Empat Venue PON Diserahkan ke Provinsi Papua pada Februari 2021

P Suryo RP Suryo R - Sabtu, 16 Januari 2021
Empat Venue PON Diserahkan ke Provinsi Papua pada Februari 2021

Empat venue PON diserahkan ke Provinsi Papua Februari 2021. (Foto: Antara-PON)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

EMPAT venue untuk Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua yang dibangun dengan menggunakan APBN dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) segera diserahterimakan kepada Pemerintah Provinsi Papua. Rencananya serah terima tersebut akan dilaksanakan pada Februari 2021.

Dilansir dari Antara, Jumat (15/1), empat bangunan fisik venue tersebut terdiri dari venue aquatik dan Istora di Kampung Harapan, kriket dan hoki (indoor/outdoor) di Doyo Baru Kabupaten Jayapura.

Baca Juga:

Mulai Langka, Makanan Khas Papua Ini Punya Banyak Manfaat untuk Tubuh

pon
Atlet kriket dapat melakukan adaptasi dengan venue tersebut (Foto: Unsplash/lumensoft technologies)

"Jadi, serah terima hasil pekerjaan fisik empat venue tersebut diagendakan awal bulan Februari 2021 nanti," kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Olahraga dan Pemuda (Disorda) Provinsi Papua Alexander Kapisa kepada wartawan, melalui laman resmi PB PON Papua, Kamis (14/1).

Alexander Kapisa mengatakan, empat venue yang telah dibangun Kementerian PUPR itu sudah rampung 100 persen dikerjakan. Jika venue tersebut sudah diserahkan kepada pemerintah Provinsi Papua. Maka venue itu dapat segera dipakai oleh atlet Papua untuk melakukan latihan untuk pekan pesta olahraga terbesar di Indonesia itu.

"Venue yang akan diserahkan kepada provinsi itu venue aquatik, menyusul Istora dan juga yang ada di Doyo, seperti kriket dan hoki," ujarnya.

Alexander juga mengatakan bahwa, pihak Dinas Pemuda dan Olahraga Papua telah menyediakan manajemen atau kelembagaan yang nantinya akan mengelola venue-venue tersebut, bahkan termasuk biaya perawatannya.

Baca Juga:

Lima Bandara Keren di Provinsi Papua

pon
Perawatan venue sebelum penyelenggaraan sangat penting. (Foto: Unsplash/Heru Haryanto)

"Kami siap menerima empat venue tersebut. Termasuk kelembagaan untuk mengelola venue pun kita sudah siapkan," Kata Alexander.

Jika empat venue itu sudah diserahkan kepada pemerintah Papua, konsentrasi Disorda berfokus pada pemeliharaan dan perawatannya. Selain itu, venue-venue tersebut jika sudah diserahkan dapat segera digunakan oleh para atlet untuk melakukan latihan dan adaptasi.

"Jika sudah diserahkan, sudah pasti bisa digunakan oleh atlet Papua untuk latihan," tambahnya.

PON XX Papua 2021 digelar pada 2 Oktober 2021 mendatang dan mempertandingkan 37 cabang olahraga, dengan 679 pertandingan yang diikuti sekitar 6.442 atlet dari 34 Provinsi di Indonesia. (Kna)

Baca Juga:

Noken Khas Papua Bisa Dicabut sebagai Warisan Budaya Dunia

#PON Papua #Olahraga #Pekan Olahraga Nasional #Atlet
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

P Suryo R

Stay stoned on your love
Show More

Berita Terkait

Olahraga
Dewa United Basketball Academy Gandeng Genesis, Atlet Muda Berpeluang Raih Beasiswa
Dewa United Basketball Academy bekerja sama dengan Genesis Global Community School, buka peluang beasiswa dan selaraskan pendidikan dengan pembinaan atlet basket muda.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 15 Oktober 2026
Dewa United Basketball Academy Gandeng Genesis, Atlet Muda Berpeluang Raih Beasiswa
Olahraga
Menpora Erick Thohir Lepas 103 Atlet Asian Para Games Jepang, Tegaskan Bonus Sama dengan Asian Games
Pemerintah terus mendukung National Paralympic Committee Indonesia untuk bisa terus mengirimkan atlet terbaik.
Dwi Astarini - Senin, 12 Oktober 2026
Menpora Erick Thohir Lepas 103 Atlet Asian Para Games Jepang, Tegaskan Bonus Sama dengan Asian Games
Indonesia
219 Kontingen Bertarung Asian Para Games Nagoya, Target 4 Emas
{ersiapan atlet telah dilakukan secara maksimal melalui pemusatan latihan nasional.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 11 Oktober 2026
219 Kontingen Bertarung Asian Para Games Nagoya, Target 4 Emas
Olahraga
Indonesia Raih 5 Emas Asian Games 2026, Ketum NOC Soroti Sistem Pembinaan Olahraga
Tantangan yang lebih besar yakni bagaimana prestasi tersebut diperluas ke lebih banyak cabang olahraga dan bisa dipertahankan dalam jangka panjang.
Dwi Astarini - Kamis, 08 Oktober 2026
Indonesia Raih 5 Emas Asian Games 2026, Ketum NOC Soroti Sistem Pembinaan Olahraga
Olahraga
Peringkat FIFA Timnas Indonesia Naik, Kalahkan Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026
Dengan koleksi poin tersebut, peringkat FIFA Timnas Indonesia kini ada di posisi 117.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Peringkat FIFA Timnas Indonesia Naik, Kalahkan Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026
Olahraga
Porturin Targetkan Bawa Pulang Empat Emas untuk Indonesia di Asia Pacific Deaf Multi Sport Championship
Asia Pacific Deaf Multi Sport Championship harus digunakan semaksimal mungkin karena sistem perlombaan ini memiliki poin yang bagus.
Dwi Astarini - Jumat, 02 Oktober 2026
Porturin Targetkan Bawa Pulang Empat Emas untuk Indonesia di Asia Pacific Deaf Multi Sport Championship
Olahraga
Jersey 'Last Dance' Jordan Terjual Seharga Rp 190,65 Miliar, Penanda Puncak Era Basket sebagai Fenomena Budaya Global
Ia mengenakan jersey tersebut pada gim ketiga Final NBA 1998, yang merupakan musim terakhirnya bersama Chicago Bulls.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Jersey 'Last Dance' Jordan Terjual Seharga Rp 190,65 Miliar, Penanda Puncak Era Basket sebagai Fenomena Budaya Global
Olahraga
UEFA Nations League, Inggris dan Spanyol Kompak Raih Kemenangan
Timnas Inggris dan Spanyol sama-sama mengamankan poin dan optimisme untuk laga berikutnya.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
UEFA Nations League, Inggris dan Spanyol Kompak Raih Kemenangan
Indonesia
Lifter Rahmat Erwin Raih Emas Asian Games 2026 dan Pecahkan Rekor, Langsung Ditelepon Presiden Prabowo
Prabowo menelpon melalui panggilan video dari kediaman Prabowo di Hambalang, Sabtu (26/9) sore.
Dwi Astarini - Senin, 28 September 2026
Lifter Rahmat Erwin Raih Emas Asian Games 2026 dan Pecahkan Rekor, Langsung Ditelepon Presiden Prabowo
Tekno
Risiko Jantung Mengintai di Balik Maraknya Fenomena 'Mendadak Atlet'
Tren olahraga ekstrem seperti lari dan Hyrox kian marak, namun fenomena mendadak atlet tanpa cek kesehatan justru memicu risiko fatal henti jantung!
Wisnu Cipto - Jumat, 25 September 2026
Risiko Jantung Mengintai di Balik Maraknya Fenomena 'Mendadak Atlet'
Bagikan