 2 Stasiun Bekasi Timur pada pukul 20.50 WIB.
Karena kejadian ini lalu lintas perjalanan Kereta Api di lintas Jakarta sampai Cikarang terhambat.(knu)
Baca juga:

