Emosi, Alasan WS Sebarkan Berita Hoax Ustaz di Bogor Dibacok Orang Gila
WS (27) warga Desa Rambatan Kulon, Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu diamankan karena menyebarkan berita hoax. (MP/Mauritz)
MerahPutih.com - Polres Indramayu mengamankan seorang pria berinisal WS (27) tahun pelaku penyebar berita hoax tentang seorang ulama di Bogor menjadi korban pembacokan orang gila waspada PKI.
WS yang diamankan di Desa Trusmi, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon ini langsung dibawa ke Mapolres Indramayu untuk dimintai keterangan terkait tindakannya tersebut.
Ditemui di Mapolres Indramayu usai diperiksa, warga Blok Tambak Mas RT 10 RW 02 Desa Rambatan Kulon, Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu itu mengaku menyesal telah menyebarkan berita hoax tersebut melalui akun Facebook-nya.
"Saya menyesal telah menyebarkan berita hoax tersebut," ucapnya.
Ia mengaku mendapatkan berita hoax tersebut dari postingan salah akun Facebook dan tanpa mengecek kebenarannya WS lalu menyebarkan berita hoax tersebut melalui akun Facebook-nya.
"Jadi saya pun sendiri tidak mengkroscek terlebih dahulu apa yang saya share. Dan itu saya share dari akun (Facebook) bernama Wiwin Wina Masihono Martodiwiryo," ungkapnya.
WS yang sehari-hari bekerja sebagai pedagang ini juga mengaku menyebarkan berita hoax tersebut karena terbawa emosi dan tidak ada tujuan apapun.
"Itu saya share karena emosi melihat berita mengenai seorang ustad dibacok seperti berita sebelumnya itu, saya terbawa emosi, langsung share saja, tidak ada maksud apapun," ucapnya.
"Saya menyesal sekali telah menyebarkan berita hoax tersebut karena saya tidak mencari tahu terlebih dahulu (kebenaran kabar tersebu)," ucapnya lagi.
Dalam kesempatan tersebut, WS meminta maaf atas perbuatannya yang telah menyebar luaskan berita hoax tersebut.
Di tempat yang sama Kapolres Indramayu, AKBP Arif Fajarudin menghimbau kepada masyarakat dalam menerima suatu berita atau informasi agar mempelajari dulu kebenaran informasi tersebut dan tidak memposting berita yang belum jelas kebenarannya.
"Kami menghimbau kepada masyarakat agar dalam menerima suatu berita atau informasi agar mempelajari dulu kebenaran informasi tersebut dan tidak memposting berita yang belum jelas kebenarannya," kata Arif. (*)
Berita ini berdasarkan laporan Mauritz, kontributor Merahputih.com untuk Cirebon dan sekitarnya. Baca juga berita lainnya di: Pembunuh Ustaz di Bandung Dinyatakan Gila, Begini Reaksi Masyarakat
Bagikan
Berita Terkait
[HOAKS atau FAKTA]: Penularan Virus Super Flu Dinilai Lebih Cepat dan Berbahaya dari COVID-19
[HOAKS atau FAKTA]: Bahlil Asyik Berjoget di Tengah Duka Korban Bencana Sumatra
[HOAKS atau FAKTA]: Pemerintah Australia Bagi-bagi Uang untuk Modal Usaha, Dititip Lewat Kementerian Agama
[HOAKS atau FAKTA]: Megawati Kepincut Menkeu Purbaya, Tawari Masuk PDIP dan Dijadikan Ketua Partai
[HOAKS atau FAKTA]: Luhut Binsar Pandjaitan Sebut Kunjungan Dedi Mulyadi ke Sumatra Hanya Cuma Pencitraan
[HOAKS atau FAKTA]: Prabowo Perintahkan Semua Kantor Desa Diaudit, Menkeu Purbaya Didemo Para Kades
[HOAKS atau FAKTA]: Prabowo Pecat Bahlil karena Ketahuan Bohong Listrik di Aceh Sudah Menyala
[HOAKS ATAU FAKTA]: Dedi Mulyadi Disambut Ribuan Orang saat Kunjungi Korban Banjir Aceh dan Padang
[HOAKS atau FAKTA]: KTP Warga Aceh Disebut 'Kebal Pinjol' berkat Kebijakan Pemprov
[HOAKS atau FAKTA]: Indonesia Tenggelamkan 31 Kapal Asal China di Natuna, Masuk secara Ilegal