Emil Siapkan Rp 200 Miliar untuk Antisipasi Bencana Alam
Wali Kota Bandung Ridwan Kamil. (MP/Mauritz)
MerahPutih.com – Anggaran sebesar Rp 200 miliar disiapkan Pemkot Bandung untuk menanggulangi bencana yang bakal terjadi di kota tersebut. Beberapa bencana yang sering datang terutama di musim penghujan seperti saat ini ialah tumbang, banjir Cileuncang, dan longsor.
Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengatakan, selama ini pihaknya sudah melakukan berbagai upaya untuk mengantisipasi dan meminimalisir bencana alam baik secara mikro maupun makro.
"Secara makro kita sudah lakukan sodetan Pasteur. Itu sudah rampung dan kita harapkan Pasteur enggak ada banjir heboh lagi. Tol air Pagarsih sedang berlangsung. Kemarin memang ada banjir di sana, tapi Insya Allah setelah proyek ini (tol air Pagarsih) beres, bisa mengatasinya," kata Emil kepada wartawan di Bandung, Selasa (21/11).
Tidak hanya itu, danau buatan pun dibangun di beberapa lokasi salah satunya yang sedang dikerjakan di kawasan Sarimas Ujung Berung. Kemudian, pembangunan gorong-gorong dan trotoar di 15 ruas jalan. "Gorong-gorongnya akan dibangun 1 meter x 1 meter," katanya.
Lalu, sebanyak 300.000 meter persegi gorong-gorong telah dilakukan perawatan, 3.000 sumur resapan dibangun dalam dua tahun terakhir. Dua proyek terakhir ini dibangun menggunakan dana PIPPK (Program Inovasi Pembangunan dan Pemberdayaan Kewilayahan).
"Pemkot Bandung sudah lakukan sejumlah perbaikan, memang terjadi dinamika, tapi tidak kita biarkan. Antisipasi-antisipasi sudah dilakukan, kalau total dirupiahkan diatas Rp 100 miliar termasuk penataan 100 meter penataan sungai Cikapundung di Sukaluyu," katanya.
Namun, Emil pun mengaku tidak bisa menjamin 100 persen banjir akan teratasi. Sebab, kata Emil, kota maju seperti Paris pun tak luput dari banjir. "Kita tidak bisa jamin 100 persen banjir teratasi, tetapi kita berupaya agar banjir itu berkurang. Intinya, Pemkot Bandung bergerak setiap masalah," tegasnya.
Sementara itu, Kepala BMKG Bandung Tony Agus Wijaya mengatakan bahwa saat ini kota tersebut sedang dilanda musim hujan, mulai Oktober sampai Mei tahun depan atau selama 7 bulan.
"Puncaknya November dan Maret. Sekarang ini memang curah hujan tinggi dan nanti Maret juga," kata Tony.
Dikatakannya, pola hujan saat ini tidak seperti 20 tahun yang lalu, di mana polanya tidak teratur; kadang hujan lebat disertai angin. Hal ini dikarenakan kondisi lingkungan yang berubah dan juga dampak perubahan iklim serta anomali cuaca sehingga pola hujan tidak teratur.
"Normalnya itu pagi cerah, siang hingga sore hujan sampai sedang. Itu ciri pola hujan teratur. Tapi sekarang banyak berubah, hujan lebat tapi singkat," tandasnya. (Yugie Prasetyo)
Bagikan
Berita Terkait
30 Kantong Jenazah Terindentifikasi, 48 Kantong Korban Longsor Cisarua Sudah Ditemukan
Gubernur Pramono Perpanjang Operasi Modifikasi Cuaca Hingga Awal Februari 2026
Gempa Bumi Magnitudo 4,5 Guncang Bantul Yogyakarta, Bikin Panik
Karhutla di Aceh Barat Berpotensi Terus Meluas, BMKG Ingatkan Masyarakat Waspada Sepekan Ke Depan
Pemprov DKI Buka Peluang Perpanjang Modifikasi Cuaca hingga 1 Februari 2026
Gempa M 5,7 Guncang Pacitan, Getaran Terasa hingga Bali
Prakiraan Cuaca Jakarta 27 Januari 2026: Sebagian Wilayah Diguyur Hujan hingga Malam Hari
DPR Ingatkan Indonesia Darurat Sampah dan Bencana, Baru 25 Persen Sampah Terkelola
7 Tewas dan 800 Ribu Rumah tanpa Listrik saat Badai Musim Dingin Landa Amerika Serikat
Hujan Lebat yang Dapat Disertai Angin Kencang Akan Terjadi di Sejumlah Wilayah di Indonesia hingga 29 Januari, BNPB Imbau Tingkatkan Kewaspadaan