Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1
Merawat Ingat

Ekspedisi Cornelis de Houtman Awali Penjajahan Hindia-Belanda

P Suryo RP Suryo R - Sabtu, 02 April 2022
Ekspedisi Cornelis de Houtman Awali Penjajahan Hindia-Belanda

Pada 2 April 1595, Cornelis De Houtman pergi menuju Hindia memimpin empat kapal yaitu Amsterdam, Hollandia, Mauritius, dan Duyfken. (Foto: Wikipedia)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

CORNELIS de Houtman adalah seorang penjelajah asal Belanda yang pertama kali menemukan rute perjalanan laut dari Eropa ke Hindia (sekarang Indonesia). Bermula dari Ia berekspedisi dengan tujuan untuk membeli rempah-rempah. Namun, Ia mulai membuat onar, diekspedisinya yang kedua ditandai dengan dimulainya masa penjajahan kolonial Belanda terhadap Indonesia.

Dilansir dari Europeana, semua bermula pada tahun 1592, saat itu Cornelis de Houtman dikirim ke Lisbon oleh kongsi pedagang Amsterdam untuk menggali informasi tentang Kepulauan Rempah. Saat itu, isu mengenai Kepulauan Rempah memang sedang menjadi buah bibir di Eropa.

Baca Juga:

Gedung MPR/DPR RI yang Tersendat Pembangunannya

sejarah
Cornelis de Houtman yang mencari Pulau Rempah. (Foto: Seznam.cz)

Tugas pertama selesai, De Houtman pun kembali ke Amsterdam. Pada saat bersamaan, Jan Huygen van Lonschoten juga baru saja pulang dari India dengan tugas yang sama. De Houtman, Van Lonschoten dan
para pedagang akhirnya berkumpul dan menentukan lokasi mana yang hendak mereka tuju.

Para kongsi pedagang memutuskan, lokasi yang hendak dituju selanjutnya yakni Bantam (Banten). Mereka menakar di sana peluang untuk memboyong rempah-rempah besar.

Pada 1594 para kongsi pedagang tersebut mendirikan perusahaan bernama Compagnie van Verre (Perusahaan Jarak Jauh) dan pada 2 April, pada akhir abad 16 atau pada tahun 1595, empat kapal pedagang yang dipimpin De Houtman pergi menuju Hindia. Keempat kapal tersebut adalah Amsterdam, Hollandia, Mauritius, dan Duyfken.

Perjalanannya dipenuhi masalah sejak awal. Penyakit seriawan merebak hanya beberapa minggu setelah pelayaran dimulai dampak kurangnya makanan. Pertengkaran para kapten kapal dan para pedagang menyebabkan beberapa orang terbunuh atau dipenjara di atas kapal.

Pada 27 Juni 1596, ekspedisi de Houtman tiba di Banten. Hanya 249 orang yang tersisa dari pelayaran awal. Penerimaan masyarakat awalnya berteman, tapi setelah beberapa tabiat kasar yang ditunjukkan awak kapal Belanda, Sultan Banten, bersama dengan petugas Portugis di Banten, mengusir kapal Belanda tersebut.

Baca Juga:

Pesawat B 737-400 Garuda Indonesia Tergelincir dan Terbakar di Yogyakarta

sejarah
Cornelis de Houtman tewas dalam perkelahaian satu lawan satu dengan Malahayati. (Foto: darilaut.id)

Ekspedisi de Houtman berlanjut ke utara pantai Jawa. Kapalnya takluk ke pembajak. Beberapa tabiat buruk berujung ke salah pengertian dan kekerasan di Madura: seorang pangeran di Madura terbunuh. Beberapa awak kapal Belanda kemudian ditangkap dan ditahan sehingga de Houtman membayar denda untuk melepaskannya.

Kapal-kapal tersebut lalu berlayar ke Bali, dan berjumpa dengan raja Bali. Mereka yang akhirnya sukses memperoleh beberapa pot merica pada 26 Februari 1597.

Dari 249 awak, hanya 87 yang sukses kembali. Cornelis de Houtman tewas dalam perjalanan keduanya di atas geladak kapal di Aceh ketika pertempuran dengan pasukan Inong Balee yang dipimpin Malahayati tanggal 11 September 1599 dalam pertempuran satu lawan satu dengan Malahayati.

Meski perjalanan ini bisa dibilang gagal, ini juga dapat diasumsikan sebagai semacam kemenangan untuk Belanda. Dampaknya, pihak Belanda sejak itu mulai berlayar sebagai pedagang ke Timur. Setelah kejadian de Houtman, 65 kapal Belanda telah berlayar ke wilayah tersebut dan ini bisa disebut awal mulanya penjajahan Hindia-Belanda. (DGS)

Baca Juga:

Batavia Diambil dari Nama Suku Germanik

#Merawat Ingat #Sejarah
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

P Suryo R

Stay stoned on your love
Show More

Berita Terkait

Lifestyle
7 Juli Memperingati Hari Apa? Presiden Haiti, Jovenel Moïse Tewas Dibunuh di Kediamannya
7 Juli memperingati hari apa? Simak daftar hari besar nasional dan internasional, Hari Pustakawan Indonesia, World Chocolate Day, Festival Tanabata, serta peristiwa bersejarah yang terjadi pada tanggal 7 Juli
ImanK - Senin, 06 Juli 2026
7 Juli Memperingati Hari Apa? Presiden Haiti, Jovenel Moïse Tewas Dibunuh di Kediamannya
Lifestyle
6 Juli Memperingati Hari Apa? Penasaran dengan Daftar Hari Besar dan Momen Bersejarah?
6 Juli memperingati hari apa? ini daftar hari penting pada 6 Juli, mulai Hari Zoonosis Sedunia, HUT Telkom Indonesia, peristiwa bersejarah, hingga tokoh yang lahir dan meninggal pada tanggal ini
ImanK - Minggu, 05 Juli 2026
6 Juli Memperingati Hari Apa? Penasaran dengan Daftar Hari Besar dan Momen Bersejarah?
Olahraga
Tanjung Verde Cetak Sejarah di Piala Dunia 2026, Debutan tak Terkalahkan Lolos ke 32 Besar
Tanjung Verde mencetak sejarah dengan lolos ke babak 32 besar Piala Dunia 2026. Mereka menjadi negara dengan populasi terkecil yang pernah mencapainya.
Soffi Amira - Sabtu, 27 Juni 2026
Tanjung Verde Cetak Sejarah di Piala Dunia 2026, Debutan tak Terkalahkan Lolos ke 32 Besar
Fun
Keluarga Bos Bir Dunia Berebut Warisan Lanjut di Historis House of Guinness Musim ke-2
Netflix resmi mengumumkan kelanjutan serial drama historis House of Guinness ke musim kedua.
Wisnu Cipto - Sabtu, 13 Juni 2026
Keluarga Bos Bir Dunia Berebut Warisan Lanjut di Historis House of Guinness Musim ke-2
Olahraga
Piala Dunia 2026 Dibuka di Stadion Azteca, Saksi Kejayaan Pele dan Kontroversi 'Hand of God' Diego Maradona
Stadion Azteca akan membuka Piala Dunia 2026. Stadion tersebut menyimpan banyak momen bersejarah selama gelaran Piala Dunia.
Soffi Amira - Kamis, 11 Juni 2026
Piala Dunia 2026 Dibuka di Stadion Azteca, Saksi Kejayaan Pele dan Kontroversi 'Hand of God' Diego Maradona
Lifestyle
21 Mei Memperingati Hari Apa? Soeharto Mengundurkan Diri dari Jabatan Presiden RI
Tanggal 21 Mei memperingati Hari Reformasi Nasional, Hari Teh Internasional, hingga sejarah berdirinya FIFA. Simak daftar peristiwa pentingnya lengkap di sini
ImanK - Rabu, 20 Mei 2026
21 Mei Memperingati Hari Apa? Soeharto Mengundurkan Diri dari Jabatan Presiden RI
Lifestyle
12 Mei Memperingati Hari Apa? Ada Tragedi Trisakti hingga Gempa Sichuan 2008
12 Mei memperingati berbagai hari penting nasional dan internasional, mulai dari Tragedi Trisakti, Hari Perawat Internasional, hingga Hari Waisak. Simak sejarahnya
ImanK - Senin, 11 Mei 2026
12 Mei Memperingati Hari Apa? Ada Tragedi Trisakti hingga Gempa Sichuan 2008
Lifestyle
7 Mei Memperingati Hari Apa? Ini Fakta Mengejutkan yang Jarang Diketahui
Tanggal 7 Mei memperingati apa? Simak 10 peristiwa penting, Hari Perjanjian Roem-Royen, Hari Kopi Nasional, hingga peringatan dunia yang jarang diketahui.
ImanK - Rabu, 06 Mei 2026
7 Mei Memperingati Hari Apa? Ini Fakta Mengejutkan yang Jarang Diketahui
Lifestyle
5 Mei Memperingati Hari Apa? Dari Kelahiran Karl Marx hingga Wafatnya Didi Kempot
5 Mei memperingati berbagai hari penting seperti Hari Bidan Internasional, Hari Kebersihan Tangan Sedunia, hingga Hari Lembaga Sosial Desa. Simak ulasannya
ImanK - Senin, 04 Mei 2026
5 Mei Memperingati Hari Apa? Dari Kelahiran Karl Marx hingga Wafatnya Didi Kempot
Lifestyle
4 Mei Memperingati Apa? Dari Star Wars Day hingga Hari Lahir Cesc Fabregas
Tanggal 4 Mei memperingati Hari Pemadam Kebakaran Internasional hingga Star Wars Day. Simak daftar lengkap peristiwa penting di Indonesia dan dunia.
ImanK - Minggu, 03 Mei 2026
4 Mei Memperingati Apa? Dari Star Wars Day hingga Hari Lahir Cesc Fabregas
Bagikan