Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Eks Presiden Korsel Jadi Tersangka Suap, Diduga Carikan Jabatan untuk Menantunya

Wisnu CiptoWisnu Cipto - Senin, 02 September 2024
Eks Presiden Korsel Jadi Tersangka Suap, Diduga Carikan Jabatan untuk Menantunya

Arsip - Mantan Presiden Korsel Moon Jae-in (kanan) saat bertemu pemimpin Korea Utara Kim Jong Un. (ANTARA FOTO/Korea Summit Press Pool)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Jaksa telah menetapkan mantan Presiden Korea Selatan (Korsel) Moon Jae-in sebagai tersangka kasus penyuapan. Kasus ini melibatkan dugaan perlakuan istimewa terhadap menantu laki-laki Moon dalam mendapatkan jabatan tinggi di sebuah maskapai penerbangan.

Sebagai imbalan, pemerintahan era Moon diduga mengatur penunjukan penting terhadap seorang politisi Korsel yang mendirikan maskapai penerbangan yang menjadi tempat menantu Moon bekerja tersebut.

Dugaan praktik suap itu terjadi beberapa tahun lalu, namun penyelidikannya masih berproses hingga kini dipimpin Divisi Kriminal 3 Kantor Kejaksaan Distrik Jeonju.

The Straits Times, Senin (2/9), melansir kejaksaan telah mengeluarkan surat perintah penggeledahan di rumah putrinya, Moon Da-hye yang dilaksanakan Jumat (30/8) lalu.

Baca juga:

Bantu Warga Korut, Korsel Tingkatkan Dukungan Penyiaran Radio

Penggeledahan itu dilakukan setelah masuknya pengaduan empat tahun lalu mengenai perekrutan menantu laki-laki Tn. Moon, yang diidentifikasi hanya dengan nama belakangnya Seo, di Maskapai Thai Eastar Jet.

Penyelidik menginvestigasi pemberian jabatann mantan menantu Moon Jae In dengan penjabat yang intansi berkaitan. Ditemukan hubungan antara Tn. Seo dan penunjukan mantan anggota parlemen Lee Sang-jik sebagai kepala Badan UKM dan Perusahaan Rintisan Korea, atau Kosme.

Partai Kekuatan Rakyat (PPP) yang berkuasa dan kelompok sipil Justice People yang berpusat di Seoul mengajukan empat pengaduan antara medio September 2020 dan April 2021, dengan tuduhan adanya kemungkinan adanya hubungan timbal balik.

Baca juga:

Menikmati Buah Persik Korsel di K-Peach Delight

Pada bulan September 2020, PPP selaku partai oposisi utama, mengajukan pengaduan korupsi kepada jaksa penuntut umum terkait pengangkatan Tn. Seo sebagai direktur eksekutif Thai Eastar Jet, maskapai penerbangan berbiaya rendah yang didirikan oleh Tn. Lee, seorang anggota parlemen dua periode Partai Demokrat yang berkuasa saat itu.

Diketahui Lee diangkat menjadi presiden Kosme Maret 2018, hanya beberapa bulan sebelum mantan menantu Moon Jae In, bergabung dengan unit Eastar di Thailand pada bulan Juli tahun yang sama. Jaksa menduga pengangkatan Lee sebagai kepala Kosme mungkin telah diputuskan selama pertemuan informal sekretaris presiden pada akhir 2017.

Jaksa memperkirakan Tuan Seo menerima total 223 juta won alias Rp 2,5 miliar dalam bentuk gaji dan biaya relokasi ke Thailand antara Juli 2018 dan April 2020. Seo sendiri diperiksa tiga kali pada tahun 2024 sebagai saksi, dan secara konsisten mempertahankan haknya untuk tetap diam. (Tka)

#Korea Selatan #Suap #Presiden Korea Selatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Olahraga
Shin Tae-yong Disanksi Berat oleh Federasi Sepak Bola Korea, Dugaan Kekerasan terhadap Pemain
Shin Tae-yong terseret kasus dugaan kekerasan terhadap pemain saat masih menangani Ulsan HD pada musim lalu.
Frengky Aruan - Jumat, 24 Juli 2026
Shin Tae-yong Disanksi Berat oleh Federasi Sepak Bola Korea, Dugaan Kekerasan terhadap Pemain
Indonesia
Kemenlu Tangani WNI Kabur Dari Rombongan Wisata di Korea Selatan
Kabar mengenai seorang WNI berinisial F asal Madiun, Jawa Timur yang diduga kabur dalam perjalanan tur di Korea Selatan menjadi sorotan masyarakat
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 23 Juli 2026
Kemenlu Tangani WNI Kabur Dari Rombongan Wisata di Korea Selatan
Indonesia
KPK Memungkinkan Jerat Menteri Kehutanan Raja Juli Dengan Pidana Gratifikasi
Raja Juli dapat diproses menggunakan ketentuan tindak pidana korupsi terkait suap maupun gratifikasi.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 19 Juli 2026
KPK Memungkinkan Jerat Menteri Kehutanan Raja Juli Dengan Pidana Gratifikasi
Indonesia
Dubes Korsel Bertemu Megawati di Teuku Umar, Bahas Upaya Perdamaian Korea
Dubes Korea sangat mengapresiasi perhatian Megawati atas persoalan di Semenanjung Korea.
Dwi Astarini - Senin, 13 Juli 2026
Dubes Korsel Bertemu Megawati di Teuku Umar, Bahas Upaya Perdamaian Korea
Dunia
Pendapatan Petani di Kuantan Singingi Dipotong Setengah Buat Pengurusan Pelepasan Kawasan Hutan
KPK belum membeberkan lebih jauh konstruksi perkara tersebut karena penyidik masih mendalami fakta-fakta
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 02 Juli 2026
Pendapatan Petani di Kuantan Singingi Dipotong Setengah Buat Pengurusan Pelepasan Kawasan Hutan
Olahraga
Pulang ke Korea, Son Heung-min Minta Maaf atas Hasil Buruk di Piala Dunia
Ia mengakui kata-kata maafnya tidak akan mampu menggambarkan besarnya kekecewaan dan kepedihan yang dirasakan para pendukung timnas Korea.
Dwi Astarini - Rabu, 01 Juli 2026
Pulang ke Korea, Son Heung-min Minta Maaf atas Hasil Buruk di Piala Dunia
Fun
Korea Selatan Angkat Koper dari Piala Dunia 2026, Presiden Lee Jae Myung Minta Investigasi
Presiden Korea Selatan, Lee Jae Myung, kecewa berat usai timnasnya tersingkir dari Piala Dunia 2026. Ia pun meminta adanya investigasi.
Soffi Amira - Selasa, 30 Juni 2026
Korea Selatan Angkat Koper dari Piala Dunia 2026, Presiden Lee Jae Myung Minta Investigasi
Olahraga
Gagal Bawa Korsel Bersinar di Piala Dunia 2026, Pelatih Hong Myung-bo Mundur
Satu-satunya kemenangan Korea Selatan diraih saat mengalahkan Republik Ceko dengan skor 2-1.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 29 Juni 2026
Gagal Bawa Korsel Bersinar di Piala Dunia 2026, Pelatih Hong Myung-bo Mundur
Dunia
2 WNI Hilang dalam Kecelakaan Kapal Nelayan di Lepas Pantai Busan
Kapal nelayan berbobot 79 ton tersebut tenggelam setelah bertabrakan dengan kapal pengangkut LPG seberat 992 ton.
Dwi Astarini - Jumat, 26 Juni 2026
  2 WNI Hilang dalam Kecelakaan Kapal Nelayan di Lepas Pantai Busan
Indonesia
Kapal LPG Tabrak Nelayan, 2 ABK WNI Hilang di Lepas Pantai Busan Korsel
Kapal nelayan asal Indonesia bertabrakan dengan kapal LPG di perairan Busan, Korea Selatan. Dua ABK WNI hilang, enam awak diselamatkan. Presiden Korsel perintahkan pencarian besar-besaran.
Wisnu Cipto - Kamis, 25 Juni 2026
Kapal LPG Tabrak Nelayan, 2 ABK WNI Hilang di Lepas Pantai Busan Korsel
Bagikan